Mohamed Ouahbi Akui Prancis Lebih Baik daripada Maroko di Piala Dunia 2026

Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi mengakui keunggulan Prancis usai takluk 0-2 di perempat final Piala Dunia 2026, menyoroti kualitas individu dan kedalaman skuad,

OlehThomas
Diterbitkan 10 Juli 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim nasional Maroko harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 dari Prancis dalam pertandingan perempat final. Kekalahan ini membuat pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, secara terbuka mengakui keunggulan kualitas tim lawan. Pertandingan krusial tersebut berlangsung di Stadion Boston Stadium, Amerika Serikat, pada Jumat, 9 Juli 2026, atau dini hari 10 Juli 2026 WIB.

Dalam laga tersebut, Prancis berhasil mencetak dua gol kemenangan melalui Kylian Mbappe pada menit ke-60 dan Ousmane Dembele pada menit ke-66. Sebelumnya, Maroko sempat memiliki harapan ketika kiper Yassine Bono berhasil menyelamatkan tendangan penalti Kylian Mbappe di babak pertama, menjaga skor tetap imbang.

Ouahbi sendiri tidak menampik bahwa timnya menghadapi lawan yang sangat tangguh. Ia mengakui Maroko mengalami kesulitan signifikan, terutama pada babak pertama pertandingan.

Ouahbi Soroti Kualitas Individu dan Kedalaman Skuad Prancis

"Kami harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami sangat kesulitan pada babak pertama, dan penyelamatan penalti Bounou membuat kami tetap bertahan dalam pertandingan. Pada babak kedua kami bertahan lebih baik dan lebih tenang saat menguasai bola. Pada akhirnya, itu ditentukan oleh aksi individu luar biasa dari Mbappe," kata Mohamed Ouahbi, usai pertandingam, Jumat (10/7/2026).

Pelatih Ouahbi secara spesifik menyoroti kualitas individu Kylian Mbappe sebagai faktor penentu dalam pertandingan tersebut. Ia juga mengakui adanya kesenjangan yang cukup besar antara skuadnya dengan tim Prancis, yang menurutnya memiliki penyerang berbakat dengan daya jelajah tinggi.

"Mereka memiliki penyerang yang sangat berbakat, dan punya daya jelajah tinggi. Mereka tidak mudah frustasi dan memiliki tekad kuat untuk melangkah jauh," ujar Ouahbi, menjelaskan karakteristik tim Prancis.

Ia menambahkan bahwa Prancis adalah tim yang sangat solid, piawai dalam situasi transisi permainan, dan telah tampil di dua final Piala Dunia terakhir, menunjukkan konsistensi mereka. Ouahbi juga memuji kerja keras para pemain Prancis di lapangan, yang berkontribusi pada kekuatan tim secara keseluruhan.

Keterbatasan Skuad dan Kebanggaan Maroko

Meski kecewa dengan hasil akhir, Ouahbi menilai timnya telah berjuang maksimal di tengah berbagai keterbatasan. Ia menyebutkan minimnya opsi pemain di bangku cadangan akibat cedera, absennya beberapa pemain kunci, serta kelelahan akibat jadwal pertandingan yang padat.

Ouahbi menyatakan kebanggaannya terhadap para pemainnya dan meminta mereka untuk tetap tegak kepala. "Saya berpesan kepada para pemain saya untuk tetap tegak kepala karena kami telah memberikan segalanya," tegasnya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Perjuangan tim Maroko, lanjut Ouahbi, tidak hanya mewakili negaranya, tetapi juga membawa harapan besar bagi masyarakat Maroko serta pendukung dari Asia dan Afrika.

Optimisme untuk Masa Depan Sepak Bola Maroko

Meskipun langkah mereka terhenti di perempat final, Ouahbi tetap optimistis mengenai masa depan sepak bola Maroko. Ia percaya bahwa jika perkembangan tim terus berlanjut, masa depan yang cerah menanti.

"Banyak orang melihat diri mereka pada tim ini, dan kami akan terus bekerja untuk memenangkan gelar di masa depan," ungkap Ouahbi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Top 3 Berita Bola: Prediksi Cristiano Ronaldo soal Piala Dunia 2026

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan