Cara Membasmi Siput Kebun sampai Tuntas, Aman dan Efektif

Panduan praktis cara membasmi siput kebun sampai tuntas: bersihkan habitat, pungut manual, pasang perangkap, penghalang, dan umpan aman.

Liputan6.com, Jakarta Cara membasmi siput kebun sampai tuntas adalah dengan menggabungkan beberapa metode sekaligus. Anda perlu menghilangkan tempat sembunyinya, memungut dan menjebaknya, lalu melindungi tanaman dengan penghalang serta umpan yang aman.

Satu metode saja hampir tidak pernah cukup, karena siput terus berkembang biak di tempat lembap. Jadi, kunci cara membasmi siput kebun sampai tuntas ada pada konsistensi dan kombinasi langkah setiap malam dan pagi.

Supaya ekspektasi Anda realistis, perlu diketahui dulu bahwa pengendalian siput secara total jarang bisa dicapai, karena faktor lingkungan sangat berpengaruh. Dengan kata lain, "tuntas" di sini berarti menekan populasi siput sampai tidak lagi merusak tanaman Anda.

1. Hilangkan Tempat Persembunyian dan Atur Pola Penyiraman

Langkah pertama memahami cara membasmi siput kebun sampai tuntas adalah mengenali apa yang membuat siput betah. Siput, termasuk siput telanjang (slug) dan bekicot yang bercangkang, menyukai tempat gelap dan lembap.

Mengacu pada publikasi Purdue University Extension, siput butuh banyak kelembapan untuk bertahan hidup dan lebih suka kegelapan, dengan habitat ideal seperti di bawah papan, sampah dan puing lainnya, serta celah-celah. Kalau sumber kenyamanan ini Anda singkirkan, populasi siput akan turun dengan sendirinya.

  1. Bersihkan sampah dan puing kebun: Singkirkan barang-barang yang sering terlupakan di sudut kebun. Menurut The Old Farmer's Almanac, pot terbalik, potongan kayu, dan karung bekas semuanya berpotensi menjadi tempat persembunyian siput.
  2. Pangkas rumput liar dan rumput tinggi: Rumput yang lebat di sekitar bedengan sayur menjadi tempat siput berlindung di siang hari. Potong secara rutin, terutama di area yang berbatasan langsung dengan tanaman muda.
  3. Kurangi mulsa yang terlalu tebal: Mulsa memang bermanfaat, tetapi dalam jumlah berlebihan justru mengundang siput. Sebagaimana disampaikan University of Minnesota Extension, daun cacah memang menjadi mulsa yang sangat baik, tetapi terlalu banyak bisa menciptakan habitat bagi siput.
  4. Siram tanaman pada pagi hari: Ubah jadwal penyiraman dari sore ke pagi. Dengan begitu, permukaan tanah punya waktu untuk mengering sebelum malam tiba, yaitu saat siput mulai keluar mencari makan.
  5. Tingkatkan sinar matahari dan sirkulasi udara: Pangkas daun atau dahan yang terlalu rimbun sehingga menutupi tanah. Dilansir dari Natorp's, tingkatkan cahaya matahari dan aliran udara di kebun, karena siput tidak menyukai kondisi kering dan terang.
  6. Perbaiki drainase tanah: Tanah yang selalu becek adalah surga bagi siput dan telurnya. Tambahkan kompos agar tanah lebih gembur dan air tidak menggenang terlalu lama.

Tips singkat: lakukan "sapu bersih" kebun ini setidaknya seminggu sekali, terutama di musim hujan. Di Indonesia, musim hujan adalah saat siput dan bekicot paling aktif berkembang biak.

2. Pungut Manual dan Pasang Perangkap secara Rutin

Setelah habitatnya dipersempit, bagian berikutnya dari cara membasmi siput kebun sampai tuntas adalah mengurangi jumlah siput yang sudah ada.

Dalam praktiknya, memungut dengan tangan dan memasang perangkap termasuk cara paling murah sekaligus efektif, asalkan dilakukan rutin selama beberapa malam berturut-turut. Lien Luong, ekolog sekaligus asisten profesor ilmu biologi di University of Alberta, dikutip dari CBC menyatakan, "Mereka memakan berbagai macam hal dan makan beberapa kali lipat dari berat tubuhnya, jadi mereka bisa menimbulkan kerusakan yang cukup besar."

  1. Berburu siput saat malam hari: Begitu hari benar-benar gelap, bawa senter dan ember berisi air sabun ke kebun. Sebagaimana dilaporkan HGTV, Anda disarankan memakai sarung tangan dan memungut siput yang terlihat sedang makan, memeriksa daun, batang, dan buah, bahkan memanjat ajir untuk mencapai tomat matang.
  2. Siram kebun sebelum berburu: Trik sederhana ini memancing siput keluar dari persembunyian. Setelah tanah basah, siput lebih cepat muncul sehingga lebih mudah ditemukan.
  3. Pasang perangkap papan,galon atau kardus: Contoh sederhananya, bayangkan papan sebagai "rumah singgah" palsu untuk siput. Basahi tanah terlebih dahulu, letakkan papan kayu, potongan kardus,galon bekas atau daun kubis di atas tanah kosong dekat tanaman, lalu periksa keesokan paginya. Siput yang bersembunyi di bawahnya tinggal Anda pungut.
  4. Gunakan kulit buah sebagai umpan: Kulit melon atau separuh jeruk bali bisa dijadikan jebakan. Letakkan dalam posisi terbalik di dekat tanaman yang sering diserang, lalu kumpulkan dan musnahkan siput yang menempel setiap hari.
  5. Buat perangkap cairan beragi: Tanam wadah dangkal hingga bibirnya rata dengan tanah, lalu isi dengan cairan beragi. Berdasarkan penjelasan Northwest Center for Alternatives to Pesticides, aroma cairan tersebut menarik siput, yang kemudian masuk dan tenggelam, sehingga siput yang terjebak perlu dibuang setiap hari dan cairannya diganti setiap empat hari.
  6. Musnahkan siput yang terkumpul: Masukkan siput hasil buruan ke dalam air sabun. Jika tidak ingin membunuhnya, Anda bisa memindahkannya jauh dari kebun, misalnya ke area semak yang tidak ditanami.

Perlu diingat, perangkap cairan punya jangkauan terbatas. Merujuk ulasan Vegalab yang mengutip University of California IPM, perangkap ini kurang efektif dibanding tenaga yang dikeluarkan, karena hanya menarik siput dalam radius beberapa kaki dan umpannya harus ditambah setiap beberapa hari. Karena itu, gunakan perangkap juga sebagai alat pantau untuk melihat seberapa parah serangan siput di kebun Anda.

3. Pasang Penghalang Fisik dan Gunakan Umpan yang Aman

Jika populasi sudah berkurang, tugas Anda selanjutnya adalah menjaga agar siput baru tidak kembali menyerang. Bagian terakhir dari cara membasmi siput kebun sampai tuntas ini berfokus pada perlindungan tanaman yang paling rentan, seperti bibit dan sayuran daun, sekaligus memilih umpan yang tidak membahayakan hewan peliharaan.

  1. Pasang pita atau cincin tembaga: Tembaga bekerja sebagai pagar yang tidak disukai siput. Cincin tembaga bisa dipasang mengelilingi pot atau tanaman tertentu. Pastikan lebarnya cukup agar seluruh tubuh siput menyentuh permukaannya.
  2. Taburkan cangkang telur atau tanah diatom: Tekstur tajam membuat siput enggan melintas. Cangkang telur yang ditumbuk kasar bisa Anda manfaatkan sebagai penghalang dari bahan alami. Untuk tanah diatom (diatomaceous earth), seperti yang diberitakan AOL, pakar hortikultura Oregon State University Heather Stoven mengingatkan bahwa bahan ini hanya bekerja saat kering, sehingga jika basah harus diganti dengan yang baru.
  3. Rendam kaki pot dalam air: Untuk tanaman dalam pot, cara ini cukup jitu. Sebagaimana dikutip dari Homes & Gardens, siput tidak akan menyeberangi genangan air, jadi angkat pot di atas penyangga lalu letakkan di atas tatakan berisi air, dan pastikan airnya selalu terisi.
  4. Tanam tanaman yang tidak disukai siput: Beberapa tanaman beraroma kuat bisa membantu mengurangi serangan. Anda bisa melihat daftar tanaman pengusir siput seperti bawang putih, lalu menanamnya di sela-sela tanaman sayur.
  5. Pilih umpan berbahan besi fosfat: Jika serangan sudah parah, umpan siap pakai bisa jadi andalan. Mengutip GardenROI yang merujuk program IPM UC Davis, besi fosfat membuat siput berhenti makan dalam 3-6 jam setelah tertelan dan siput mati dalam 3-7 hari, sementara bahan aktifnya terurai di tanah menjadi zat besi dan fosfat yang merupakan nutrisi tanaman.
  6. Hindari umpan metaldehida: Umpan jenis lama ini memang murah, tetapi berisiko. Sebagaimana diungkapkan Living with Bugs, metaldehida sangat berbahaya bagi hewan peliharaan dan satwa liar yang menelan umpan tersebut.
  7. Tabur umpan secukupnya: Jangan menebar pelet di seluruh kebun. Taburkan hanya di sekitar tanaman yang paling rentan, supaya predator alami siput tetap datang ke kebun Anda.

Tips singkat: selalu baca dan ikuti petunjuk pada label produk sebelum memakai umpan apa pun. Simpan kemasannya di tempat yang tidak terjangkau anak-anak dan hewan peliharaan.

Kesalahan dan Fakta Penting agar Siput Tidak Datang Lagi

Banyak pekebun merasa sudah berusaha keras, tetapi siput selalu kembali. Biasanya, penyebabnya adalah beberapa kebiasaan kecil yang tanpa sadar justru menguntungkan siput. Siput dan bekicot bersifat hermafrodit dan bertelur di tanah lembap atau di bawah puing, sehingga siklus hidupnya bisa berlangsung sepanjang tahun di iklim tropis seperti Indonesia.

Dr Hayley Jones, entomolog Royal Horticultural Society, dikutip dari RHS menyatakan, "Anda tidak akan pernah bisa menyingkirkan siput sepenuhnya. Inggris memiliki kondisi yang ideal bagi siput. Tapi di sisi lain, mengapa Anda ingin melakukannya?"

  • Menabur garam langsung ke tanah: Garam memang cepat membunuh siput, tetapi efek sampingnya merugikan. Garam yang menumpuk bisa merusak struktur tanah dan mengganggu pertumbuhan tanaman Anda dalam jangka panjang.
  • Meremehkan kecepatan berkembang biak siput: Siput yang tampak sedikit bisa cepat berlipat ganda. Luong menyebut sebagian spesies bisa bertelur hingga 500 butir sepanjang hidupnya, dalam satu tahun.
  • Hanya mengandalkan satu metode: Perangkap saja atau penghalang saja jarang berhasil. Kombinasikan pembersihan habitat, pemungutan manual, penghalang, dan umpan agar hasilnya lebih terasa.
  • Mengabaikan predator alami: Burung, katak, kodok, dan kumbang tanah adalah pemakan siput gratis. Dilansir dari BBC Gardeners' World, semak dan pohon akan menarik burung pemakan siput, sementara kolam kecil menjadi tempat bagi kadal air, katak, dan kodok yang juga melahap siput.
  • Terlambat bertindak setelah hujan lebat: Waktu Anda bertindak sangat menentukan. Siput biasanya paling banyak muncul sekitar 2-3 minggu setelah hujan lebat, jadi mulailah pemantauan begitu musim hujan datang.
  • Membiarkan bibit tanpa perlindungan: Tanaman muda adalah sasaran favorit siput. Seekor siput bisa menghabiskan satu bibit hanya dalam semalam, sehingga area persemaian perlu dijaga paling ketat.
  • Menyemprot cairan secara berlebihan: Sebagian pekebun memakai semprotan larutan cuka untuk siput yang terlihat. Pakai seperlunya dan langsung ke tubuh siput, jangan disemprotkan ke seluruh daun tanaman.
  • Lupa bahwa siput juga punya peran: Tidak semua siput adalah hama. Sebagian justru membantu mengurai bahan organik dan menjadi makanan satwa lain di kebun.

Helen Bostock, spesialis senior satwa liar RHS, dikutip dari Malay Mail menyatakan, "Meskipun sejumlah kecil siput dan bekicot dapat merusak tanaman tertentu, secara keseluruhan mereka membawa banyak manfaat bagi kebun dan berkontribusi pada ekosistem yang seimbang."

Imogen Cavadino, entomolog di RHS dan Newcastle University, dikutip dari Newcastle University menyatakan, "Siput dan bekicot umum terlihat di kebun, tetapi kami masih memiliki sedikit pemahaman tentang spesies apa yang aktif di Inggris dan ukuran populasinya."

Manfaat utama memahami fakta-fakta ini bagi Anda adalah strategi yang lebih tepat sasaran. Fokuskan perlindungan pada tanaman yang benar-benar rentan, bukan berperang melawan setiap siput di seluruh halaman.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Siput Kebun

Kapan waktu terbaik untuk memungut siput di kebun?

Waktu terbaik adalah malam hari setelah gelap atau pagi-pagi sekali, karena siput aktif makan di malam hari dan bersembunyi saat siang. Menyiram kebun sebelum berburu juga membantu memancing siput keluar dari persembunyian.

Apakah umpan siput aman untuk kebun yang ada hewan peliharaannya?

Umpan berbahan besi fosfat umumnya dinilai lebih aman dibanding umpan metaldehida yang berbahaya bagi anjing dan satwa lain. Tetap gunakan sesuai petunjuk label dan taburkan hanya di sekitar tanaman yang rentan.

Berapa lama siput kebun bisa benar-benar berkurang?

Biasanya penurunan mulai terasa setelah beberapa minggu jika Anda konsisten membersihkan habitat, memungut siput, dan memasang perangkap setiap malam.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6