Liputan6.com, Jakarta Bayangkan berhenti bekerja di usia 60 tahun tanpa rasa cemas soal biaya hidup, tagihan rumah sakit, atau harus menumpang hidup pada anak. Impian itu bukan milik orang berpenghasilan besar saja, melainkan hasil dari kebiasaan kecil yang dimulai hari ini.
Masalahnya, kesadaran menyiapkan masa tua di Indonesia masih sangat tertinggal. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi atau pemahaman masyarakat terhadap dana pensiun baru mencapai 25,79%.
Ironisnya, tingkat inklusi atau kepesertaan riilnya jauh lebih memprihatinkan, yaitu hanya 5,37%. Artinya, dari setiap 100 pekerja produktif di Indonesia, belum tentu ada 6 orang yang benar-benar sudah memiliki dan merancang dana untuk hari tuanya.
Advertisement
Kenapa Menabung untuk Hari Tua Layak Diprioritaskan Sekarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287331/original/066743900_1783216698-pexels-karola-g-6214828.jpg)
Menunda persiapan pensiun sama saja membiarkan waktu terbaik terbuang. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen. Akses sudah lebih terbuka, tinggal soal kemauan memulai.
Ada tiga alasan mengapa momen sekarang tepat. Pertama, masa produktif manusia ada batasnya sementara usia harapan hidup Indonesia terus meningkat berkisar 72–75 tahun, yang berarti ada masa tua panjang tanpa penghasilan tetap yang harus dibiayai. Kedua, nilai uang terus digerogoti inflasi setiap tahun. Ketiga, akses investasi kini sangat murah dan digital.
Tren itu terlihat jelas. Mengacu pada data KSEI, jumlah investor reksa dana mencapai 19,17 juta SID pada akhir 2025, tumbuh 37% dibandingkan posisi 2024 yang sebanyak 14,03 juta investor. Sebagaimana disampaikan Bursa Efek Indonesia, hingga Maret 2026, nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana di Indonesia telah mencapai Rp 699,65 triliun.
Advertisement
Manfaat yang Anda Dapatkan dari Tabungan Hari Tua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256876/original/093383100_1781173103-Jemaah_haji_Sumatra_Selatan_belanja_oleh-oleh_di_Pasar_Kakiyah.jpg)
Manfaat pertama adalah keamanan finansial. Anda punya sumber dana ketika sudah tidak lagi bekerja aktif, mulai dari kebutuhan pokok, kesehatan, hingga transportasi. Ini juga membangun kemandirian, sehingga Anda tidak perlu bergantung pada anak - sebuah cara memutus rantai generasi sandwich.
Manfaat kedua bersifat psikologis. Memiliki cadangan yang jelas mengurangi kecemasan tentang masa depan dan membuat pikiran lebih tenang.Â
Manfaat ketiga adalah perlindungan terhadap kenaikan harga. Instrumen seperti emas dan reksa dana berpotensi tumbuh di atas laju inflasi, sehingga nilai riil tabungan tetap terjaga hingga puluhan tahun ke depan.
Panduan Lengkap 7 Langkah Menabung untuk Hari Tua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287330/original/015624900_1783216345-pexels-tima-miroshnichenko-6693644.jpg)
Bagian ini adalah inti yang bisa langsung Anda praktikkan, bahkan jika saat ini baru bisa menyisihkan ratusan ribu rupiah.
1. Tentukan Angka Target Dana Pensiun
Tanpa target, tabungan hanya jadi angan. Cara paling populer adalah aturan 25x. Merujuk New York Life, banyak orang menggunakan aturan 25x untuk memperkirakan berapa yang perlu ditabung: hitung perkiraan pengeluaran tahunan saat pensiun, lalu kalikan 25. Jika kebutuhan pensiun Anda Rp60 juta per tahun, target dananya sekitar Rp1,5 miliar.
Angka ini berpasangan dengan aturan 4%. Mengutip Charles Schwab, Anda menjumlahkan seluruh investasi lalu menarik 4% dari total itu pada tahun pertama pensiun, kemudian menyesuaikan nominalnya dengan inflasi pada tahun-tahun berikutnya, sehingga peluang dana bertahan selama 30 tahun sangat tinggi.
2. Hitung dengan Asumsi Realistis ala Indonesia
Sesuaikan hitungan dengan konteks lokal. Sebagai gambaran dasar tanpa menghitung inflasi, jika pengeluaran rutin saat ini Rp5 juta per bulan, rencana pensiun usia 60, dan harapan hidup 75 tahun (15 tahun masa pensiun), Anda membutuhkan minimal Rp 900 juta.
Namun, karena adanya faktor inflasi tahunan sekitar 6%, target dana riil yang harus Anda kumpulkan di masa depan demi mempertahankan daya beli tersebut idealnya disiapkan lebih tinggi, di kisaran Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.
3. Mulai Sedini Mungkin dan Manfaatkan Bunga Majemuk
Waktu adalah aset termahal dalam perencanaan pensiun. Sebagai ilustrasi, menabung Rp 500 ribu per bulan sejak usia 25 tahun dengan asumsi imbal hasil investasi sekitar 9,6% per tahun bisa terkumpul hingga Rp 1,7 miliar di usia 60 tahun. Jika baru memulai di usia 35 dengan setoran dan imbal hasil sama, hasilnya hanya sekitar Rp 731 juta. Selisihnya nyaris satu miliar, hanya karena beda 10 tahun.
Inilah mengapa menunda jauh lebih mahal daripada memulai kecil. Fokuslah pada kebiasaan cara menabung yang baik untuk masa depan ketimbang menunggu punya penghasilan besar.
4. Bayar Diri Sendiri Lebih Dulu dan Otomatiskan
Kunci konsistensi adalah menyisihkan tabungan di awal, bukan dari sisa. Metode "pay yourself first" menekankan penyisihan persentase tetap dari pendapatan untuk tabungan atau pelunasan utang sebelum membelanjakan apa pun.
Gunakan kerangka anggaran sederhana. Sebagaimana diungkapkan NerdWallet, aturan 50/30/20 menyarankan 50% dari penghasilan bersih untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan serta pelunasan utang. Aktifkan auto-debit ke rekening investasi terpisah tepat setelah gajian agar dana pensiun tidak tergoda terpakai.
Jika ingin metode manual yang membumi, coba metode kakeibo ala Jepang. Kakeibo adalah metode pengelolaan keuangan manual asal Jepang yang diperkenalkan pada 1904 oleh jurnalis Motoko Hani, dengan cara menyisihkan uang untuk tabungan lebih dulu lalu mengkategorikan pengeluaran ke dalam empat jenis.
5. Amankan Fondasi: Dana Darurat dan Lunasi Utang
Sebelum agresif berinvestasi untuk pensiun, kuatkan fondasi. Idealnya, jumlah dana darurat minimal mencakup 3-6 bulan biaya hidup, disimpan di instrumen likuid seperti tabungan atau reksa dana pasar uang. Bersamaan itu, prioritaskan pelunasan utang berbunga tinggi seperti kartu kredit.
Tanpa dana darurat, satu kejadian tak terduga bisa memaksa Anda mencairkan investasi pensiun sebelum waktunya. Jaga pula rasio cicilan di bawah 30% dari penghasilan agar arus kas tetap sehat.
6. Pilih dan Diversifikasikan Instrumen
Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Berikut opsi yang mudah diakses di Indonesia lewat marketplace dan aplikasi bank:
- Reksa dana: cocok untuk pemula karena dikelola manajer investasi, bisa dimulai dari Rp 100 ribu.
- Emas: pelindung nilai jangka panjang; banyak yang memulai dari investasi emas untuk pemula secara digital.
- Saham: potensi tumbuh tinggi untuk jangka panjang; pelajari cara menabung saham secara rutin di saham blue chip.
- SBN dan deposito: pendapatan tetap dengan risiko lebih rendah, dijamin negara atau LPS.
- DPLK dan BPJS Ketenagakerjaan: manfaatkan program pensiun tempat kerja, apalagi jika ada iuran tambahan dari perusahaan.
Untuk emas, tahan diri agar tidak berlebihan. Para ahli umumnya merekomendasikan alokasi 5-10% dari portofolio untuk emas, tergantung profil risiko investor. Bila ingin lebih dalam, ada panduan lengkap investasi emas yang membahas jenis dan cara penyimpanannya.
7. Evaluasi Berkala dan Naikkan Setoran
Tinjau portofolio setidaknya setahun sekali atau saat ada perubahan besar seperti kenaikan gaji, menikah, atau punya anak. Setiap kali penghasilan naik, naikkan pula persentase setoran pensiun agar tidak tergerus gaya hidup.
Timeline realistis: Minggu 1 - buka rekening investasi dan pasang auto-debit. Bulan 1 - dana darurat mulai terisi dan setoran pertama berjalan. Bulan 3 - kebiasaan mulai terbentuk. Bulan 6 - portofolio terdiversifikasi. Tahun 1 dan seterusnya - evaluasi dan tingkatkan.
Kesalahan pemula yang harus dihindari: menabung hanya dari sisa uang, membiarkan seluruh dana di tabungan biasa sehingga kalah oleh inflasi, sering menarik dana sebelum waktunya, tidak melakukan diversifikasi, serta tergiur skema "cuan cepat" tanpa memahami risikonya. Selalu cek legalitas produk di OJK untuk menghindari investasi bodong.
Advertisement
Kalkulasi Setoran Bulanan dan Potensi Hasilnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/922933/original/083727700_1436362530-20150708-Penukaran-Uang-Jelang-Lebaran-Jakarta-07.jpg)
Tabel berikut memperlihatkan bagaimana setoran konsisten tumbuh dengan asumsi imbal hasil rata-rata 8% per tahun. Angka ini bersifat ilustratif, bukan jaminan, karena hasil investasi bisa naik-turun.
| Setoran per Bulan | Tier | Perkiraan 20 Tahun | Perkiraan 30 Tahun |
|---|---|---|---|
| Rp 300 ribu | Hemat | Rp 177 juta | Rp 447 juta |
| Rp 500 ribu | Hemat | Rp 294 juta | Rp 745 juta |
| Rp 1 juta | Standar | Rp 589 juta | Rp 1,49 miliar |
| Rp 1,5 juta | Standar | Rp 883 juta | Rp 2,24 miliar |
Sebagai patokan setoran, idealnya seseorang menabung sekitar 10% hingga 20% dari pendapatan bulanan, meski jumlah ini bisa bervariasi tergantung tujuan dan penghasilan. Jika gaji Anda Rp 10 juta, sisihkan minimal Rp 1 juta-Rp 1,5 juta untuk masa depan.
Dibandingkan membiarkan uang mengendap di rekening biasa, kombinasi tabungan dan investasi jauh lebih tahan terhadap penurunan nilai uang. Ini sejalan dengan pengertian inflasi sebagai kenaikan harga yang terus-menerus. Sebagaimana disampaikan Bank Indonesia, inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus.
Menaikkan Level: Optimasi Dana Pensiun Anda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8790028/original/068807900_1782898154-pensiun.jpg)
Setelah rutin, tingkatkan kualitas strategi. Pertama, seiring karier menanjak, dorong porsi setoran melampaui 20%, terutama saat cicilan besar sudah lunas. Kedua, manfaatkan penuh iuran pemberi kerja di DPLK atau BPJS Ketenagakerjaan - ini praktis "uang tambahan" untuk masa tua.
Ketiga, tinjau ulang tingkat penarikan aman menjelang pensiun. Seperti yang diberitakan Farm Bureau Financial Services, banyak orang sebenarnya bisa menarik lebih dari 4%, dan Bengen kini menilai kisaran 5,25% hingga 5,5% wajar bagi mereka yang pensiun saat ini.
Keempat, jaga keyakinan pada rencana jangka panjang. Sebagaimana dilaporkan Fidelity, sebagai perkiraan, tariklah tidak lebih dari 4% hingga 5% dari tabungan pada tahun pertama pensiun, lalu sesuaikan nominalnya setiap tahun dengan inflasi. Menjaga mental untuk memantaskan diri membantu Anda tetap disiplin di tengah godaan pasar.
Catatan penting: tulisan ini bersifat edukasi, bukan saran keuangan personal. Setiap keputusan investasi mengandung risiko dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Untuk rencana yang sesuai kondisi Anda, pertimbangkan berkonsultasi dengan perencana keuangan berlisensi.
Baca juga:Â 30 kata-kata motivasi diri untuk masa depan.
Baca juga:Â 100 kata bijak untuk melangkah ke masa depan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menabung untuk Hari Tua
Di usia berapa sebaiknya mulai menabung untuk hari tua?
Semakin dini semakin baik, idealnya sejak awal usia produktif di angka 20-an. Alasannya, bunga majemuk bekerja optimal jika diberi waktu panjang, sehingga setoran kecil pun bisa tumbuh besar. Namun jika Anda baru menyadarinya di usia 30 atau 40-an, tetap tidak ada kata terlambat; Anda hanya perlu menyesuaikan besaran setoran dengan sisa waktu menuju pensiun.
Berapa persen penghasilan yang idealnya disisihkan untuk dana pensiun?
Patokan umum adalah menyisihkan sekitar 10% hingga 20% dari penghasilan bulanan secara konsisten. Jika masih berat, mulailah dari angka kecil yang tidak memberatkan, lalu naikkan bertahap setiap kali penghasilan bertambah. Yang terpenting adalah rutin menyisihkan di awal bulan, bukan menunggu sisa di akhir bulan.
Instrumen apa yang cocok untuk dana hari tua bagi pemula?
Untuk pemula, reksa dana menjadi pilihan populer karena dikelola profesional dan bisa dimulai dari nominal kecil. Lengkapi dengan emas sebagai pelindung nilai, serta SBN atau deposito untuk stabilitas. Kombinasikan beberapa instrumen sesuai profil risiko, dan pastikan produknya terdaftar resmi di OJK agar terhindar dari penipuan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287329/original/004030100_1783216345-pexels-ahsanjaya-8719571.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287269/original/086325900_1783206564-000_B9AD2X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287199/original/011098900_1783189655-AP26185659671466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782170/original/080291500_1782878845-meksiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260488/original/001989200_1781597074-000_B77X49M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8664246/original/029678300_1782693781-063_2283752154.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9233776/original/041944300_1783126285-000_B98N9AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260028/original/031899300_1781533761-f1425013-eebc-4fbb-8dd2-6dbdc66359b3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8141629/original/011552700_1780994074-STAR_Asset_Management_meluncurkan_produk_reksa_dana_pendapatan_tetap_baru-9_Juni_2026a.jpg)