Liputan6.com, Jakarta - Siput dan bekicot sering menjadi momok bagi para pekebun organik karena dapat merusak tanaman dengan memakan daun, batang muda, hingga buah. Hama ini umumnya aktif pada malam hari atau saat kondisi lingkungan lembap, sehingga populasinya dapat meningkat dengan cepat apabila tidak segera dikendalikan.
Kerusakan yang ditimbulkan siput dan bekicot tidak hanya menurunkan hasil panen, tetapi juga mengurangi keindahan tanaman hias. Oleh karena itu, banyak pekebun memilih metode organik yang lebih aman bagi lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia.
Salah satu cara alami yang dapat dilakukan adalah menanam berbagai jenis tanaman yang memiliki aroma kuat, tekstur daun tertentu, atau getah yang tidak disukai siput. Selain itu, pengendalian juga dapat dipadukan dengan penghalang fisik dan perangkap alami agar hasilnya lebih optimal.
Advertisement
Tanaman Ampuh Pengusir Siput dengan Aroma dan Tekstur Khas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7244265/original/074023200_1780030058-4610394026962149702.jpeg)
1. Bawang Putih
Bawang putih menjadi salah satu tanaman yang paling efektif untuk mengusir siput dan bekicot. Aroma menyengat yang dihasilkan umbinya membuat hama enggan mendekati area tanam.
Selain ditanam di sekitar bedengan, bawang putih juga dapat diolah menjadi larutan semprot. Caranya, haluskan sekitar 3–10 siung bawang putih, rendam dalam air, lalu saring sebelum disemprotkan ke tanaman atau langsung ke siput. Larutan ini diketahui dapat mengganggu sistem saraf siput sehingga membantu mengurangi populasinya.
2. Lavender
Lavender dikenal memiliki aroma harum yang menyenangkan bagi manusia, tetapi justru tidak disukai oleh siput dan bekicot. Tanaman ini cocok ditanam di sekitar bunga atau tanaman sayuran sebagai pelindung alami.
Selain membantu mengusir hama, lavender juga mempercantik taman dengan bunga berwarna ungu yang menarik serta mampu mengundang serangga penyerbuk seperti lebah.
3. Rosemary
Rosemary memiliki kandungan minyak atsiri dengan aroma yang cukup kuat sehingga efektif menghalau siput. Tanaman herbal ini juga relatif mudah dirawat dan mampu tumbuh baik di daerah dengan paparan sinar matahari yang cukup.
Menanam rosemary di sekitar tanaman muda dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat serangan siput sekaligus memberikan manfaat sebagai tanaman bumbu dapur.
4. Geranium
Geranium mampu mengusir siput melalui dua cara sekaligus, yaitu aroma khas yang tidak disukai hama serta permukaan batang dan daun yang berbulu sehingga menyulitkan siput bergerak.
Selain berfungsi sebagai tanaman pengusir hama, geranium juga memiliki pertumbuhan yang cepat dan dapat membantu menekan pertumbuhan gulma di sekitar area tanam.
5. Euphorbia
Euphorbia menghasilkan getah berwarna putih yang memiliki rasa pahit sehingga siput cenderung menghindarinya. Bahkan, beberapa varietas euphorbia mengandung senyawa yang dapat membahayakan siput.
Karena kemampuannya tersebut, tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai pelindung alami pada area kebun yang rawan diserang siput dan bekicot.
Advertisement
Tanaman Dengan Daun Berbau Khas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6577397/original/017986200_1779420758-unnamed_-_2026-05-22T102742.376.jpg)
6. Pakis
Pakis merupakan pilihan tepat untuk taman hias karena memiliki daun yang tebal dan bertekstur keras sehingga sulit dimakan siput.
Selain membantu mengurangi serangan hama, pakis juga mampu memberikan kesan hijau yang rimbun pada taman dan tumbuh baik di area yang teduh.
7. Chives
Chives atau daun kucai memiliki aroma khas dari keluarga bawang yang tidak disukai siput dan bekicot.
Selain berfungsi sebagai tanaman pengusir hama, chives juga dapat dipanen sebagai bumbu masakan sehingga memberikan manfaat ganda di kebun rumah.
8. Wormwood
Wormwood merupakan tanaman herbal yang memiliki aroma tajam sehingga efektif menghalau berbagai jenis hama, termasuk siput.
Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman pendamping untuk melindungi sayuran dan tanaman hias dari gangguan hama.
9. Yarrow
Yarrow dikenal sebagai tanaman hias sekaligus tanaman pendamping yang membantu mengurangi kehadiran siput di kebun.
Selain memiliki bunga yang menarik, yarrow juga mampu menarik serangga bermanfaat yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
Tanaman Herbal Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341040/original/079746600_1757302692-TANAMAN_MINT.jpg)
10. Mint
Mint menghasilkan aroma segar yang kuat sehingga tidak disukai siput dan bekicot.
Tanaman ini mudah tumbuh dan dapat ditanam di dalam pot agar pertumbuhannya lebih mudah dikendalikan, mengingat mint dikenal cepat menyebar.
11. Sage
Sage memiliki aroma herbal yang kuat berkat kandungan minyak atsirinya. Aroma tersebut mampu membantu mengurangi aktivitas siput di sekitar tanaman.
Selain digunakan sebagai tanaman pengusir hama, sage juga populer sebagai tanaman herbal dan bumbu masakan.
12. Thyme Merambat
Thyme merambat atau creeping thyme memiliki aroma yang khas dan mampu berfungsi sebagai penutup tanah sekaligus pengusir siput.
Tanaman ini sangat cocok digunakan pada taman bergaya alami karena mampu mengisi ruang kosong sekaligus mengurangi pertumbuhan gulma.
13. Peterseli
Peterseli merupakan tanaman herbal yang juga memiliki efek mengusir siput ketika ditanam di sekitar kebun.
Selain membantu melindungi tanaman lain, peterseli dapat dipanen untuk berbagai kebutuhan kuliner sehingga menjadi tanaman yang fungsional.
14. Nasturtium
Nasturtium memiliki daun yang bersifat tahan air sehingga kurang disukai siput. Namun, sebagian pekebun justru memanfaatkannya sebagai tanaman umpan (trap crop).
Dengan menanam nasturtium di lokasi tertentu, siput akan lebih tertarik mendatanginya dibandingkan tanaman utama sehingga kerusakan pada tanaman budidaya dapat diminimalkan.
Advertisement
Cara Alami Lain Mengendalikan Siput dan Bekicot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782575/original/058841900_1782891705-pexels-nguyendesigner-36871230.jpg)
Selain memanfaatkan tanaman pengusir, Anda juga dapat menerapkan beberapa metode alami untuk mengurangi populasi siput dan bekicot di kebun. Salah satunya adalah menaburkan ampas kopi di sekitar tanaman. Aroma kopi tidak disukai siput sekaligus dapat menambah bahan organik pada tanah.
Penghalang fisik seperti kulit telur yang dihancurkan, pasir kasar, tanah diatom, kerikil, atau pita tembaga juga efektif menghambat pergerakan siput. Sementara itu, perangkap bir maupun potongan buah jeruk dan melon dapat digunakan untuk menarik siput agar lebih mudah dikumpulkan dan dipindahkan dari area kebun.
Agar pengendalian semakin optimal, jaga kebersihan kebun dengan rutin membersihkan gulma, daun kering, dan tumpukan batu yang menjadi tempat persembunyian siput. Menyiram tanaman pada pagi hari serta menjaga keberadaan predator alami seperti katak, kodok, burung, dan kumbang juga membantu menekan populasi siput secara alami tanpa menggunakan bahan kimia.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Pengusir Siput yang Aman untuk Kebun Organik
1. Apa tanaman yang paling ampuh untuk mengusir siput dan bekicot?
Beberapa tanaman yang dikenal efektif mengusir siput dan bekicot antara lain bawang putih, lavender, rosemary, geranium, euphorbia, mint, sage, serta thyme merambat. Tanaman-tanaman tersebut memiliki aroma kuat, tekstur daun tertentu, atau getah yang tidak disukai oleh siput sehingga dapat membantu mengurangi serangannya.
2. Apakah tanaman pengusir siput benar-benar efektif?
Ya, tanaman pengusir siput dapat membantu mengurangi keberadaan siput dan bekicot, terutama jika dipadukan dengan metode pengendalian alami lainnya. Meski tidak menghilangkan hama secara instan, cara ini efektif sebagai langkah pencegahan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem kebun organik.
3. Bagaimana cara mengendalikan siput dan bekicot tanpa pestisida kimia?
Selain menanam tanaman pengusir siput, Anda dapat menggunakan ampas kopi, kulit telur yang dihancurkan, pasir kasar, tanah diatom, atau pita tembaga sebagai penghalang alami. Perangkap bir, potongan buah jeruk, dan menjaga kebersihan kebun juga menjadi cara yang efektif untuk menekan populasi siput dan bekicot.
4. Kapan siput dan bekicot paling aktif menyerang tanaman?
Siput dan bekicot umumnya aktif pada malam hari atau ketika kondisi lingkungan lembap, terutama setelah hujan atau saat kelembapan udara tinggi. Oleh karena itu, menyiram tanaman pada pagi hari dan menjaga area kebun tetap bersih dapat membantu mengurangi aktivitas hama ini.
5. Mengapa pekebun organik memilih cara alami untuk mengendalikan siput?
Metode alami lebih aman bagi tanaman, tanah, manusia, hewan peliharaan, dan serangga yang bermanfaat. Selain itu, penggunaan tanaman pengusir siput dan berbagai pengendalian organik lainnya dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem kebun tanpa meninggalkan residu pestisida kimia.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287335/original/050545800_1783217667-8ab1d91d-2089-4abc-a602-37c0969c1a5a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287269/original/086325900_1783206564-000_B9AD2X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287240/original/093979800_1783200101-ma3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287199/original/011098900_1783189655-AP26185659671466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782170/original/080291500_1782878845-meksiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260488/original/001989200_1781597074-000_B77X49M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8664246/original/029678300_1782693781-063_2283752154.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287361/original/076753800_1783220954-Untitled1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564379/original/046200000_1776937772-pexels-daniel-giovanni-zamora-aguilar-106105379-13005987.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8938876/original/040675300_1782964962-MgpEvM3qN6F087WFl8AWFyKWqVypqwvc2NfdHCkz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287336/original/050408400_1783217792-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3213604/original/088180500_1597830973-imani-bahati-L1kLSwdclYQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401601/original/001087400_1762219862-Mengeluarkan_uang_dari_dompet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287322/original/093512600_1783215714-pergola_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958489/original/065964400_1782975157-4Wdoq29eTStZukENyyiCwRxUW5IOhI8IdJgtwuzt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9239374/original/090253400_1783130844-7b796649-ed0c-42d4-a391-17e9fb23b8e4.jpg)