Cara Menghilangkan Siput dan Bekicot di Pot Tanaman Teras saat Musim Hujan, Coba 7 Cara Ini

Cara menghilangkan siput dan bekicot di pot tanaman teras saat musim hujan dengan cara sederhana, aman, dan efektif agar tanaman tetap sehat.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Siput dan bekicot sering muncul di pot tanaman teras saat musim hujan. Selain meninggalkan lendir, kedua hewan ini juga dapat memakan daun muda hingga membuat tanaman tampak rusak. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi bahkan menghilangkan siput dan bekicot tanpa harus langsung menggunakan bahan kimia.

Musim hujan memang membuat lingkungan sekitar rumah menjadi lebih lembap. Kondisi tersebut menjadi tempat yang disukai siput dan bekicot, terutama di area pot tanaman, bawah daun, sela-sela pot, hingga bagian teras yang jarang terkena sinar matahari.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Berikut beberapa cara yang bisa dicoba di rumah, dirangkum Liputan6.com pada Senin (5/10/2026). 

1. Ambil Siput dan Bekicot Secara Manual

Cara paling sederhana adalah mengambil siput dan bekicot yang terlihat di sekitar pot tanaman.

Waktu terbaik untuk mencarinya adalah pagi hari setelah hujan atau malam hari ketika kondisi lingkungan masih lembap. Periksa bagian bawah daun, permukaan tanah, bagian bawah pot, serta celah-celah di sekitar teras.

Siput dan bekicot yang ditemukan bisa dipindahkan jauh dari area tanaman agar tidak kembali memakan daun.

2. Kurangi Kelembapan di Sekitar Pot

Siput dan bekicot cenderung menyukai tempat yang lembap dan terlindung. Karena itu, kondisi sekitar pot perlu dibuat lebih kering dan tidak terlalu basah.

Hindari menyiram tanaman secara berlebihan, terutama ketika hujan sudah cukup membasahi media tanam. Pastikan pula lubang drainase pot tidak tersumbat sehingga air tidak menggenang.

Semakin lembap dan berantakan area sekitar pot, semakin mudah siput dan bekicot bersembunyi.

3. Bersihkan Daun Kering dan Sampah di Sekitar Pot

Daun yang gugur, rumput liar, pot kosong, dan tumpukan benda lembap dapat menjadi tempat persembunyian siput dan bekicot.

Bersihkan area sekitar tanaman secara rutin. Jangan biarkan daun kering menumpuk di permukaan tanah karena kondisi tersebut dapat menjadi tempat berlindung yang nyaman bagi hama tersebut.

Cara ini juga membantu membuat siput dan bekicot lebih mudah terlihat.

4. Gunakan Penghalang di Sekitar Tanaman

Jika siput dan bekicot terus naik ke pot, buatlah penghalang di sekitar tanaman.

Salah satu cara yang dapat dicoba adalah menggunakan pita tembaga khusus untuk pengendalian siput dan bekicot pada bagian pot. Penghalang seperti ini dapat membantu mengurangi kemungkinan siput dan bekicot mencapai tanaman.

Pastikan bahan yang digunakan memang aman untuk tanaman dan ditempatkan sesuai petunjuk penggunaannya.

5. Gunakan Perangkap untuk Mengurangi Populasi

Perangkap dapat menjadi pilihan jika jumlah siput dan bekicot sudah cukup banyak.

Tempatkan perangkap di area yang sering dilewati siput dan bekicot, terutama di sekitar pot yang menunjukkan banyak bekas lendir atau daun yang rusak.

Periksa perangkap secara rutin dan jangan membiarkan area tersebut menjadi terlalu kotor atau lembap.

6. Lindungi Tanaman yang Daunnya Masih Muda

Daun muda biasanya lebih rentan rusak karena dimakan siput atau bekicot. Jika tanaman memiliki tunas baru yang banyak, perlindungan tambahan bisa diberikan.

Anda dapat memindahkan pot ke tempat yang lebih terbuka dan mendapatkan sirkulasi udara lebih baik. Tanaman juga dapat diberi pelindung fisik yang memungkinkan cahaya dan udara tetap masuk.

Langkah ini penting terutama ketika serangan terjadi berulang setelah hujan.

7. Gunakan Produk Pengendali Siput dan Bekicot Jika Diperlukan

Jika berbagai cara sederhana belum cukup, produk pengendali siput dan bekicot dapat menjadi pilihan terakhir.

Sebelum menggunakannya, baca label dan petunjuk penggunaan dengan teliti. Pilih produk yang sesuai untuk tanaman dan lingkungan penggunaannya. Jangan sembarangan menaburkan bahan kimia di sekitar tanaman, terutama jika area tersebut mudah dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan.

Penggunaan sesuai dosis juga penting agar tidak menimbulkan masalah baru pada tanaman maupun lingkungan.

Kenapa Siput dan Bekicot Banyak Muncul saat Musim Hujan?

Meningkatnya kemunculan siput dan bekicot saat musim hujan tidak terlalu mengherankan. Kondisi yang basah dan lembap membuat mereka lebih aktif dan membantu mencegah tubuhnya kehilangan terlalu banyak air.

Pot tanaman di teras juga dapat menjadi tempat yang ideal karena menyediakan kelembapan, tempat berlindung, dan sumber makanan berupa daun.

Itulah sebabnya serangan sering terlihat setelah beberapa hari hujan turun.

Tanda Tanaman Diserang Siput atau Bekicot

Tidak selalu mudah menemukan siput atau bekicot secara langsung. Namun, beberapa tanda berikut dapat membantu mengenali keberadaannya:

  • Daun memiliki lubang yang bentuknya tidak beraturan.
  • Daun muda tiba-tiba rusak atau habis pada bagian tertentu.
  • Terdapat jejak lendir mengilap di daun atau sekitar pot.
  • Tanaman terlihat rusak terutama setelah hujan.
  • Siput atau bekicot ditemukan di bawah pot, daun, atau area yang gelap dan lembap.Jika beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, sebaiknya segera periksa tanaman pada malam atau pagi hari.

Jangan Hanya Membasmi, Buat Pot Kurang Disukai Siput

Menghilangkan siput dan bekicot yang terlihat memang penting, tetapi pencegahan juga tidak kalah penting.

Jaga kebersihan area teras, hindari genangan air, rapikan daun yang berguguran, dan beri jarak antarpot agar sirkulasi udara lebih baik.

Dengan begitu, lingkungan sekitar tanaman menjadi kurang nyaman bagi siput dan bekicot untuk bersembunyi dan berkembang.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Menghilangkan Siput dan Bekicot di Pot Tanaman Teras

Apakah siput dan bekicot berbahaya bagi tanaman?

Ya, terutama jika populasinya banyak. Siput dan bekicot dapat memakan daun, tunas, serta bagian tanaman yang masih muda sehingga pertumbuhan tanaman terganggu.

Kapan waktu terbaik mencari siput dan bekicot?

Malam hari atau pagi setelah hujan biasanya menjadi waktu yang baik untuk mencarinya karena kondisi lingkungan masih lembap dan hewan tersebut lebih mudah ditemukan.

Mengapa siput dan bekicot muncul setelah hujan?

Hujan membuat lingkungan menjadi lebih lembap dan mendukung aktivitas siput serta bekicot. Area pot yang basah dan teduh juga menyediakan tempat berlindung sekaligus sumber makanan.

Apakah semua tanaman di teras bisa diserang siput?

Tidak selalu. Namun, tanaman dengan daun muda dan area tanam yang lembap dapat lebih mudah mengalami kerusakan ketika populasi siput atau bekicot tinggi.

Apakah cukup dengan mengurangi penyiraman?

Mengurangi penyiraman berlebihan dapat membantu, tetapi bukan satu-satunya solusi. Kebersihan area pot, drainase, pengurangan tempat persembunyian, dan pemantauan rutin juga penting.

Bagaimana cara mencegah siput dan bekicot kembali?

Jaga area sekitar pot tetap bersih, hindari genangan, perbaiki drainase, kurangi tempat persembunyian, dan periksa tanaman secara rutin terutama setelah hujan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6