Cara Menanam Bunga Puring agar Subur dan Warnanya Tetap Cerah

Cara menanam bunga puring dari menyiapkan media, stek dan cangkok, menanam bibit, sampai merawatnya supaya daun tetap cerah dan tanaman subur.

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang membeli puring karena suka warna daunnya, tapi beberapa bulan kemudian kecewa karena daunnya memudar jadi hijau polos. Sebenarnya cara menanam bunga puring cukup sederhana: siapkan media yang gembur, pakai bibit dari stek atau cangkok, dan taruh tanaman di tempat yang terang.

Setelah itu, yang menentukan adalah penyiraman yang pas dan pemupukan rutin. Kalau kamu sudah paham cara menanam bunga puring dari awal, tanaman ini bisa tumbuh rimbun di pot maupun di halaman.

Marzena Rewers, horticulturist, dikutip dari Blooming Expert menyatakan, "Puring memang dikenal sebagai tanaman hias yang butuh perawatan ekstra, tetapi tantangannya hanya ada pada dua hal: tingkat cahaya dan paparan embusan angin dingin."

1. Menyiapkan Media Tanam Puring di Tanah dan di Pot

Langkah pertama dalam cara menanam bunga puring adalah menyiapkan media tanam. Puring memang gampang beradaptasi, tapi media yang gembur dan cepat meresapkan air membuat akarnya berkembang lebih cepat. Kamu bisa menanam langsung di tanah halaman atau di pot, tergantung ruang yang ada.

Dilansir dari Bunnings, tanah lempung berpasir yang masih bisa menahan sedikit air tapi tetap cepat meresapkannya adalah media terbaik untuk puring. Tanaman ini tidak tahan "kaki basah" dan akan menggugurkan daun kalau kondisinya tidak cocok.

Kalau tanahnya berat, buat gundukan tanam yang lebih tinggi dari permukaan tanah supaya air mengalir dengan baik.

Media Tanam Langsung di Tanah

  1. Siapkan lebih awal: Olah lahan sekitar 2 minggu sebelum menanam supaya kondisi tanah lebih stabil.
  2. Pilih lokasi yang bersih: Pastikan area tanam bebas dari limbah dan polusi, lalu buang rumput liar, kerikil, dan sampah yang bisa mengganggu pertumbuhan.
  3. Gemburkan tanah: Cangkul atau gali tanah dengan sekop sampai teksturnya remah dan tidak padat.
  4. Beri pupuk dasar: Campurkan pupuk organik granul atau kompos sekitar 100 gram per tanaman ke tanah yang sudah digemburkan.
  5. Buat gundukan bila perlu: Kalau tanah di halamanmu liat dan lambat meresapkan air, tinggikan bedengan supaya akar tidak tergenang.

Media Tanam di Pot

  1. Pilih pot berlubang: Gunakan pot yang punya lubang drainase di bagian bawah supaya air berlebih bisa keluar.
  2. Campur media: Gunakan tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 5:5:1, lalu aduk sampai rata.
  3. Perhatikan keasaman media: Mengutip Healthy Houseplants, puring lebih suka media yang cepat meresapkan air, subur, dan sedikit asam, dengan pH ideal 5,5 sampai 6,5. Campuran yang baik bisa berisi gambut, perlit, dan kulit kayu pinus supaya drainase dan sirkulasi udaranya lancar.
  4. Masukkan ke pot dan siram: Isi pot dengan campuran media, lalu siram secukupnya sampai lembap tapi tidak becek.
  5. Tambahkan pupuk cair organik: Larutkan pupuk organik cair khusus tanaman hias ke dalam air, lalu siramkan ke media sebelum dipakai menanam.

2. Membuat Bibit Puring dengan Stek Batang atau Cangkok

Bibit berkualitas sangat menentukan hasil akhir, jadi bagian ini termasuk tahap terpenting dalam cara menanam bunga puring. Kamu tidak perlu membeli tanaman baru, karena puring di rumah bisa diperbanyak sendiri dengan stek atau cangkok.

Sebagaimana dilaporkan Gardening Know How, ada dua pilihan perbanyakan puring, yaitu stek dan cangkok. Simpan stek di tempat terang dengan suhu hangat yang stabil, sekitar 21 sampai 27 derajat Celsius.

Selama suhunya masih di kisaran itu, stek biasanya mulai berakar dalam sebulan. Daun muda awalnya berwarna hijau dan baru menampilkan warna mencolok ketika sudah dewasa.

Cara Stek Batang Puring

  1. Pilih batang induk: Ambil batang dari tanaman yang sehat, tidak berpenyakit, dan daunnya segar.
  2. Potong dengan alat steril: Merujuk Gardener's Supply, pilih batang dewasa yang kira-kira setebal pensil, lalu potong rapi dengan sudut 45 derajat tepat di atas ruas daun.
  3. Rangsang pertumbuhan akar: Celupkan ujung potongan ke hormon perangsang akar. Sebagai alternatif organik, rendam potongan selama sekitar 30 menit dalam larutan pupuk organik cair khusus tanaman hias (kira-kira 250 ml per 5 liter air).
  4. Kurangi daun dan tanam: Pangkas daun bagian atas, tanam stek di pot kecil berisi media yang agak berpasir, lalu tutup dengan kantong plastik bening supaya kelembapannya tetap tinggi.
  5. Jaga kelembapan media: Jaga media tetap lembap tapi tidak sampai becek, sampai muncul tunas atau daun baru.

Cara Cangkok Puring

  1. Pilih cabang tua yang sehat: Cangkok paling cocok untuk tanaman induk yang sudah tua, besar, dan batang bawahnya mulai gundul.
  2. Kerok kulit batang: Kerok kulit batang dengan pisau tajam yang steril, bersihkan lendir yang keluar, lalu buang daun yang paling dekat dengan bekas kerokan.
  3. Bungkus dengan media lembap: Sebagaimana dikutip dari The Plant Index, lukai batang di bawah tajuk, bungkus dengan lumut sphagnum lembap yang ditutup plastik, lalu potong di bawah gumpalan akar baru setelah akar memenuhi lumut. Kamu juga bisa memakai tanah steril dan sabut kelapa yang sudah dibasahi pupuk organik cair.
  4. Siram rutin: Basahi cangkokan sekali sehari sampai akarnya terlihat menembus pembungkus.
  5. Potong dan pindahkan: Akar biasanya baru muncul setelah lebih dari 3 minggu, bahkan bisa sampai sekitar 8 sampai 12 minggu. Setelah akarnya cukup banyak, potong cabang dan bibit siap ditanam.

3. Menanam Bibit Puring ke Pot atau Lahan

Setelah bibit stek atau cangkok siap, kamu masuk ke inti cara menanam bunga puring, yaitu memindahkannya ke media permanen. Lakukan dengan hati-hati supaya akar muda tidak patah.

Berdasarkan panduan UF/IFAS Gardening Solutions, puring di taman sebaiknya ditanam dengan jarak sekitar 60 sampai 90 cm.

Puring tumbuh subur di cuaca hangat dan lembap, dan perlu sering disiram tapi tidak berlebihan. Daun muda akan layu saat kekurangan air, sehingga bisa kamu jadikan patokan kapan harus menyiram.

  1. Siapkan bibit: Pilih bibit hasil stek atau cangkok yang akarnya sudah cukup banyak dan muncul daun baru.
  2. Buat lubang tanam: Gali lubang di media pot atau lahan, kurang lebih seukuran gumpalan akar bibit.
  3. Masukkan bibit: Letakkan bibit tegak di tengah lubang tanpa menekan akarnya terlalu keras.
  4. Timbun dengan tanah: Tutup lubang dengan media sampai sebagian pangkal bibit terbenam, lalu padatkan sedikit di sekelilingnya.
  5. Siram secukupnya: Siram perlahan sampai media lembap merata.
  6. Biasakan dengan cahaya secara bertahap: Sebagaimana disampaikan ClassyPlants, taruh tanaman di tempat teduh lebih dulu, lalu dekatkan ke cahaya yang lebih terang secara bertahap selama seminggu supaya daunnya tidak gosong.
  7. Beri penyangga bila perlu: Kalau anginnya kencang, ikat batang ke tiang kayu atau besi supaya tanaman tetap tegak dan tidak roboh.

4. Merawat dan Memupuk Puring agar Daunnya Berwarna Cerah

Perawatan rutin adalah bagian dari cara menanam bunga puring yang paling sering dianggap remeh. Padahal di tahap inilah warna daun terbentuk, dan cahaya, air, suhu, serta pupuk saling berpengaruh.

Mengacu pada Houseplant 101, hilangnya corak dan warna daun hampir selalu disebabkan kurangnya cahaya. Tanaman memproduksi lebih banyak klorofil untuk mengimbanginya, sehingga bagian daun yang berwarna kembali menjadi hijau.

  1. Cukupi cahaya: Taruh puring di tempat yang terang. Dalam praktiknya, warna daun puring makin cerah saat terkena matahari yang cukup, tapi tetap lindungi dari terik siang yang terlalu menyengat.
  2. Siram sesuai musim: Saat kemarau, siram dua kali sehari, pagi dan sore. Saat musim hujan, cukup sekali sehari atau tidak perlu sama sekali kalau tanah masih lembap. Air yang terlalu banyak justru bisa membuat akar busuk.
  3. Jaga suhu tetap hangat: Seperti yang diberitakan Garden Lovers Club, puring menyukai cuaca hangat dan tumbuh paling baik di suhu sekitar 21 derajat Celsius. Suhu di bawah sekitar 15 derajat Celsius atau embusan angin dingin bisa membuat daunnya rontok, bahkan tanamannya bisa mati. Di Indonesia, hal ini perlu diperhatikan kalau puring ditaruh dekat AC.
  4. Pupuk rutin setiap minggu: Larutkan sekitar 20 ml pupuk organik cair khusus tanaman hias dalam 1 liter air, lalu semprotkan ke permukaan bawah daun dan seluruh bagian tanaman.
  5. Tambah nutrisi berkala: Setiap 2 sampai 3 bulan, tebarkan pupuk organik granul sekitar 100 gram per tanaman di permukaan media, karena unsur hara di tanah terus berkurang diserap tanaman.
  6. Pangkas secara teratur: Potong tangkai dan daun yang terlalu lebat supaya tanaman lebih rapi, bentuknya bisa diatur, dan tunas baru muncul lebih cepat.
  7. Bersihkan gulma: Cabut rumput liar di sekitar pot atau lahan supaya tidak berebut nutrisi dengan puring.

Kesalahan yang Sering Terjadi dan Tips Penting Menanam Puring

Banyak yang sudah mengikuti langkah dengan benar, tetapi tetap kecewa karena beberapa hal kecil yang terlewat. Sebagai gambaran, puring yang bernilai ekonomis tinggi ini cukup peka terhadap perubahan lingkungan, jadi detail perawatan berpengaruh besar.

Sebagaimana diungkapkan Ambius, puring tumbuh paling baik di media yang drainasenya lancar, tetapi tetap cukup lembap. Kalau media terlalu banyak menahan air, tanaman bisa terkena busuk akar.

  • Lupa memakai sarung tangan: Menurut NC State Extension, getah bening yang keluar dari daun atau batang yang terpotong bisa mengiritasi jaringan lunak dan menyebabkan gatal serta bengkak. Cuci tangan sampai bersih setelah memegang tanaman dan jauhkan tangan dari mata. Getahnya juga bisa meninggalkan noda permanen di kain.
  • Membiarkan udara terlalu kering: Menurut Gardenia.net, tungau laba-laba berkembang di kondisi kering dan mengisap cairan daun sampai daun menguning dan muncul jaring halus. Atasi dengan menaikkan kelembapan dan mencuci tanaman dengan air, atau pakai mitisida bila perlu.
  • Terlalu sering memindahkan pot: Puring cenderung menggugurkan daun saat stres karena pindah lokasi, penyiraman yang tidak konsisten, atau suhu ekstrem. Tentukan satu tempat yang terang, lalu biarkan di sana.
  • Menyiram tanpa mengecek media: Sebelum menyiram, tekan media dengan jari. Kalau lapisan atasnya masih basah, tunda dulu supaya akar tidak tergenang.
  • Panik melihat daun baru berwarna hijau: Itu normal karena daun muda memang hijau dan warnanya baru keluar setelah dewasa. Selama cahayanya cukup, bersabarlah beberapa minggu.
  • Menaruh dekat jangkauan anak dan hewan peliharaan: Semua bagian puring mengandung senyawa yang bisa mengiritasi, jadi taruh pot di tempat yang tidak mudah dijangkau anak kecil atau hewan.
  • Membiarkan pot terlalu sesak: Kalau akar sudah memenuhi pot, pindahkan puring ke pot satu ukuran lebih besar dan ganti medianya supaya tetap subur.

Supaya lebih mudah diingat, berikut ringkasan kondisi ideal untuk menanam puring berdasarkan panduan di atas.

Aspek Kondisi Ideal Tanda Ada Masalah
Cahaya Terang, terlindung dari terik siang Daun baru hijau polos, warna memudar
Media tanam Gembur, cepat meresapkan air, sedikit asam (pH 5,5–6,5) Air tergenang, akar busuk
Penyiraman Lembap stabil, 1–2 kali sehari sesuai musim Daun muda layu atau daun rontok
Suhu Hangat, sekitar 21–27 derajat Celsius Daun gugur saat terkena angin dingin
Pemupukan Pupuk cair mingguan, pupuk granul tiap 2–3 bulan Pertumbuhan lambat, daun kusam
Hama Udara cukup lembap, daun rutin dibersihkan Bintik pucat dan jaring halus di balik daun

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Bunga Puring

1. Bagaimana cara menanam bunga puring dari stek batang?

Pilih batang puring yang sehat, potong menggunakan alat steril, lalu tanam dalam pot berisi media yang agak berpasir. Jaga kelembapan media dan letakkan di tempat terang dengan suhu hangat.

2. Berapa lama stek bunga puring mulai berakar?

Stek puring biasanya mulai berakar dalam waktu sekitar satu bulan jika disimpan di tempat terang dengan suhu hangat yang stabil, sekitar 21–27 derajat Celsius.

3. Bagaimana cara menanam bunga puring hasil cangkok?

Setelah akar cangkok tumbuh cukup banyak, potong cabang di bawah bagian akar, lalu pindahkan ke pot berisi media tanam yang sesuai. Lakukan dengan hati-hati agar akar muda tidak rusak.

4. Berapa jarak tanam bunga puring di taman?

Berdasarkan panduan UF/IFAS Gardening Solutions, bunga puring yang ditanam di taman sebaiknya diberi jarak sekitar 60–90 cm agar memiliki ruang untuk tumbuh.

5. Bagaimana cara merawat bunga puring setelah ditanam?

Jaga media tetap lembap tanpa membuatnya becek, sesuaikan penyiraman dengan kondisi tanaman, dan biasakan puring dengan cahaya terang secara bertahap selama sekitar satu minggu. Gunakan penyangga jika batang mudah roboh akibat angin kencang.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6