Liputan6.com, Jakarta - Cara mengatur keuangan ala ibu rumah tangga Jepang semakin banyak diperbincangkan oleh masyarakat modern yang ingin memiliki kondisi finansial lebih tertata. Di tengah kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dan beragam godaan belanja digital, kemampuan mengelola pemasukan secara bijak menjadi keterampilan penting bagi setiap keluarga. Tidak sedikit orang mencari metode sederhana, agar pengeluaran tetap terkendali tanpa harus mengurangi kualitas hidup secara drastis.
Salah satu alasan cara mengatur keuangan ala ibu rumah tangga Jepang menarik untuk dipelajari, terletak pada pendekatannya yang praktis dan mudah diterapkan. Metode ini tidak memerlukan aplikasi canggih maupun perangkat khusus. Cukup menggunakan buku catatan dan pena, setiap pemasukan maupun pengeluaran bisa dipantau secara rinci. Kebiasaan sederhana tersebut membantu seseorang memahami pola penggunaan uang dari waktu ke waktu.
Penerapan cara mengatur keuangan ala ibu rumah tangga Jepang juga dapat membantu membangun disiplin finansial dalam jangka panjang. Setiap anggota keluarga dapat belajar membedakan antara kebutuhan utama dan keinginan sesaat. Kebiasaan tersebut berpotensi menciptakan kondisi keuangan rumah tangga yang lebih sehat, terencana, serta mampu menghadapi berbagai kebutuhan di masa mendatang tanpa tekanan berlebihan.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (25/6/2026).
Kakeibo: Seni Pencatatan Manual untuk Kesadaran Finansial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8468566/original/070464900_1782370948-15786669629633118063.jpeg)
Kakeibo yang secara harfiah berarti "buku besar rumah tangga" atau "catatan keuangan rumah tangga," merupakan metode pengelolaan finansial populer di Jepang. Metode ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1904 oleh Motoko Hani, jurnalis sekaligus pendiri majalah wanita pertama di Jepang, Fujin no Tomo. Kakeibo dirancang untuk membantu para ibu rumah tangga mengatur keuangan keluarga secara efektif.
Berbeda dengan aplikasi pencatat keuangan modern, Kakeibo menekankan pencatatan finansial secara manual dengan tulis tangan. Proses ini bertujuan membangun kesadaran emosional terhadap setiap pengeluaran, sehingga individu dapat lebih memahami kebiasaan belanjanya dan menghindari pembelian impulsif. Dengan menulis secara fisik, seseorang tidak hanya menyusun angka, melainkan juga memproses emosi, motivasi, dan dorongan psikologis di balik setiap keputusan keuangan.
Popularitas Kakeibo kembali meningkat secara internasional setelah Fumiko Chiba merilis buku berjudul "Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money" pada tahun 2017. Buku ini memperkenalkan kembali metode kuno tersebut kepada generasi milenial dan Gen Z yang mulai jenuh dengan kompleksitas aplikasi pengatur keuangan modern. Filosofi Kakeibo mengajarkan bahwa menabung bukan hanya soal menahan diri, tetapi tentang memahami hubungan kita dengan uang dan membuat keputusan yang lebih bijak.
Advertisement
Cara Mengatur Keuangan Ala Ibu Rumah Tangga Jepang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4392354/original/038664200_1681288233-mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash.jpg)
1. Mencatat Seluruh Pemasukan di Awal Bulan
Langkah pertama dalam metode kakeibo adalah mencatat seluruh sumber pemasukan keluarga. Pemasukan dapat berasal dari gaji bulanan, hasil usaha sampingan, keuntungan investasi, maupun sumber pendapatan lainnya.
Pencatatan secara manual dipercaya membantu seseorang memahami kondisi keuangan secara lebih menyeluruh. Ketika seluruh angka dituliskan di atas kertas, seseorang menjadi lebih sadar terhadap jumlah uang yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan.
2. Menabung Sebelum Membelanjakan Uang
Salah satu prinsip utama kakeibo adalah menabung terlebih dahulu sebelum membelanjakan uang. Setelah mengetahui jumlah pemasukan, tentukan nominal tabungan yang ingin disisihkan pada bulan tersebut.
Cara ini berbeda dari kebiasaan banyak orang yang menabung dari sisa uang di akhir bulan. Melalui metode kakeibo, tabungan menjadi prioritas utama sehingga peluang mencapai target keuangan menjadi lebih besar.
3. Membagi Pengeluaran ke Dalam Empat Kategori
Setelah dana tabungan dipisahkan, sisa uang dibagi ke dalam empat kelompok pengeluaran utama.
- Kategori pertama adalah survival, yaitu kebutuhan pokok seperti belanja dapur, biaya listrik, air, transportasi, pendidikan anak, cicilan, dan berbagai kebutuhan rutin lainnya.
- Kategori kedua adalah optional, yaitu kebutuhan yang bersifat keinginan seperti makan di restoran, membeli camilan, berbelanja online, atau hiburan lainnya.
- Kategori ketiga disebut culture, yaitu pengeluaran yang berkaitan dengan pengembangan diri dan penambahan wawasan seperti membeli buku, mengikuti kursus, atau kegiatan edukatif keluarga.
- Kategori terakhir adalah extra, yaitu pengeluaran tidak terduga seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah, hadiah, atau kebutuhan mendadak lainnya.
Pembagian ini membantu ibu rumah tangga mengetahui secara jelas ke mana uang digunakan dan bagian mana yang perlu dikendalikan.
4. Menggunakan Sistem Amplop
Salah satu ciri khas kakeibo adalah penggunaan sistem amplop untuk memisahkan dana berdasarkan kategori pengeluaran. Setiap amplop diberi label sesuai tujuan penggunaannya.
Misalnya, satu amplop untuk kebutuhan dapur, satu amplop untuk transportasi, satu amplop untuk tabungan, dan amplop lainnya untuk kebutuhan tambahan. Sistem ini membuat pengeluaran lebih mudah dikontrol karena setiap kategori memiliki batas anggaran yang jelas.
5. Mencatat Setiap Pengeluaran
Kakeibo sangat menekankan pencatatan secara manual menggunakan tulisan tangan. Setiap kali mengeluarkan uang, sekecil apa pun nominalnya, transaksi tersebut harus dicatat.
Kebiasaan ini membantu meningkatkan kesadaran finansial. Banyak orang baru menyadari besarnya pengeluaran setelah melihat akumulasi dari berbagai transaksi kecil yang dilakukan setiap hari. Penelitian juga menunjukkan bahwa menulis dengan tangan membantu otak memproses informasi secara lebih mendalam dibandingkan hanya melihat angka melalui layar ponsel.
6. Menunda Keputusan Belanja
Ibu rumah tangga di Jepang sering menerapkan kebiasaan sederhana sebelum membeli barang yang tidak termasuk kebutuhan utama. Mereka tidak langsung melakukan pembelian, melainkan menunda keputusan selama beberapa waktu.
Jika setelah satu hari atau lebih barang tersebut masih dianggap penting, pembelian dapat dipertimbangkan kembali. Sebaliknya, apabila keinginan tersebut hilang, berarti barang tersebut kemungkinan hanya dibeli karena dorongan emosi atau pengaruh promosi. Cara ini terbukti efektif untuk mengurangi pembelian impulsif dan membantu menjaga anggaran tetap terkendali.
7. Melakukan Evaluasi Keuangan Secara Berkala
Pada akhir minggu atau akhir bulan, seluruh catatan keuangan dievaluasi. Perhatikan kategori pengeluaran yang paling banyak menghabiskan dana dan kategori yang berhasil dihemat. Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun anggaran yang lebih baik pada bulan berikutnya. Dengan cara ini, pengelolaan keuangan akan terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.
Mengapa Kakeibo Efektif untuk Ibu Rumah Tangga?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317191/original/029207300_1755314565-Ilustrasi_utang__keungan.jpg)
Kakeibo dianggap efektif untuk ibu rumah tangga karena metode ini membantu mengelola keuangan keluarga secara lebih teratur, sederhana, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dari berbagai sistem penganggaran yang rumit, kakeibo hanya membutuhkan buku catatan, pena, serta komitmen untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran secara konsisten. Kesederhanaan tersebut membuat metode ini dapat digunakan oleh siapa saja tanpa memerlukan pengetahuan keuangan yang mendalam atau aplikasi khusus.
Bagi ibu rumah tangga yang berperan mengatur kebutuhan keluarga, kakeibo memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arus uang setiap bulan. Melalui pencatatan yang rutin, seluruh pengeluaran dapat dipantau secara rinci, mulai dari belanja bahan makanan, biaya pendidikan anak, tagihan rumah tangga, hingga kebutuhan tambahan lainnya. Catatan tersebut membantu mengetahui ke mana uang digunakan dan bagian mana dari anggaran yang paling banyak menghabiskan dana. Dengan informasi yang lebih lengkap, keputusan keuangan dapat diambil secara lebih bijaksana dan terencana.
Kelebihan lain dari kakeibo adalah kemampuannya dalam meningkatkan kesadaran finansial. Banyak pengeluaran kecil yang sering dianggap sepele ternyata dapat mengurangi anggaran dalam jumlah besar jika dilakukan berulang kali. Saat setiap transaksi dituliskan secara manual, ibu rumah tangga akan lebih mudah menyadari pola belanja yang kurang efisien. Kesadaran ini membantu mengurangi kebiasaan membeli barang secara impulsif dan mendorong penggunaan uang berdasarkan kebutuhan yang benar-benar penting.
Kakeibo juga efektif dalam membantu membangun kebiasaan menabung secara konsisten. Salah satu prinsip utama metode ini adalah menyisihkan tabungan terlebih dahulu sebelum membelanjakan uang untuk kebutuhan lainnya. Dengan cara tersebut, tabungan tidak lagi bergantung pada sisa uang di akhir bulan. Kebiasaan ini sangat bermanfaat untuk mempersiapkan dana darurat, biaya pendidikan anak, kebutuhan kesehatan, maupun berbagai rencana keuangan keluarga di masa depan.
Â
Â
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Mengatur Keuangan ala IRT Jepang
Bagaimana cara kerja metode Kakeibo?
Kakeibo adalah metode pengelolaan keuangan manual asal Jepang yang membantu seseorang lebih sadar dalam mengatur pengeluaran dan menabung. Metode ini diperkenalkan pada tahun 1904 oleh jurnalis Motoko Hani.
Bagaimana cara kerja metode Kakeibo?
Kakeibo bekerja dengan mencatat seluruh pemasukan secara manual di awal bulan, menyisihkan uang untuk tabungan terlebih dahulu, mengkategorikan pengeluaran ke dalam empat jenis (Survival, Optional, Culture, Extra), serta melakukan refleksi dan evaluasi rutin di akhir bulan.
Apa manfaat menerapkan Kakeibo?
Menerapkan Kakeibo dapat membantu seseorang lebih sadar dalam mengatur pengeluaran, menabung lebih efektif, menghindari pembelian impulsif, serta mencapai kondisi finansial yang stabil dan kebahagiaan hidup.
Siapa yang memperkenalkan metode Kakeibo?
Metode Kakeibo pertama kali diperkenalkan pada tahun 1904 oleh Motoko Hani, seorang jurnalis dan pendiri majalah wanita pertama di Jepang, Fujin no Tomo.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8468565/original/006497000_1782370948-14381759925304634032.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264182/original/093339000_1782097612-063_2282690884.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258200/original/037838200_1781326433-000_B6XQ9ZM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258839/original/015610100_1781416618-IMG-20260614-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513884/original/037538000_1782437861-AP26176736605560.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513056/original/032314400_1782436532-jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260100/original/015804900_1781568479-000_B7869A8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263848/original/006023700_1782021745-000_B7RA6WF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263734/original/051420000_1781976439-063_2282511619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8464063/original/057976400_1782364831-hll.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8330953/original/047155100_1782201045-j8et5XlFnpCC4NUSLoBX9f0nBg3BLCXYFy0YTS9s.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396222/original/034845700_1782277274-YBk6XcfqdynnMmTbgrN0ITkM3G7FiNWcLAYlXLxb.jpg)