Sejarah dan Makna Hari Tentara Nasional Indonesia yang Diperingati 5 Oktober

Simak sejarah dan makna Hari Tentara Nasional Indonesia, tentang jati diri dan profesionalisme.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 10:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal 5 Oktober, bangsa Indonesia merayakan Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI), sebuah momen penting untuk merenungkan perjalanan dan dedikasi kekuatan pertahanan negara. Peringatan ini tidak hanya seremonial, melainkan mengandung makna mendalam tentang jati diri, profesionalisme, dan pengabdian TNI kepada negara dan bangsa.

Sejarah dan makna Hari Tentara Nasional Indonesia merupakan topik krusial dalam memahami evolusi angkatan bersenjata Republik Indonesia. Kekuatan pertahanan ini berakar kuat dari perjuangan rakyat, mencerminkan semangat juang yang tak pernah padam. Momen peringatan ini juga menjadi refleksi atas peran TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Perjalanan Panjang di Balik Hari TNI

Melansir laman resmi Cimahi Kota, sejak 1959 tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI. Tanggal ini mengacu pada pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Cikal bakalnya sudah ada sejak 23 Agustus 1945 dalam bentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR).

BKR dibentuk untuk menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia setelah proklamasi. Badan ini bernaung di bawah Komite Nasional Indonesia (KNI) di setiap daerah. Seiring waktu, muncul gagasan membentuk wadah militer yang lebih terorganisasi dalam wujud tentara nasional, agar fungsi BKR bisa lebih luas.

Gagasan itu disepakati oleh para mantan anggota Pembela Tanah Air (PETA), Heiho, dan KNIL yang sebelumnya tergabung dalam BKR. Presiden Soekarno, yang saat itu lebih condong menempuh jalur diplomasi ketimbang perang, sempat tidak menyetujuinya. Namun pada akhirnya beliau merestui berdirinya angkatan perang bernama TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pada 5 Oktober 1945.

Kemudian, pada 25 Januari 1946, nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) melalui Penetapan Pemerintah No. 4/SD Tahun 1946. Perubahan ini bertujuan untuk menyempurnakan organisasi angkatan perang agar lebih profesional.

Kemudian, pada 3 Juni 1947, Presiden Soekarno meresmikan penyatuan TRI dengan badan-badan perjuangan rakyat lainnya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan ini dilakukan untuk menciptakan satu komando militer yang kuat dan terpadu dalam menghadapi agresi militer Belanda.

Jati Diri dan Peran Strategis Tentara Nasional Indonesia

Peringatan Hari Tentara Nasional Indonesia setiap 5 Oktober memiliki makna penting yang menegaskan jati diri TNI. TNI memiliki jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.

Sebagai tentara rakyat, TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan berjuang untuk kepentingan rakyat. Sementara itu, jati diri sebagai tentara pejuang berarti TNI selalu berjuang untuk membela kemerdekaan dan kedaulatan negara. Jati diri tentara nasional menunjukkan bahwa TNI berjuang untuk kepentingan seluruh bangsa Indonesia, tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan. Terakhir, sebagai tentara profesional, TNI terlatih, terdidik, diperlengkapi secara modern, tidak berpolitik praktis, serta patuh pada hukum dan supremasi sipil.

TNI merupakan alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. Hal ini menegaskan peran TNI sebagai simbol kedaulatan dan keutuhan negara, garda terdepan dalam menjaga wilayah NKRI dari berbagai ancaman.

Komitmen dan Modernisasi TNI untuk Kedaulatan Bangsa

Sejarah dan makna Hari Tentara Nasional Indonesia juga mencakup komitmen TNI terhadap ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas TNI, memastikan setiap langkah selaras dengan nilai-nilai dasar negara.

Selain itu, peringatan Hari TNI mendorong peningkatan profesionalisme prajurit dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Panglima TNI menegaskan bahwa profesionalisme prajurit dan modernisasi alutsista menjadi prioritas untuk menjaga kedaulatan negara. Hal ini penting agar TNI mampu menghadapi tantangan pertahanan di era global yang semakin kompleks.

Sebagai tentara rakyat, TNI senantiasa berupaya mempererat hubungan dengan masyarakat. Berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan dilakukan untuk menunjukkan bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat, selalu siap melayani dan melindungi.

Makna Hari TNI bagi Bangsa

 Hari TNI bukan sekadar peringatan organisasi, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan harus dijaga dengan pengorbanan. Setidaknya ada tiga makna yang bisa dipetik:

  • Penghormatan pada pengorbanan. Banyak prajurit dan pejuang gugur pada masa revolusi demi mempertahankan kemerdekaan.

  • Persatuan rakyat dan tentara. Karena TNI lahir dari kalangan rakyat, hubungan keduanya menjadi kekuatan utama pertahanan negara.

  • Komitmen menjaga kedaulatan. Semangat TKR yang sigap menghadapi ancaman dari luar tetap relevan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Pada 2026 ini, Hari TNI memasuki peringatan yang ke-81. Tantangan yang dihadapi sudah berbeda dari masa revolusi: ancaman siber, bencana alam, hingga tugas perdamaian dunia. Peran TNI pun meluas, tidak hanya pada pertahanan, tetapi juga membantu masyarakat saat bencana dan menjaga stabilitas negara.

Bagi masyarakat, memahami sejarah dan makna Hari Tentara Nasional Indonesia berarti ikut merawat semangat kebangsaan. Dengan mengenal perjalanan dari BKR hingga TNI, kita bisa menghargai bahwa kedaulatan negeri ini lahir dari perjuangan panjang yang patut dijaga bersama.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sejarah dan Makna Hari Tentara Nasional Indonesia

1. Kapan Hari Tentara Nasional Indonesia diperingati?

Hari Tentara Nasional Indonesia diperingati setiap tanggal 5 Oktober.

2. Apa nama organisasi militer pertama yang dibentuk setelah proklamasi kemerdekaan?

Organisasi militer pertama yang dibentuk setelah proklamasi kemerdekaan adalah Badan Keamanan Rakyat (BKR).

3. Mengapa tanggal 5 Oktober dipilih sebagai Hari TNI?

Tanggal 5 Oktober dipilih karena pada tanggal tersebut, pemerintah mengeluarkan maklumat pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang merupakan cikal bakal TNI.

4. Apa saja empat jati diri TNI?

Empat jati diri TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.

5. Apa makna utama dari peringatan Hari TNI?

Makna utama peringatan Hari TNI adalah untuk menegaskan kembali peran TNI sebagai penjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, serta memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan UUD 1945.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6