Liputan6.com, Jakarta Udara yang terasa lengket, kaca jendela berembun, dan bau apek yang menempel menandakan kelembaban di dalam ruangan sudah melewati batas nyaman. Cara mengurangi kelembaban ruangan sebetulnya dapat dimulai dari langkah sederhana, mulai dari membuka jendela hingga memanfaatkan alat penyerap uap air.
Kuncinya ada pada tiga hal, yaitu memperlancar sirkulasi udara, mengendalikan sumber air, dan memakai penyerap yang sesuai. Semakin cepat ditangani, semakin kecil peluang jamur, tungau, dan bakteri berkembang di dalam hunian.
Dilansir dari Environmental Protection Agency (EPA), kelembapan relatif (relative humidity) di dalam ruangan idealnya dijaga pada kisaran 30–50 persen. EPA juga menyarankan agar kelembapan tidak melebihi 60 persen karena kondisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan jamur, tungau debu, dan berbagai alergen yang berpotensi memengaruhi kesehatan. Karena itu, memahami cara mengurangi kelembapan ruangan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan penghuni rumah.
Advertisement
Perlancar Ventilasi dan Sirkulasi Udara Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7827757/original/093294700_1780647435-jendela_jadul4.jpg)
Sirkulasi udara yang buruk membuat udara lembap terperangkap sehingga meningkatkan risiko kondensasi pada permukaan yang lebih dingin, seperti dinding atau jendela, dan membuat ruangan terasa pengap. Karena itu, cara mengurangi kelembaban ruangan yang paling murah dan mendasar adalah memperlancar aliran udara agar uap keluar dan digantikan udara segar, sebuah langkah yang juga ampuh untuk mengatasi rumah yang terasa pengap.
Chris Coleman, pakar kualitas udara sekaligus VP of Marketing di DH Lifelabs, dikutip dari Homes & Gardens, menyebut ventilasi silang dengan membuka jendela di dua sisi rumah sebagai cara sederhana mengurangi kelembapan. Ia juga menyarankan penggunaan exhaust fan di dapur dan kamar mandi untuk membantu membuang udara lembap.
-
Buka Jendela di Dua Sisi: Terapkan ventilasi silang dengan membuka bukaan pada dua sisi ruangan yang berseberangan, terutama pada pagi hari sekitar 15–30 menit atau sesuai kondisi cuaca dan kelembapan udara luar. Kebiasaan sederhana ini menjadi fondasi dalam mengatasi kamar lembap dan bau.
-
Bersihkan dan Tambah Ventilasi: Jendela dan lubang angin yang kotor menghambat udara serta cahaya matahari masuk. Bersihkan secara berkala dan pastikan luas ventilasi memadai terhadap ukuran ruangan.
-
Nyalakan Kipas Angin: Kipas tidak menghilangkan uap air secara langsung, tetapi mempercepat penguapan dari permukaan basah dan meratakan aliran udara sehingga kelembaban tidak menumpuk di satu titik.
-
Buka Pintu Antar-Ruangan dan Lemari: Sesekali buka pintu kamar dan lemari agar udara dapat bersirkulasi dengan baik. Langkah ini membantu mencegah kelembapan terjebak yang dapat memicu bau apek dan pertumbuhan jamur.
-
Beri Jarak Furnitur dari Dinding: Perabot yang menempel rapat menutup jalur udara di belakangnya. Beri celah beberapa sentimeter agar tidak muncul jamur di dinding maupun bagian belakang furnitur.
Perlu diingat, ventilasi hanya membantu bila udara di luar lebih kering daripada di dalam; saat hujan atau udara luar pekat, tutup jendela agar uap air tidak justru masuk. Penerapan ventilasi yang baik dapat membantu mengurangi kelembapan dan rasa pengap tanpa harus melakukan renovasi besar, meskipun efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi cuaca, desain rumah, dan tingkat kelembapan udara di luar.
Advertisement
Manfaatkan Alat Elektronik Penurun Kelembaban
Jika ventilasi alami belum cukup, cara mengurangi kelembaban ruangan berikutnya adalah mengandalkan perangkat yang dirancang menarik uap air. Jika ventilasi alami belum cukup, cara mengurangi kelembapan ruangan berikutnya adalah memanfaatkan dehumidifier, AC, atau exhaust fan. Pemilihan kapasitas alat sebaiknya disesuaikan dengan luas ruangan dan kondisi ventilasinya agar kinerjanya lebih optimal.
Bethany Uribe, pakar dehumidifier dari ASAP Restoration, sebagaimana dikutip dari Homes and Gardens, menjelaskan, "Pada dasarnya, dehumidifier menarik uap air dari udara dengan mengembunkannya lalu menampungnya di dalam wadah."
-
Jalankan Dehumidifier: Alat ini dibuat khusus untuk menurunkan kadar uap air. Versi portabel mudah dipindah antarruangan, dan tangki penampung perlu dikosongkan berkala kecuali unit sudah dilengkapi selang pembuangan.
-
Aktifkan Mode Dry pada AC: Gunakan mode Dry untuk membantu menurunkan kelembapan dengan pendinginan yang umumnya lebih ringan dibandingkan mode Cool.
-
Pasang Exhaust Fan: Kipas ini menyedot udara lembap, panas, dan berbau untuk dibuang ke luar. Biarkan menyala 15-20 menit setelah mandi atau memasak agar uap benar-benar terbuang.
-
Rawat dan Bersihkan Filter: Filter AC yang kotor dapat menurunkan efisiensi pendinginan dan kemampuan AC mengurangi kelembapan, sekaligus berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.
Sebagaimana dijelaskan Mayo Clinic, kelembapan dalam ruangan di atas 50 persen dapat meningkatkan pertumbuhan jamur. Untuk membantu mencegahnya, Mayo Clinic menyarankan menggunakan dehumidifier pada area rumah yang berbau apek atau lembap serta membersihkan wadah penampung air dan kumparan kondensasinya secara rutin. Saat musim hujan, penggunaan dehumidifier dapat menjadi salah satu solusi praktis untuk mengurangi kelembapan di dalam rumah. Jangan tertukar dengan humidifier yang berfungsi menambah kelembapan udara sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi ruangan.
Gunakan Bahan Alami dan Tanaman Penyerap Kelembaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4772101/original/037083500_1710397187-beautiful-blooming-white-flowers-spathiphyllum.jpg)
Untuk ruangan kecil atau sudut tertentu, cara mengurangi kelembaban ruangan bisa memakai bahan alami yang murah dan mudah didapat. Selain membantu menyerap uap air, sebagian bahan ini sekaligus menetralkan bau, dan dapat dikombinasikan dengan tanaman tahan lembap di rumah agar ruangan tetap nyaman serta lebih estetis.
-
Sebar Silica Gel, Arang, atau Garam: Silica gel dan garam (terutama kalsium klorida) efektif menyerap kelembapan pada area kecil, sedangkan arang aktif lebih banyak membantu mengurangi bau dan dapat menyerap sedikit kelembapan.
-
Manfaatkan Produk Penyerap Lembab: Sachet penyerap berbahan kalsium klorida yang dijual bebas cukup dibuka lalu diletakkan di titik lembap. Butirannya akan mencair seiring menyerap air dan tinggal diganti bila penuh.
-
Letakkan Tanaman Tahan Lembap: Lidah mertua, sirih gading, peace lily, palem, dan English ivy dapat tumbuh baik di area yang cenderung lembap serta membantu meningkatkan kualitas udara. Meski demikian, tanaman tidak dirancang untuk menurunkan kelembapan ruangan secara signifikan seperti dehumidifier.
-
Rawat Tanaman dengan Benar: Gunakan pot berdrainase baik, hindari menyiram berlebihan, dan letakkan alas di bawah pot agar air tidak menguap kembali ke udara. Bersihkan daun secara rutin agar tanaman tetap sehat dan tampil optimal.
Meski bermanfaat, jumlah tanaman perlu dijaga karena terlalu banyak tanaman di ruang sempit justru dapat menambah uap air lewat proses transpirasi. Untuk area paling basah, pilih jenis tanaman yang tahan terhadap kondisi lembap seperti koleksi tanaman hias yang cocok ditempatkan di kamar mandi atau ruangan dengan kelembapan tinggi. Untuk hunian mungil, pertimbangkan pula tanaman hias yang sesuai dengan kondisi cahaya dan ukuran ruangan, serta sejumlah trik alami lain yang bisa dicoba.
Advertisement
Kendalikan dan Hilangkan Sumber Kelembaban
Sebaik apa pun alat yang dipakai, kelembaban akan terus kembali jika sumbernya dibiarkan. Karena itu, cara mengurangi kelembaban ruangan yang paling menentukan dalam jangka panjang adalah menutup jalan masuk sekaligus produksi uap air di dalam rumah, sebab kebocoran yang diabaikan cepat memicu tembok rumah berjamur dan lembap.
- Temukan dan Perbaiki Kebocoran: Periksa atap, pipa, dan sambungan yang rembes lalu tambal segera. Genangan air tersembunyi adalah tempat favorit jamur berkembang biak.
-
Jangan Menjemur Pakaian di Dalam: Air dari cucian basah akan menguap dan meningkatkan kadar kelembapan udara, terutama jika ruangan tidak memiliki sirkulasi yang baik.
-
Kurangi Uap saat Mandi dan Memasak: Batasi durasi mandi, hindari penggunaan air yang terlalu panas, dan gunakan exhaust fan untuk membantu membuang uap.
-
Jaga Permukaan Tetap Kering: Lap dapur setelah memasak, gunakan keset usai dari kamar mandi, dan hindari meletakkan handuk basah sembarangan agar uap tidak menumpuk.
-
Bersihkan Talang dan Balut Pipa Dingin: Pastikan talang tidak tersumbat supaya air hujan mengalir menjauhi bangunan. Beri insulasi pada pipa air dingin agar tidak "berkeringat" dan meneteskan embun.
-
Segel Celah dan Pakai Cat Anti Bocor:Â Tutup celah pada jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya udara lembap dari luar.
Mengutip Harvard Health bahwa aktivitas seperti memasak dan mandi dapat meningkatkan kelembapan dalam ruangan. Karena itu, penggunaan kipas kamar mandi saat mandi, penghisap asap di dapur, dan ventilasi pengering pakaian ke luar rumah dapat membantu mengurangi penumpukan uap air.
Tanda dan Bahaya Ruangan yang Terlalu Lembab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513210/original/008342900_1772005835-Cara_Membersihkan_Noda_Jamur_di_Gorden.jpg)
Mengenali gejalanya sejak dini membantu Anda bertindak sebelum kerusakan meluas. Berikut tanda umum ruangan terlalu lembap beserta dampaknya bagi kesehatan dan bangunan, yang lebih lengkap dapat dilihat pada daftar ciri ruangan lembab.
Sebagaimana disampaikan American Lung Association, kondisi rumah yang lembap dapat meningkatkan risiko paparan pemicu gangguan pernapasan, seperti tungau debu dan jamur. Karpet atau material rumah yang terus lembap juga dapat menjadi tempat berkembangnya alergen.
-
Udara terasa lengket dan berat: Uap air yang berlebih membuat keringat lebih sulit menguap sehingga tubuh terasa lebih gerah dan ruangan terasa tidak nyaman.
-
Kaca dan jendela berembun: Embun muncul akibat perbedaan suhu antara udara dalam ruangan dengan permukaan kaca yang lebih dingin, pertanda kelembaban sudah tinggi.
-
Bau apek yang membandel: Aroma pengap sulit hilang karena kelembapan dapat memicu pertumbuhan jamur, bakteri, serta membuat material seperti kain dan kayu menyimpan bau.
-
Bercak dan noda jamur: Muncul bintik hitam, hijau, atau keabu-abuan pada dinding, plafon, maupun sudut ruangan yang memiliki kelembapan tinggi.
-
Cat mengelupas dan atap keropos: Kelembapan dan rembesan air dapat menyebabkan cat mengelupas, muncul gelembung, serta mempercepat kerusakan material bangunan seperti plafon dan kayu.
-
Tungau dan alergen meningkat: Lingkungan lembap mempercepat perkembangan tungau debu di kasur yang bisa memicu gatal, bersin, dan reaksi alergi.
Merujuk Asthma and Allergy Foundation of America, kelembapan tinggi dapat mendukung perkembangan tungau debu dan jamur yang menjadi pemicu alergi serta dapat memperburuk gejala asma pada sebagian orang. Menurut berbagai panduan kualitas udara dalam ruangan, kelembapan relatif sekitar 30–50 persen umumnya dianggap nyaman dan membantu mengurangi risiko pertumbuhan jamur serta tungau. Selain menjaga kelembaban, Anda bisa menata tanaman yang bisa mendinginkan ruangan agar suasana terasa lebih segar.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengurangi Kelembaban Ruangan
Berapa tingkat kelembaban ideal di dalam ruangan?
Tingkat kelembaban yang ideal berada pada kisaran 30-50 persen dan sebaiknya tidak melebihi 60 persen. Di bawah 30 persen udara terlalu kering dan memicu kulit pecah-pecah, sedangkan di atas 60 persen jamur, tungau, serta bakteri mudah berkembang. Anda bisa memantaunya dengan alat sederhana bernama higrometer.
Apakah AC benar-benar bisa mengurangi kelembaban ruangan?
Bisa. Saat mendinginkan udara, AC menarik uap air dan mengembunkannya sehingga kadar kelembaban ikut turun. Untuk hasil maksimal, gunakan mode dry, tutup jendela dan ventilasi agar kerja mesin tidak berat, serta bersihkan filter secara rutin supaya AC tidak berubah menjadi sumber lembap dan bau.
Apa penyebab utama ruangan menjadi lembab?
Penyebab paling umum adalah sirkulasi udara yang buruk, kebocoran pada atap atau pipa, dan aktivitas harian seperti menjemur pakaian di dalam, memasak, serta mandi air panas. Iklim tropis yang lembap dan letak rumah di dekat pantai atau pegunungan juga membuat ruangan lebih rentan lembap meski ventilasi sudah cukup.
Menekan kelembaban bukan soal satu alat ajaib, melainkan kombinasi ventilasi, alat penyerap, tanaman, dan pengendalian sumber air yang dijalankan secara konsisten. Dengan begitu, rumah terasa lebih kering, lebih sehat, dan bebas jamur maupun bau apek sepanjang tahun, bahkan bisa dilengkapi trik agar rumah wangi seharian.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290859/original/043078400_1783497044-gOb1udRA88Wc7iDXWtVWYfGTmxwSthr7wU1wrOGn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292646/original/028409800_1783639977-Facundo_Tello.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261503/original/087816000_1671051714-AP22348707544069.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291915/original/079968300_1783579904-X7uoYjq1WaHBjsFyG1mlnzjlSdKG4D4clYf0Xbhx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292908/original/059959300_1783664277-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5335026/original/048206100_1756785814-girl-packs-backpack-school-schoolgirl-with-backpack.jpg)