Liputan6.com, Jakarta Cara membuat sabun cuci piring cukup sederhana: kamu tinggal mencampur bahan pembersih utama dengan air dan sedikit bahan tambahan, lalu mengaduknya hingga rata. Bahan utamanya bisa sabun castile cair, sabun batang yang diparut, atau surfaktan seperti SLES.
Setelah tercampur, diamkan sabun beberapa jam supaya teksturnya stabil, lalu tuang ke botol bersih yang sudah diberi label. Kalau kamu menerapkan cara membuat sabun cuci piring sendiri, aroma, kekentalan, dan bahan yang menyentuh tanganmu setiap hari bisa kamu atur sendiri.
Dilansir dari Little House Living, kamu bisa membuat sabun cuci piring sendiri hanya dengan beberapa bahan seperti sabun castile dengan waktu sekitar 10 menit.
Advertisement
1. Cara Membuat Sabun Cuci Piring dari Sabun Castile Cair
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5144034/original/012047200_1740563082-Sabun_cuci_piring.jpg)
Untuk pemula, sabun castile cair adalah bahan yang paling praktis untuk mulai mempraktikkan cara membuat sabun cuci piring karena tidak perlu dipanaskan. Sabun castile adalah sabun berbahan minyak nabati yang bisa kamu beli di toko online. Berdasarkan resep dari Wholesale Supplies Plus, sabun castile dibuat dari minyak nabati dan menjadi bahan pembersih utama; sifatnya lembut tetapi tetap efektif mengangkat minyak dan kotoran.Â
- Siapkan bahan: Siapkan 1 cangkir sabun castile cair, 1 sendok makan washing soda (soda abu), 1 sendok makan gliserin nabati, 1 cangkir air suling atau air matang, dan beberapa tetes minyak esensial. Kalau kulitmu sensitif, washing soda boleh diganti baking soda supaya hasilnya lebih lembut.
- Campur bahan utama: Masukkan sabun castile, washing soda, dan gliserin ke mangkuk berukuran sedang, lalu aduk pelan. Gliserin berfungsi melembapkan tangan sekaligus membuat sabun sedikit lebih kental.
- Tambahkan pewangi: Teteskan minyak esensial pilihanmu, misalnya lemon atau tea tree, lalu aduk sampai merata.
- Tuang air perlahan: Masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk lembut supaya busanya tidak meluap ke mana-mana.
- Pindahkan ke botol: Pakai corong untuk menuang sabun ke botol pump yang bersih dan kering, lalu beri label nama dan tanggal pembuatan.
Air suling membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan membuat konsistensi sabun lebih halus. Jangan mencampurkan cuka ke dalam resep ini.
Advertisement
2. Cara Membuat Sabun Cuci Piring dari Sabun Batang Parut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316869/original/093153500_1755253266-840ec115-1c3b-41c3-98a3-b58a01851b71.jpg)
Kalau di rumah ada sabun batang yang jarang dipakai, kamu bisa mengolahnya jadi sabun cair. Dalam praktiknya, cara membuat sabun cuci piring dengan sabun batang mirip dengan membuat detergen sendiri di rumah. Langkah pentingnya adalah memarut sabun sehalus mungkin supaya cepat larut di air hangat.
- Parut sabun batang: Siapkan sekitar 1/4 cangkir sabun batang yang sudah diparut. Kamu bisa memakai parutan keju, atau potong-potong sabun lalu haluskan dengan blender.
- Panaskan bersama air: Masukkan 2 cangkir air dan sabun parut ke panci, lalu panaskan dengan api sedang.
- Aduk tanpa mendidih: Aduk terus sampai semua sabun meleleh di air panas, dan jangan biarkan campurannya mendidih. Kecilkan api kalau permukaannya mulai bergolak.
- Tambahkan gliserin dan pewangi: Angkat panci, lalu masukkan 1 sendok makan gliserin (opsional) dan sekitar 5 tetes minyak esensial lemon supaya aromanya segar.
- Diamkan hingga dingin: Tutup wadah dan biarkan beberapa jam supaya teksturnya stabil dan tidak kemasukan debu.
- Kemas dan kocok sebelum dipakai: Tuang sabun ke botol bersih. Sabun dari sabun batang kadang memisah, jadi kocok dulu sebelum dipakai.
Sebagaimana dikutip dari What Great Grandma Ate, sabun bisa memisah atau menggumpal di dalam botol; kalau itu terjadi, aliri botol dengan air panas lalu kocok supaya cairannya tercampur rata lagi.
3. Cara Membuat Sabun Cuci Piring Kental dengan SLES
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378743/original/072909800_1792561693-52b3ce08-3dd5-4996-813f-7ebfccb4504d.jpg)
Sabun cuci piring pabrikan umumnya memakai surfaktan sintetis seperti SLES (Sodium Laureth Sulfate). Metode ini sering dipakai pelaku usaha rumahan karena hasilnya kental dan berbusa banyak. Meski begitu, cara membuat sabun cuci piring dengan SLES menuntut takaran yang lebih teliti dibanding dua metode sebelumnya. Merujuk Scimplify, SLES banyak digunakan pada sabun cuci piring, pembersih serbaguna, semprotan dapur, hingga pembersih lantai.
- Siapkan bahan dan pelindung: Siapkan sekitar 500 gram SLES, 3 sampai 5 liter air bersih, garam dapur, pewangi, dan pewarna (opsional). Pakai sarung tangan dan siapkan pengaduk panjang.
- Aduk SLES perlahan: Masukkan SLES ke ember, lalu aduk searah dan pelan supaya busa tidak terbentuk berlebihan.
- Tambahkan air bertahap: Tuang air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai SLES larut sempurna.
- Tambahkan penguat busa (opsional): SLES cocok dipadukan dengan Cocamide DEA (CDEA) dan Cocamidopropyl Betaine (CAPB) yang membantu menstabilkan busa dan meningkatkan daya bersih.
- Kentalkan dengan garam: Masukkan larutan garam sedikit demi sedikit dan amati perubahan kekentalannya. Catat berapa banyak garam yang kamu pakai supaya batch berikutnya hasilnya sama.
- Beri pewangi dan diamkan: Tambahkan pewangi dan pewarna, lalu diamkan sekitar 12 jam sampai busa hilang dan sabun jernih sebelum dikemas.
Mengacu pada diskusi para formulator di Chemists Corner, garam (NaCl) sebaiknya ditambahkan bertahap dalam jumlah kecil, sekitar 0,3 sampai 0,5 persen, dan menjadi langkah terakhir yang jumlahnya dicatat. Garam yang dimasukkan sekaligus dalam jumlah banyak justru bisa membuat sabun kembali encer.
Advertisement
Tips Aman dan Kesalahan yang Perlu Dihindari
Membuat sabun sendiri memang hemat, tapi beberapa kebiasaan yang sering dianggap benar ternyata justru menurunkan daya bersih, bahkan bisa berbahaya. Perhatikan poin-poin berikut supaya sabun buatanmu aman dan tetap ampuh mengangkat minyak.
- Jangan campur cuka dengan sabun castile: Sabun bersifat basa sehingga bereaksi dengan bahan asam seperti lemon atau cuka; manfaat keduanya saling meniadakan dan hasilnya malah menggumpal.
- Jangan simpan baking soda dan cuka dalam satu botol: Busa yang muncul memang terlihat ampuh, tapi efeknya cuma sesaat. Amanda Morris, associate chair departemen kimia Virginia Tech University, dikutip dari Apartment Therapy, menyebut sisa campuran itu tak lebih dari "air yang dipercantik".Â
- Hindari wadah bekas makanan dan botol pembersih lain: Wadah bekas makanan sebaiknya tidak dipakai karena anak-anak bisa mengira isinya makanan, dan botol bekas produk pembersih juga berisiko karena residunya bisa bereaksi dengan racikanmu. Beri label pada setiap botol dan simpan di tempat yang tidak terjangkau anak.
- Jangan anggap sabun buatan sendiri sebagai disinfektan: Sabrina Ann Zielinski, dikutip dari Natural Living Family, menyatakan, "Sabun buatan sendiri ini sebaiknya dianggap sebagai pembersih, bukan disinfektan atau sanitizer terdaftar." Kalau piringmu sering berkerak putih karena air sadah, tambahkan sedikit cuka ke air bilasan, bukan ke botol sabun.
- Selalu pakai sarung tangan: Washing soda dan SLES bisa membuat kulit kering atau perih kalau tersentuh langsung dalam kondisi pekat, terutama saat proses pengadukan.
- Uji di piring berminyak dulu: Coba sedikit sabun di piring bekas gorengan. Kalau setelah dibilas permukaannya terasa kesat, berarti formulamu sudah pas. Kalau masih licin, tambah takaran bahan pembersih utama sedikit demi sedikit.
- Buat dalam jumlah kecil: Sabun rumahan biasanya tanpa pengawet, jadi lebih aman membuat stok untuk satu sampai dua minggu saja.
- Simpan di tempat sejuk: Jauhkan botol dari sinar matahari langsung supaya aroma dan teksturnya tidak cepat berubah.
Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sabun Cuci Piring
Apakah sabun cuci piring buatan sendiri bisa dipakai untuk mesin pencuci piring?
Sebaiknya tidak. Resep sabun cair rumahan dirancang untuk mencuci piring dengan tangan, dan busanya bisa berlebihan kalau dimasukkan ke mesin pencuci piring. Untuk mesin, pakai deterjen khusus yang sesuai petunjuk pabrik mesinmu.
Berapa lama sabun cuci piring buatan sendiri bisa disimpan?
Sabun buatan rumah umumnya tidak memakai pengawet, jadi daya simpannya lebih pendek dibanding produk pabrikan. Buat dalam jumlah kecil, pakai botol yang bersih, dan buang sabun yang baunya berubah, warnanya keruh, atau muncul jamur.
Adakah bahan alami pengganti sabun cuci piring?
Ada. Beberapa bahan dapur seperti garam kasar, jeruk nipis, dan baking soda bisa membantu mengangkat minyak. Kamu juga bisa mencoba buah lerak dengan merebus buah lerak ke dalam air, lalu menyimpan air rebusannya di botol untuk mencuci alat makan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2214828/original/012272500_1526406975-pemadan_karhutla_sinar_mas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1295184/original/070904600_1469165488-sabun_cuci_piring_2_copy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378784/original/014261700_1792563052-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372088/original/089719300_1791867656-01M4SRE8MNR51DHFB9EVH29Z58.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381525/original/057212700_1792826356-Gemini_Generated_Image_mwkjgemwkjgemwkj.jpg)