TNI Temukan Petunjuk Kunci Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalteng

Petunjuk berupa Flight Data Recorder (FDR) atau black box itu ditemukan usai pasukan TNI AL menyelam di perairan Kuala Pembuang.

Diterbitkan 07 November 2026, 18:41 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tim penyelam menemukan kotak hitam dan ekor Helikopter Mi-17V5 di Kuala Pembuang.
  • FDR diserahkan untuk penyelidikan penyebab kecelakaan helikopter Puspenerbad.
  • Kecelakaan saat operasi karhutla menewaskan tiga prajurit, lima kru selamat.

Liputan6.com, Jakarta - Tim Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air Koarmada I (Satkoppeba Koarmada I) TNI Angkatan Laut menemukan kotak hitam (Flight Data Recorder/FDR) dan ekor Helikopter Mi-17V5 yang mengalami kecelakaan di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Operasi pencarian kotak hitam itu bertujuan membantu penelusuran faktor penyebab helikopter milik Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) itu jatuh saat menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalteng.

"Selanjutnya, FDR diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan helikopter tersebut," demikian keterangan pers Penerangan Koarmada I diterima di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Sebelumnya, kecelakaan helikopter Mi 17V5 itu terjadi setelah lepas landas dari Kuala Pembuang, Rabu (4/11/2026), sekira pukul 09.55 WIB. Para prajurit di dalam helikopter tersebut bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.

Saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi water bombing, helikopter mengalami kendala terbang dan jatuh di perairan. Sesaat setelah peristiwa itu, TNI Angkatan Darat mengirimkan personel untuk mengevakuasi para kru lewat jalur udara.

"Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya," demikian keterangan resmi TNI AD.

Kecelakaan itu mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur. Mereka adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.

Sementara, lima kru helikopter yang selamat terdiri atas Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya dan Kapten CPN Suganda.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6