3 Cara Membersihkan Tirai Shower yang Berjamur hingga Bersih Lagi

Cara membersihkan tirai shower yang berjamur dengan cuka, soda kue, pemutih encer, dan mesin cuci, plus tips mencegah jamur muncul lagi.

Liputan6.com, Jakarta Cara membersihkan tirai shower yang berjamur cukup mudah yaitu lepas tirai, oleskan cairan anti jamur seperti cuka putih atau pemutih encer, gosok pelan, lalu bilas. Setelah itu, tirai wajib dikeringkan sampai benar-benar kering supaya jamur tidak tumbuh lagi.

Bahan yang dipakai bisa disesuaikan dengan jenis tirai, entah kain, plastik, atau vinyl. Kunci utama cara membersihkan tirai shower yang berjamur sebenarnya ada pada dua hal, yaitu rutin dicuci dan dibiarkan kering sempurna setelah dipakai mandi.

Dilansir dari Real Homes, kamar mandi memang cenderung menjadi tempat berkembangbiaknya jamur karena lingkungannya lembap dan basah . Selain itu, ada cara sederhana untuk mengenali jenis noda yang muncul. Jamur di rumah biasanya berwarna kehitaman, merah terang, atau hijau, sedangkan mildew (jamur halus) berwarna putih keabu-abuan atau kekuningan .

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (24/10/2026).

1. Cara Membersihkan Tirai Shower yang Berjamur dengan Cuka Putih dan Soda Kue

Kalau kamu lebih suka bahan alami yang ada di dapur, cuka putih dan soda kue (baking soda) adalah pilihan paling praktis. Metode ini cocok untuk cara membersihkan tirai shower yang berjamur ringan sampai sedang, baik tirai kain maupun plastik.

  • Siapkan bahan dan alat: Kamu butuh cuka putih, soda kue, botol semprot, sikat berbulu lembut atau sikat gigi bekas, dan kain lap. Semua bahan ini murah dan gampang dicari di warung atau minimarket.
  • Lepas tirai dan bilas dulu: Turunkan tirai dari gantungannya, lalu letakkan di lantai yang rata atau di dalam bak mandi. Bilas dengan air bersih untuk merontokkan debu dan jamur yang menempel longgar.
  • Semprotkan cuka putih: Tuang cuka ke botol semprot dan semprotkan merata ke bagian yang berbercak jamur, terutama di ujung bawah tirai. Diamkan sekitar 10-15 menit supaya cuka sempat bekerja.
  • Gosok dengan pasta soda kue: Mengacu pada panduan Molly Maid, kamu bisa membuat pasta dari soda kue dan air, atau mencampur cuka dan air dengan takaran sama. Oleskan ke area berjamur, lalu gosok pelan dengan sikat lembut agar bahan tirai tidak rusak.
  • Bilas hingga bersih: Bilas tirai dengan air mengalir sampai tidak ada sisa soda kue, cuka, ataupun noda jamur yang tertinggal.
  • Keringkan di tempat berventilasi: Gantung tirai di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari sinar matahari langsung yang terlalu terik untuk tirai berwarna supaya warnanya tidak cepat pudar.

Satu hal yang perlu kamu ingat, cuka juga punya efek samping. Merujuk Branch Basics, asam asetat alami pada cuka bisa mengiritasi paru-paru saat disemprotkan. Jadi, selalu gunakan di ruangan berventilasi baik dan jangan dipakai di dekat bayi, anak kecil, atau orang dengan gangguan paru-paru.

Dalam kondisi itu, air jeruk lemon jadi alternatif yang lebih aman Prinsip yang sama juga berlaku untuk area lain di kamar mandi, misalnya saat kamu membersihkan sela keramik kamar mandi yang menghitam karena jamur.

2. Cara Membersihkan Tirai Shower yang Berjamur Membandel dengan Pemutih Encer

Untuk noda hitam yang sudah lama dan susah hilang, pemutih (bleach) atau cairan penghilang jamur khusus biasanya bekerja lebih cepat. Dalam praktiknya, cara membersihkan tirai shower yang berjamur dengan pemutih paling cocok untuk tirai plastik atau vinyl berwarna putih, karena pemutih bisa membuat kain berwarna jadi belang

  • Pakai pelindung diri: Pakai sarung tangan karet dan masker sebelum mulai. Sebagaimana disampaikan pakar kebersihan Hannah Shaw, produk pembersih dibuat sangat kuat, jadi pakailah sarung tangan karet dan kacamata pelindung sebelum mulai membersihkan.
  • Buka ventilasi: Buka jendela atau nyalakan kipas angin (exhaust fan) kamar mandi supaya bau pemutih yang menyengat tidak terhirup terlalu banyak.
  • Encerkan pemutih: Campurkan pemutih dengan air. Sebagai acuan umum, buat larutan pemutih dengan perbandingan satu bagian pemutih dan 10 bagian air. Jangan pernah memakai pemutih pekat langsung ke tirai.
  • Semprot atau rendam: Semprotkan larutan ke area berjamur, atau rendam bagian bawah tirai selama 20-30 menit. Kalau kamu memakai spray penghilang jamur siap pakai, ikuti petunjuk di labelnya. Shaw biasanya menyemprotkan cairan ke area yang terkena dan menunggu sekitar lima menit sampai jamur hilang, sementara area yang parah bisa butuh 10-15 menit.
  • Gosok perlahan: Untuk bercak yang masih tersisa, gosok pelan dengan sikat lembut atau spons yang tidak menggores.
  • Bilas dengan air dingin: Bilas tirai berkali-kali dengan banyak air bersih sampai tidak ada bau pemutih yang tertinggal.
  • Keringkan sepenuhnya: Gantung lagi tirai dalam posisi terbentang supaya cepat kering.

Tips penting: Jangan pernah mencampur bahan pembersih. Sebagaimana dikutip dari Molly Maid, pemutih dan cuka tidak boleh dipakai bersamaan karena menghasilkan gas beracun. Begitu juga pemutih dengan amonia. Kalau kamu sudah pakai cuka, bilas bersih dulu dan beri jeda sebelum mencoba pemutih.

3. Cara Membersihkan Tirai Shower yang Berjamur Menggunakan Mesin Cuci

Kalau tirai kamu bisa masuk mesin cuci, metode ini paling hemat tenaga. Langkah pertama memahami cara membersihkan tirai shower yang berjamur lewat mesin cuci adalah cek dulu label perawatan, karena tidak semua bahan tahan diputar di mesin.

  • Cek label perawatan: Sebagian besar tirai plastik, vinyl, dan poliester aman dicuci dengan mesin. Untuk tirai berbahan alami seperti linen, katun, atau hemp, biasanya lebih aman dicuci dengan tangan.
  • Masukkan tirai bersama beberapa handuk: Handuk membantu menciptakan gesekan lembut yang ikut menggosok noda selama mesin berputar. Seorang pakar kebersihan menyarankan untuk mencuci tirai dengan air panas bersama beberapa handuk agar mesin cuci tidak merusak tirai.
  • Tambahkan deterjen dan soda kue: Gunakan deterjen ringan seperti biasa. Kamu bisa menambahkan sekitar setengah cangkir soda kue untuk membantu mengangkat noda.
  • Pilih siklus lembut: Gunakan mode gentle atau delicate dengan air hangat. Mode ini cukup untuk membersihkan tanpa membuat tirai sobek atau kusut parah.
  • Tambahkan cuka saat bilasan terakhir: Saat tahap bilas terakhir, tambahkan setengah cangkir cuka untuk membunuh sisa jamur
  • Jangan dikeringkan dengan mesin: Langsung gantung tirai di tempatnya atau di area yang berangin, lalu biarkan kering sendiri. Mesin pengering bisa membuat tirai plastik meleleh atau mengerut.

Untuk tirai berbahan alami yang jamurnya masih tersisa setelah dicuci, ada langkah tambahan. Berdasarkan saran Branch Basics, kalau jamur belum benar-benar hilang, tuangkan hidrogen peroksida 3% langsung (tanpa diencerkan) dan diamkan beberapa jam. Setelah itu, jemur tirai di bawah sinar matahari untuk membantu menghilangkan sisa jamur. Kalau semua cara sudah dicoba dan nodanya tetap ada, biasanya itu tanda tirai perlu diganti.

Tips Mencegah Tirai Shower Berjamur Lagi

Membersihkan jamur itu penting, tapi mencegahnya kembali jauh lebih hemat waktu. Manfaat utama perawatan rutin bagi kamu adalah tirai lebih awet dan kamar mandi tetap higienis. Organizer Maeve Richmond, dikutip dari theSkimm, mengatakan, "Ini bukan cuma soal membersihkan, tapi lebih ke soal membiarkannya kering dengan benar."

  • Bentangkan tirai setelah mandi: Jangan biarkan tirai tertumpuk atau terlipat di satu sisi. Lipatan menahan air dan membuat jamur gampang tumbuh. Merujuk Tom's Guide, luangkan beberapa detik setelah mandi untuk mengibaskan tirai dan menghilangkan lipatan yang menahan kelembapan.
  • Atur posisi liner dan tirai kain: Kalau kamu memakai dua lapis, letakkan liner plastik di dalam bak dan tirai kain di luar, supaya kelembapan tidak terperangkap di antara keduanya dan keduanya bisa kering lebih efisien.
  • Semprot cuka secara rutin: Di antara jadwal cuci besar, semprot tirai dengan campuran air dan cuka putih dengan takaran sama seminggu sekali. Cara cepat ini membantu mencegah penumpukan kotoran.
  • Jaga sirkulasi udara: Nyalakan exhaust fan saat dan setelah mandi, atau buka jendela kalau ada. Kamar mandi tanpa jendela butuh perhatian ekstra karena udaranya lebih lama lembap.
  • Keringkan dinding dan lantai: Marla Mock, presiden Molly Maid, dikutip dari AOL, mengatakan, "Dengan tidak membiarkan air menggenang di ruang hangat yang tidak berventilasi, kamu menghilangkan risiko tumbuhnya jamur." Alicia Sokolowski, presiden dan co-CEO AspenClean, menambahkan, "Sisa sabun, minyak tubuh, dan residu sampo bisa menjadi makanan bagi jamur."
  • Cuci tirai secara berkala: Jadwalkan cuci tirai minimal sebulan sekali. Jennifer Rodriguez dari Pro Housekeepers, dikutip dari Healthline, mengatakan, "Kalau kamu tidak mencuci tirai shower selama beberapa bulan, kemungkinan besar akan muncul mildew yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.
  • Tahu kapan harus mengganti: Tirai yang sobek, berlubang, atau nodanya tidak hilang setelah dicuci berkali-kali sebaiknya diganti. Pakar kebersihan Becky Rapinchuk, juga dikutip dari Healthline, mengatakan, "Kalau bahannya sudah aus atau mulai rusak, buang saja."
  • Atasi sumber kelembapan: Kalau jamur cepat muncul lagi di tirai dan sudut kamar mandi, cek apakah ada kebocoran atau genangan. Kamu bisa mempelajari cara menghilangkan jamur hitam di area lain kamar mandi supaya jamur tidak menyebar balik ke tirai.

 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tirai Shower

Apakah semua tirai shower bisa dicuci dengan mesin cuci?

Tidak semua. Tirai plastik, vinyl, dan sebagian besar poliester umumnya aman dicuci dengan mesin pakai mode lembut. Tirai berbahan alami atau yang mudah rusak lebih baik dicuci dengan tangan. Selalu cek label perawatan sebelum mencuci.

Seberapa sering tirai shower perlu dibersihkan?

Idealnya tirai dicuci sebulan sekali, atau lebih sering kalau mulai terlihat bercak jamur. Di sela jadwal itu, cukup semprot dengan larutan cuka dan air seminggu sekali sebagai perawatan ringan.

Bolehkah memakai pemutih untuk tirai shower berwarna?

Sebaiknya hindari pemutih untuk tirai berwarna karena bisa membuat warnanya pudar atau belang. Untuk tirai jenis ini, cuka putih, pasta soda kue, atau hidrogen peroksida biasanya lebih aman dipakai.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6