Liputan6.com, Jakarta - Cara menyimpan gula agar tidak menggumpal saat udara lembap perlu diperhatikan dengan saksama. Salah-salah, gula pasir yang sebelumnya kering akan perlahan mencair dan lengket. Tak jarang, gula tersebut juga berubah warna dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
Masalah-masalah tersebut biasanya berkaitan dengan paparan kelembapan sehingga patut diperhatikan dengan baik. Utah State University Extension mengeluarkan panduan berjudul Storing Sugars yang menjelaskan bahwa gula pasir perlu disimpan dalam wadah kedap udara, tahan kelembapan, serta ditempatkan di lokasi sejuk dan kering.
Jika tidak disimpan dengan baik, gula pasir kemudian akan mengeras dan menggumpal sehingga menyulitkan penggunaannya. Jadi, bagaimana cara menyimpan dengan baik sesuai standar pangan? Simak selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Minggu (1/11).
Advertisement
1. Gunakan Wadah Kedap Udara untuk Menyimpan Gula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387625/original/012582800_1793522226-pexels-pavel-danilyuk-6996098.jpg)
Pemilihan wadah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas gula pasir. Wadah kedap udara membantu membatasi pertukaran udara antara bagian dalam dan luar sehingga paparan kelembapan bisa dikurangi. Penutup yang rapat juga membantu melindungi gula dari debu, serangga, dan kontaminasi bahan makanan lainnya.
Pilih stoples kaca atau wadah plastik khusus makanan yang memiliki penutup rapat. Pastikan bagian tutup dilengkapi segel atau mekanisme pengunci yang tidak mudah terbuka. Hindari menggunakan wadah yang tutupnya sudah longgar karena udara dari luar masih bisa masuk melalui celah tersebut.
Selain memilih wadah yang sesuai, perhatikan kapasitasnya. Gunakan wadah yang cukup untuk menampung gula tanpa harus memaksakan isinya hingga penuh. Pastikan pula tutup bisa terpasang sempurna setiap kali gula selesai digunakan.
Advertisement
2. Pastikan Stoples Bersih dan Benar-Benar Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387626/original/033054500_1793522226-pexels-karola-g-4964103.jpg)
Wadah yang bersih belum tentu siap digunakan untuk menyimpan gula jika masih menyisakan air. Tetesan air pada bagian dasar, dinding, atau tutup stoples bisa meningkatkan kelembapan di dalam wadah dan membuat butiran gula saling menempel.
Jika menggunakan stoples bekas, cuci terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa bahan makanan atau kotoran. Setelah itu, keringkan seluruh bagian menggunakan kain bersih dan biarkan hingga tidak ada lagi sisa air. Perhatikan bagian sambungan tutup karena area tersebut sering menyimpan kelembapan.
Jangan langsung memasukkan gula ke dalam wadah yang baru selesai dicuci. Pastikan bagian dalamnya benar-benar kering sebelum digunakan. Wadah tertutup yang masih menyimpan air justru bisa menciptakan kondisi lembap di dalam tempat penyimpanan.
3. Simpan Gula Jauh dari Kompor dan Sumber Uap Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479288/original/073378300_1768973254-immo-wegmann-_d4HkdoGEng-unsplash.jpg)
Lokasi penyimpanan turut memengaruhi kondisi gula pasir. Area di sekitar kompor, ketel listrik, penanak nasi, dan panci yang sedang memasak sering terpapar uap air. Jika gula diletakkan terlalu dekat dengan sumber tersebut, kelembapan di sekitar wadah bisa meningkat.
Pilih lemari dapur yang sejuk, kering, dan tidak terkena panas secara langsung. Hindari pula meletakkan gula di dekat wastafel karena area tersebut rentan terkena percikan air ketika mencuci peralatan makan atau bahan makanan.
Selain menjauhkan gula dari sumber uap, pastikan tempat penyimpanan tidak mengalami kebocoran. Periksa bagian dalam lemari secara berkala untuk memastikan tidak ada genangan air atau tanda kelembapan. Lokasi yang tepat membantu menjaga gula tetap kering selama disimpan.
Advertisement
4. Gunakan Sendok Khusus yang Selalu Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387627/original/041478000_1793522226-pexels-towfiqu-barbhuiya-3440682-12284680.jpg)
Kebiasaan mengambil gula menggunakan sendok basah bisa menjadi penyebab penggumpalan. Air yang terbawa sendok dapat masuk ke dalam wadah dan mengenai butiran gula. Jika kejadian ini berulang, bagian gula yang terkena air bisa menjadi lengket dan membentuk gumpalan.
Sediakan sendok khusus untuk mengambil gula pasir. Sebelum digunakan, pastikan permukaannya bersih dan benar-benar kering. Hindari memakai sendok bekas mengaduk teh, kopi, atau minuman lain karena masih mungkin terdapat sisa air pada permukaannya.
Setelah mengambil gula, jangan memasukkan kembali gula yang sudah bersentuhan dengan bahan makanan lain. Kebiasaan ini membantu menjaga kebersihan persediaan sekaligus mengurangi risiko kontaminasi. Simpan sendok di tempat terpisah agar tetap kering dan siap digunakan.
5. Bagi Stok Gula ke dalam Beberapa Wadah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3279524/original/077455100_1603786205-black-and-white-5040240_1280.jpg)
Membeli gula dalam kemasan besar bisa membantu memenuhi kebutuhan dapur. Namun, membuka kemasan yang sama berulang kali membuat seluruh persediaan lebih sering terpapar udara luar. Risiko ini semakin besar ketika gula digunakan setiap hari dalam kondisi cuaca lembap.
Untuk mengatasinya, bagi stok gula ke dalam beberapa wadah sesuai kebutuhan. Gunakan satu wadah berukuran kecil untuk pemakaian sehari-hari, sedangkan persediaan lainnya disimpan dalam wadah tertutup rapat. Cara ini membantu mengurangi frekuensi membuka tempat penyimpanan utama.
Pembagian stok juga memudahkan Anda memantau jumlah gula yang tersedia. Jika wadah harian mulai kosong, isi kembali menggunakan persediaan yang tersimpan. Pastikan proses pemindahan dilakukan dengan sendok atau alat yang bersih dan kering agar tidak membawa kelembapan ke dalam gula.
6. Hindari Menyimpan Gula Pasir di Dalam Kulkas
Menyimpan gula pasir di kulkas sebenarnya tidak diperlukan untuk menjaga kualitasnya. Gula putih memiliki kadar air yang rendah sehingga umumnya cukup disimpan pada suhu ruang dalam wadah tertutup rapat. Lemari dapur yang kering lebih praktis untuk menyimpan persediaan sehari-hari.
Perubahan suhu juga perlu diperhatikan karena bisa menyebabkan kondensasi atau terbentuknya embun. Ketika wadah dingin dibuka di lingkungan yang lebih hangat dan lembap, uap air bisa mengembun pada permukaan wadah atau bagian dalamnya. Kondisi ini berpotensi membuat gula terkena kelembapan.
Karena itu, pilih tempat penyimpanan bersuhu relatif stabil dan jauh dari sumber panas. Jika gula sudah telanjur disimpan di kulkas, biarkan wadah tertutup hingga suhunya mendekati suhu ruang sebelum dibuka untuk mengurangi risiko terbentuknya embun.
7. Periksa Kemasan dan Kondisi Gula secara Berkala
Penyimpanan yang baik juga perlu disertai pemeriksaan rutin. Perhatikan kondisi gula, terutama jika persediaan disimpan dalam waktu cukup lama. Gula pasir yang terjaga kualitasnya umumnya memiliki butiran kering, mudah dituang, dan tidak menunjukkan perubahan bau atau warna yang mencurigakan.
Jika menggunakan kemasan asli, pastikan bagian pembuka dapat ditutup kembali dengan rapat atau pindahkan gula ke wadah penyimpanan yang sesuai. Periksa apakah ada bagian kemasan yang robek, berlubang, atau terkena air. Kerusakan pada kemasan bisa membuat gula lebih mudah terpapar udara lembap dan kotoran.
Apabila ditemukan gumpalan, periksa terlebih dahulu penyebabnya. Gumpalan kering saja tidak selalu menandakan gula sudah rusak. Utah State University Extension menjelaskan bahwa gula pasir yang mengeras atau menggumpal karena penyimpanan masih bisa digunakan. Namun, jika gula terlihat basah, berjamur, berbau tidak biasa, atau menunjukkan tanda kontaminasi, sebaiknya jangan digunakan.
8. Terapkan Sistem FIFO agar Stok Gula Tidak Menumpuk
Selain menjaga kelembapan, pengelolaan persediaan juga penting agar gula tidak tersimpan terlalu lama tanpa diperiksa. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah sistem FIFO atau First In, First Out. Artinya, gula yang disimpan lebih dahulu digunakan sebelum membuka persediaan yang lebih baru.
Letakkan stok lama di bagian depan lemari atau tempat yang mudah dijangkau. Sementara itu, persediaan yang baru dibeli bisa ditempatkan di bagian belakang. Cara ini membantu menghindari kebiasaan membuka kemasan baru ketika masih ada gula yang bisa digunakan.
Agar lebih mudah mengontrol persediaan, Anda juga bisa menuliskan tanggal pembelian atau tanggal gula dipindahkan ke wadah penyimpanan. Dengan pengelolaan tersebut, jumlah stok lebih mudah dipantau dan kondisi gula bisa diperiksa secara berkala. Kebiasaan ini membantu mengurangi risiko bahan makanan tersimpan terlalu lama tanpa pengawasan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyimpan Gula
1. Bagaimana cara menyimpan gula agar tidak menggumpal?
Simpan gula dalam wadah kedap udara yang bersih dan kering. Letakkan di tempat sejuk, jauh dari kompor, wastafel, dan sumber uap air. Gunakan sendok kering setiap kali mengambil gula dan segera tutup kembali wadah setelah digunakan.
2. Mengapa gula pasir bisa menggumpal saat udara lembap?
Gula pasir dapat menyerap kelembapan dari lingkungan sekitarnya. Ketika butiran gula terkena air atau kelembapan berlebih, permukaannya bisa menjadi lengket dan saling menempel hingga membentuk gumpalan.
3. Apakah gula pasir boleh disimpan di dalam kulkas?
Gula pasir putih umumnya tidak perlu disimpan di kulkas. Tempat penyimpanan bersuhu ruang yang sejuk dan kering sudah cukup. Perubahan suhu ketika wadah dikeluarkan dari kulkas juga bisa memicu kondensasi jika wadah dibuka saat masih dingin.
4. Apakah gula yang menggumpal masih aman digunakan?
Gula yang menggumpal karena kelembapan ringan belum tentu rusak. Namun, periksa kondisi dan kebersihannya sebelum digunakan. Jika terdapat jamur, serangga, perubahan bau, atau tanda kontaminasi lainnya, sebaiknya buang gula tersebut.
5. Berapa lama gula pasir bisa disimpan agar tetap awet?
Gula pasir putih komersial yang disimpan dalam kondisi kering, tertutup rapat, dan terlindung dari kontaminasi memiliki daya simpan sangat panjang. Utah State University Extension menyebutkan bahwa gula komersial memiliki daya simpan yang tidak terbatas dari sisi keamanan mikrobiologis, meskipun kualitasnya disarankan untuk diperhatikan dalam jangka waktu sekitar dua tahun. Ikuti pula petunjuk penyimpanan pada kemasan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5015744/original/036834200_1732171925-26666.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350000/original/015383200_1789551795-d941a366-0901-4ce6-8641-426ca41d9c9e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480203/original/031978800_1769048944-image_ad2bf8bd.png)