Mengenal Tanaman Puring yang Cantik dan Kaya Manfaat Kesehatan

Tanaman puring tak hanya dikenal sebagai tanaman hias berwarna cantik, tetapi juga dipercaya bermanfaat untuk kesehatan dan pencernaan.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman puring (Codiaeum variegatum L.) atau yang juga dikenal sebagai kroton merupakan salah satu tanaman hias bernilai ekonomis tinggi. Dahulu, puring identik sebagai tanaman pagar atau tanaman yang banyak tumbuh di area pemakaman. kkini, puring semakin populer sebagai tanaman hias karena memiliki bentuk, warna, dan corak daun yang sangat beragam serta menarik perhatian para pecinta tanaman.

Melansir IPB Digitani, Selasa, 12 Mei 2026, keindahan daun puring menjadi daya tarik utama tanaman ini. Setiap jenis puring memiliki karakteristik unik, mulai dari bentuk daun yang memanjang, melengkung, hingga bercorak warna hijau, kuning, merah, oranye, dan ungu. 

Tak hanya mempercantik lingkungan, puring juga dikenal memiliki kemampuan membantu mendegradasi polutan sehingga sering dimanfaatkan sebagai tanaman pendukung penghijauan di area rumah maupun perkotaan. Kehadirannya mampu memberikan kesan asri sekaligus membantu meningkatkan kualitas udara.

Menariknya lagi, tanaman puring mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti terpenoid, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan tersebut membuat puring tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tetapi juga digunakan sebagai tanaman herbal tradisional di beberapa negara.

Di wilayah Pasifik Selatan seperti Fiji, Papua Nugini, Hawai, hingga sejumlah daerah di Bangladesh, masyarakat telah lama memanfaatkan tanaman puring sebagai obat tradisional untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Beberapa manfaat yang dipercayai dimiliki oleh tanaman hias ini adalah sebagai berikut:

Dipercaya Bantu Melancarkan Keringat dan Redakan Sakit Perut

Daun puring muda dipercaya bermanfaat untuk membantu memperlancar keluarnya keringat. Dalam pengobatan herbal, keluarnya keringat dianggap dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan segar. Karena itu, rebusan daun puring kerap dikonsumsi secara rutin oleh sebagian masyarakat sebagai ramuan alami.

Selain itu, daun puring dipercaya dapat membantu meredakan sakit perut ringan. Cara tradisional yang biasa dilakukan adalah dengan memetik beberapa lembar daun puring muda, lalu mencucinya hingga bersih. Setelah itu, daun ditumbuk sampai halus dan dioleskan atau dibalurkan pada area perut yang terasa sakit.

Meski telah lama digunakan sebagai obat tradisional di beberapa daerah, manfaat tanaman puring untuk kesehatan masih memerlukan penelitian lebih lanjut secara ilmiah. Karena itu, penggunaannya sebaiknya tetap dilakukan dengan bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis apabila keluhan berlanjut.

Puring Dipercaya Bantu Atasi Cacingan dan Gangguan Pencernaan

Sementara, ranting muda puring secara tradisional digunakan sebagai obat cacing sekaligus penambah nafsu makan. Cara penggunaannya dilakukan dengan merebus ranting muda puring, kemudian air rebusannya diminum secara teratur. Ramuan tradisional ini dipercaya dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan meningkatkan selera makan.

Tak hanya itu, akar tanaman puring diyakini bermanfaat untuk membantu melancarkan sistem pencernaan. Dalam pengobatan tradisional, akar puring sering digunakan untuk membantu mengatasi perut mulas, sembelit, hingga kesulitan buang air besar.

Cara pengolahannya dilakukan dengan menghaluskan bagian tanaman puring bersama tiga lembar daun dadap. Setelah itu, tambahkan sedikit air, aduk hingga merata, lalu saring campuran tersebut dan ambil air hasil saringannya untuk diminum. 

Batang Puring Digunakan dalam Pengobatan Tradisional Sipilis

Dalam pengobatan tradisional, batang tanaman puring juga dipercaya dimanfaatkan untuk membantu mengatasi penyakit menular seksual seperti sifilis. Cara pengolahannya dilakukan dengan merebus batang puring ke dalam lima gelas air hingga mendidih dan airnya berkurang sekitar setengahnya.

Setelah dingin, air rebusan tersebut biasanya diminum sebanyak tiga kali sehari. Karena rasanya cukup pahit, sebagian orang menambahkan gula agar lebih mudah dikonsumsi.

Meski tanaman puring dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan dan kerap digunakan sebagai ramuan herbal tradisional, penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Pengolahan tanaman obat tidak bisa dilakukan sembarangan karena membutuhkan pengetahuan mengenai jenis tanaman, teknik pengolahan, metode penyimpanan, hingga aturan konsumsi yang tepat.

Selain itu, manfaat tanaman puring sebagai obat herbal masih memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Karena itu, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli herbal sebelum mengonsumsi ramuan alami, terutama untuk mengatasi penyakit tertentu.