Pengembang RI Garap Proyek Rp 25 Triliun di Australia

Kembangkan proyek Rp25 T di Sydney, proposal Five Dock dari One Global Capital resmi jadi proyek prioritas Pemerintah New South Wales, Australia.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang asal Indonesia, One Global Capital, memperoleh status State Significant Development (SSD) dari Pemerintah New South Wales (NSW), Australia, untuk proyek kawasan terpadu (mixed-use) Five Dock melalui skema Housing Delivery Authority (HDA). Penetapan tersebut membuka jalan bagi pengembangan proyek senilai sekitar AUD 1,9 miliar atau sekitar Rp 25 triliun yang dipimpin Founder dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito.

Status SSD menempatkan Five Dock sebagai salah satu proyek prioritas Pemerintah NSW dalam meningkatkan pasokan hunian. Melalui skema HDA, proyek ini berpeluang meningkatkan Floor Space Ratio (FSR) dari 3,0:1 menjadi sekitar 5,7:1.

Dengan demikian, potensi Gross Floor Area (GFA) di atas lahan seluas sekitar 14.100 meter persegi meningkat dari sekitar 42.300 meter persegi menjadi 80.400 meter persegi atau bertambah sekitar 38.100 meter persegi.

Masterplan Five Dock mencakup pembangunan sekitar 840 unit hunian, hotel, ruang komersial dan ritel, ruang publik, serta komponen hunian terjangkau yang mendukung program penyediaan perumahan Pemerintah NSW.

Founder dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, mengatakan penetapan proyek sebagai State Significant Development merupakan pengakuan atas kesiapan proyek dan kualitas perencanaan yang diajukan perusahaan.

"Kami menyambut baik keputusan Pemerintah New South Wales untuk menetapkan proposal Five Dock sebagai State Significant Development melalui Housing Delivery Authority," ujar Iwan Sunito kepada wartawan, dikutip Minggu (19/7/2026).

Menurut dia, keputusan tersebut menjadi validasi terhadap kemampuan One Global Capital dalam mengembangkan proyek berskala besar yang memberikan manfaat jangka panjang.

"Keputusan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas proposal, kesiapan proyek, serta kemampuan One Global Capital dalam merancang dan merealisasikan pengembangan berskala kota yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat dalam jangka panjang," katanya.

Bangun Kawasan Terpadu

Iwan menjelaskan Five Dock tidak hanya dirancang sebagai proyek mixed-use konvensional, tetapi sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, hotel, ruang komersial, ritel, dan ruang publik dalam satu ekosistem perkotaan. Proyek tersebut juga mempertemukan Iwan dengan arsitek internasional Koichi Takada untuk merancang kawasan yang berorientasi pada pengalaman masyarakat dan keberlanjutan.

"Selama lebih dari 25 tahun kami turut membangun berbagai bagian dari skyline Sydney. Kini kami ingin melangkah lebih jauh, bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun sebuah komunitas yang hidup, tempat orang dapat tinggal, bekerja, berkumpul, dan menikmati kehidupan selama puluhan tahun ke depan. Itulah warisan yang ingin kami tinggalkan," ujar Iwan.

Ia menambahkan, konsep Five Dock berfokus pada kualitas ruang publik dan pengalaman masyarakat, bukan sekadar memaksimalkan luas bangunan.

"Kami tidak hanya bertanya berapa banyak bangunan yang dapat ditempatkan di atas lahan ini. Pertanyaan kami adalah, pengalaman seperti apa yang belum pernah dihadirkan sebuah kawasan mixed-use bagi masyarakat Sydney? Five Dock harus menjadi tempat yang membangkitkan rasa ingin tahu, menghadirkan inspirasi, dan membuat orang ingin kembali lagi," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6