8 Model Rumah Family Friendly yang Bisa Dicoba, Benar-Benar Dirancang untuk Kenyamanan Keluarga

Berikut 8 model rumah family friendly yang bisa dipilih untuk mendukung aktivitas, privasi, dan kebutuhan keluarga.

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Model rumah family friendly memiliki prinsip bagaimana keluarga bisa menggunakan setiap ruang, mulai dari berkumpul, beristirahat, belajar, hingga melakukan aktivitas sehari-hari tanpa adanya noise (gangguan). Rumah dengan konsep tersebut menciptakan kenyamanan dari pembagian ruang dan hubungan antarruang yang memudahkan anggota keluarga beraktivitas sekaligus terhindar dari resiko terbentur.

Pilihan model rumah kini dapat disesuaikan dengan jumlah penghuni, kebutuhan ruang, dan luas lahan yang tersedia. Rumah satu lantai dapat menjadi pilihan bagi keluarga dengan anak kecil, sedangkan rumah dua lantai bisa digunakan ketika kebutuhan ruang bertambah. Ada pula model dengan ruang keluarga sebagai pusat aktivitas sehingga interaksi antaranggota rumah tetap terjaga.

Memilih model rumah family friendly sejak awal dapat membantu Anda menghindari pembagian ruang yang tidak sesuai kebutuhan. Simak informasi selengkapnya tentang rumah family friendly versi Liputan6.com yang mungkin bisa Anda pilih untuk menciptakan hunian yang nyaman dan minim resiko, Senin (10/8).

1. Rumah Satu Lantai dengan Ruang Keluarga di Tengah

Model rumah satu lantai menempatkan seluruh kebutuhan keluarga pada satu area tanpa tangga sebagai penghubung antarlevel. Ruang keluarga dapat ditempatkan di bagian tengah dan menjadi penghubung menuju kamar, dapur, serta area makan.

Keunggulannya terletak pada kemudahan akses bagi seluruh anggota keluarga. Orang tua dapat memantau aktivitas anak tanpa harus berpindah lantai, sementara aktivitas rumah tangga dapat dilakukan dalam satu area.

Model ini dapat dipilih untuk keluarga dengan anak kecil atau anggota keluarga yang membutuhkan akses ruang tanpa tangga. Tipsnya, buat jalur menuju kamar dan kamar mandi tidak melewati ruang yang membutuhkan privasi.

2. Rumah dengan Konsep Open Plan

Rumah open plan menggabungkan ruang keluarga, ruang makan, dan dapur dalam satu area. Pembatas permanen dikurangi agar aktivitas keluarga dapat berlangsung dalam ruang yang saling terhubung.

Keunggulannya adalah anggota keluarga dapat melakukan kegiatan berbeda sambil tetap berada dalam satu area. Orang tua bisa memasak sambil memperhatikan anak yang bermain atau belajar di ruang keluarga.

Model ini cocok bagi keluarga yang sering beraktivitas bersama. Agar tetap teratur, tentukan fungsi setiap bagian sejak awal dan gunakan perabot sebagai pembatas tanpa menutup hubungan antararea.

3. Rumah dengan Taman di Tengah

Model ini menempatkan taman sebagai bagian dari susunan ruang rumah. Area hijau dapat berada di tengah atau di antara ruang keluarga dan kamar sehingga beberapa ruang memiliki akses langsung menuju halaman.

Keunggulannya adalah keluarga memiliki area untuk berkegiatan di luar ruang tanpa harus keluar dari rumah. Anak juga dapat menggunakan halaman untuk bermain dengan pengawasan dari ruang dalam.

Model ini layak dipilih jika keluarga membutuhkan area aktivitas tambahan. Pastikan taman mudah terlihat dari ruang keluarga dan memiliki jalur yang tidak mengganggu akses menuju kamar atau dapur.

4. Rumah dengan Kamar Anak Berdekatan

Model rumah ini mengatur kamar anak dalam satu bagian rumah agar kebutuhan mereka berada dalam area yang mudah dipantau. Kamar orang tua dapat ditempatkan tidak jauh dari area tersebut.

Keunggulannya adalah orang tua lebih mudah mengawasi anak, terutama pada malam hari. Penataan ini juga membuat aktivitas anak tidak terlalu menyebar ke seluruh bagian rumah.

Model ini dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang memiliki beberapa anak. Sisakan ruang bersama di dekat kamar untuk belajar atau bermain, sehingga anak tidak selalu menggunakan kamar masing-masing untuk beraktivitas.

5. Rumah dengan Ruang Serbaguna

Rumah dengan ruang serbaguna menyediakan satu area yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan keluarga. Ruang tersebut dapat berfungsi sebagai tempat belajar, bekerja, bermain, atau berkumpul sesuai waktu dan kebutuhan.

Keunggulannya adalah satu ruang dapat menyesuaikan perubahan kebutuhan tanpa harus membuat banyak ruangan khusus. Cara ini juga membantu keluarga memanfaatkan lahan secara lebih terukur.

Model ini cocok untuk keluarga yang memiliki aktivitas berbeda di rumah. Gunakan meja, rak, dan penyimpanan yang mudah dipindahkan agar fungsi ruang dapat berubah tanpa mengubah susunan utama rumah.

6. Rumah Dua Lantai dengan Area Keluarga di Lantai Dasar

Model rumah dua lantai membagi fungsi rumah berdasarkan kebutuhan ruang. Lantai dasar dapat digunakan untuk ruang keluarga, dapur, ruang makan, kamar mandi, dan satu kamar, sedangkan kamar lain berada di lantai atas.

Keunggulannya adalah keluarga mendapatkan ruang tambahan tanpa membutuhkan lahan yang lebih luas. Area berkumpul tetap berada di lantai dasar sehingga aktivitas bersama dapat dilakukan tanpa harus naik turun tangga.

Model ini dapat dipilih ketika jumlah anggota keluarga membutuhkan kamar lebih banyak. Pastikan kamar mandi tersedia pada setiap area utama dan tangga tidak menghalangi jalur aktivitas sehari-hari.

7. Rumah dengan Teras sebagai Ruang Keluarga Tambahan

Model ini menjadikan teras sebagai bagian dari aktivitas keluarga. Teras dapat digunakan untuk duduk, membaca, makan, menerima tamu, atau menemani anak bermain di halaman.

Keunggulannya adalah keluarga memperoleh ruang tambahan tanpa perlu membangun ruangan tertutup. Teras juga dapat menjadi area peralihan antara ruang dalam dan halaman rumah.

Model ini sesuai untuk keluarga yang sering berkegiatan bersama di luar ruang. Letakkan tempat duduk dan meja sesuai kebutuhan, kemudian pastikan jalur menuju pintu utama tetap terbuka agar teras tidak mengganggu sirkulasi.

8. Rumah dengan Zona Privat dan Bersama

Model rumah ini membagi ruang berdasarkan aktivitas, yaitu area bersama seperti ruang keluarga dan ruang makan serta area privat seperti kamar tidur. Pembagian tersebut membuat fungsi setiap bagian rumah lebih mudah dipahami.

Keunggulannya adalah keluarga tetap memiliki tempat berkumpul sekaligus ruang untuk beristirahat tanpa saling mengganggu. Anak dapat belajar atau bermain di area bersama, sementara kamar tetap digunakan untuk kebutuhan pribadi.

Model ini layak dipilih ketika setiap anggota keluarga membutuhkan ruang sendiri. Atur posisi kamar menjauh dari area yang sering digunakan bersama dan tempatkan ruang keluarga pada bagian yang mudah diakses semua penghuni.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Rumah Family Friendly

Apa yang dimaksud dengan rumah family friendly?

Rumah family friendly adalah rumah yang penataan ruangnya mempertimbangkan kebutuhan seluruh anggota keluarga, termasuk aktivitas bersama, privasi, keamanan, dan kemudahan akses.

Apakah rumah kecil bisa dibuat family friendly?

Bisa. Rumah kecil dapat menerapkan konsep family friendly melalui pembagian ruang yang sesuai kebutuhan, penggunaan ruang serbaguna, serta jalur aktivitas yang mudah digunakan seluruh penghuni.

Lebih baik rumah satu atau dua lantai untuk keluarga?

Pilihan bergantung pada jumlah penghuni dan luas lahan. Rumah satu lantai memudahkan akses, sedangkan rumah dua lantai dapat menambah ruang ketika lahan terbatas.

Apa ruang yang penting dalam rumah untuk keluarga?

Ruang keluarga, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan area makan menjadi beberapa ruang yang perlu disesuaikan dengan aktivitas penghuni.

Bagaimana menentukan model rumah untuk keluarga?

Tentukan jumlah penghuni, aktivitas utama, kebutuhan privasi, jumlah kamar, serta luas lahan sebelum memilih model rumah. Setelah itu, sesuaikan pembagian ruang dengan rutinitas keluarga.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6