Cara Kucing Memilih Orang yang Disukainya, Ternyata Bukan Sekadar Soal Siapa yang Memberi Makan

Kucing memilih orang favorit berdasarkan rasa aman, komunikasi, rutinitas, dan interaksi positif, bukan hanya soal makanan.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 20:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pemilik kucing, cara kucing memilih orang yang disukainya sering menjadi hal menarik untuk diamati. Di dalam satu rumah, kucing bisa saja lebih sering tidur di samping seseorang, mengikuti orang tertentu dari kamar ke kamar, atau justru mendekati anggota keluarga yang paling jarang memanggilnya. Pilihan tersebut terkadang terlihat misterius, tetapi perilaku kucing sebenarnya dapat dipengaruhi oleh rasa aman, komunikasi, rutinitas, kepribadian, hingga pengalaman sebelumnya.

Kucing memang dikenal memiliki karakter yang cukup selektif. Berbeda dari anggapan bahwa kucing selalu cuek, hewan ini sebenarnya dapat membangun ikatan yang kuat dengan manusia. Hanya saja, mereka memiliki cara tersendiri dalam menunjukkan rasa nyaman dan kepercayaan.

Karena itu, menjadi orang yang paling disukai kucing bukan selalu tentang memberikan makanan paling banyak. Cara seseorang berinteraksi, menghargai ruang pribadi, bermain, berbicara, dan membaca bahasa tubuh kucing juga dapat menentukan seberapa dekat hubungan yang terbentuk. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (18/8/2026).

Kucing Bisa Memiliki Orang Favorit

Tidak semua kucing pasti memiliki satu manusia favorit. Namun, seperti dijelaskan Dr. Joanna Woodnutt, MRCVS dalam Cats.com, banyak kucing memang tampak memilih anggota keluarga tertentu untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Pilihan tersebut tidak selalu jatuh kepada orang yang paling sering memberi makan atau membersihkan kotak pasir.

Menariknya, kucing terkadang justru menyukai orang yang tidak terlalu berusaha mendapatkan perhatian mereka. Orang yang tidak mengejar, menggendong secara paksa, atau terus-menerus mengelus dapat terasa lebih aman karena kucing tetap memiliki kendali atas interaksi.

Hal ini berkaitan dengan karakter alami kucing yang cenderung berhati-hati. Bagi mereka, seseorang yang menghargai jarak dan tidak memaksakan kontak fisik bisa menjadi sosok yang lebih mudah dipercaya.

Menurut Cats.com, ketika kucing memilih seseorang, salah satu hal penting yang mendasarinya adalah rasa percaya. Kucing yang bersedia tidur nyenyak di dekat manusia, misalnya, menunjukkan bahwa mereka merasa lingkungan tersebut cukup aman untuk membuatnya lengah.

1. Kucing Memilih Orang yang Membuatnya Merasa Aman

Rasa aman merupakan salah satu faktor penting dalam hubungan antara kucing dan manusia. Kucing merupakan hewan yang memiliki naluri untuk memperhatikan lingkungan dan mendeteksi potensi ancaman. Karena itu, mereka cenderung menyukai orang dengan gerakan yang tenang dan dapat diprediksi.

Orang yang sering berjalan tergesa-gesa, berteriak, mengejar kucing, atau melakukan gerakan tiba-tiba mungkin membuat kucing lebih waspada. Sebaliknya, seseorang yang duduk dengan tenang dan membiarkan kucing mendekat sesuai keinginannya dapat dianggap lebih nyaman untuk ditemani.

Cats.com juga menyarankan pemilik untuk memperhatikan bahasa tubuh kucing. Ekor yang bergerak cepat, telinga yang ditarik ke belakang, atau kecenderungan menjauh dapat menjadi tanda bahwa kucing sedang tidak ingin berinteraksi.

Dengan memberikan kesempatan kepada kucing untuk menentukan kapan ingin mendekat, manusia menunjukkan bahwa dirinya dapat dipercaya. Dalam hubungan dengan kucing, membiarkan mereka memiliki pilihan justru dapat memperkuat kedekatan.

2. Orang yang Memahami Bahasa Tubuh Kucing Lebih Mudah Disukai

Kucing tidak berkomunikasi dengan cara yang sama seperti manusia. Mereka menggunakan posisi telinga, gerakan ekor, ekspresi wajah, suara, postur tubuh, serta perilaku tertentu untuk menyampaikan kondisi emosional.

Seseorang yang belajar mengenali tanda-tanda tersebut biasanya lebih mudah membangun hubungan dengan kucing. Misalnya, ketika kucing mulai menjauh saat dielus, orang tersebut berhenti dan memberikan ruang. Sebaliknya, ketika kucing mendekat dan menggosokkan tubuhnya, ia memahami bahwa kucing sedang membuka kesempatan untuk berinteraksi.

Rover, melalui artikel Victoria Tomis, juga menekankan pentingnya komunikasi yang ramah bagi kucing. Salah satunya adalah slow blink atau kedipan mata perlahan. Dalam konteks interaksi kucing, tatapan yang lembut dan kedipan perlahan dapat menjadi bentuk komunikasi yang lebih tidak mengancam dibandingkan menatap kucing secara intens.

Kebiasaan sederhana seperti menyapa kucing dengan tenang, melakukan kedipan perlahan, kemudian membiarkannya memilih untuk mendekat dapat membuat interaksi terasa lebih nyaman.

3. Kucing Mengingat Orang yang Memberikan Pengalaman Menyenangkan

Makanan memang dapat membantu membangun asosiasi positif, tetapi bukan satu-satunya faktor. Bermain juga menjadi bagian penting dari hubungan kucing dan manusia.

Menurut Rover, waktu bermain memberikan kesempatan bagi kucing untuk menyalurkan perilaku alaminya, seperti mengejar, berburu, memanjat, mencakar, dan mencari sesuatu. Ketika seseorang rutin mengajak kucing bermain menggunakan mainan yang disukainya, interaksi tersebut dapat menjadi pengalaman positif yang memperkuat hubungan.

Karena itu, seseorang yang selalu menyediakan waktu untuk bermain mungkin menjadi lebih menarik bagi kucing dibandingkan orang yang hanya datang ketika waktunya memberi makan.

Jenis permainan juga sebaiknya disesuaikan dengan karakter kucing. Kucing yang aktif mungkin menyukai mainan tongkat atau benda yang dapat dikejar, sedangkan kucing yang lebih tenang mungkin menikmati permainan singkat dengan intensitas rendah.

4. Rutinitas Membuat Kucing Lebih Mudah Percaya

Kucing dikenal sebagai hewan yang menyukai rutinitas. Jadwal yang relatif konsisten dapat membuat mereka mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya.

Rover menyebut jadwal yang teratur sebagai salah satu cara untuk membantu membangun kepercayaan. Waktu makan, bermain, dan interaksi yang dilakukan secara konsisten membuat manusia menjadi bagian dari pola kehidupan yang dapat diprediksi oleh kucing.

Inilah alasan seseorang yang selalu memberi makan pada waktu tertentu, membersihkan kotak pasir secara rutin, atau mengajak bermain pada jam yang sama dapat menjadi sosok yang dianggap penting.

Namun, bukan berarti kucing hanya menyukai orang yang bertugas merawatnya. Cats.com mencatat bahwa favorit kucing tidak selalu merupakan orang yang paling banyak melakukan pekerjaan perawatan. Kepribadian manusia dan gaya interaksi juga dapat memainkan peran.

5. Kepribadian Kucing Memengaruhi Pilihannya

Setiap kucing memiliki karakter berbeda. Ada yang aktif dan senang bermain, ada pula yang lebih suka duduk tenang di sudut rumah. Karena itu, orang yang paling cocok dengan kepribadiannya bisa saja menjadi orang favorit.

Union Lake Veterinary Hospital menjelaskan bahwa kucing yang tenang dan santai mungkin lebih tertarik kepada manusia dengan pembawaan yang serupa. Sementara itu, kucing yang energik dapat lebih menikmati kebersamaan dengan orang yang mau bermain dan memberikan stimulasi.

Dengan kata lain, hubungan tersebut dapat terbentuk karena kecocokan. Seseorang yang memahami apa yang disukai kucing dan menyesuaikan cara berinteraksi dengannya memiliki peluang lebih besar untuk membangun ikatan yang kuat.

6. Kucing Menyukai Orang yang Menghormati Batasannya

Ada kalanya seseorang justru semakin didekati kucing ketika ia tidak memaksakan kontak fisik. Hal tersebut bukan berarti kucing tidak menyukai perhatian, tetapi mereka ingin memiliki kendali terhadap kapan dan bagaimana interaksi berlangsung.

Rover menyarankan agar manusia menghormati area yang membuat kucing tidak nyaman. Beberapa kucing tidak menyukai perut, kaki, atau bagian tubuh tertentu disentuh. Kucing yang sedang tidur juga sebaiknya tidak dibangunkan hanya untuk dielus.

Ketika batas tersebut dilanggar berulang kali, kucing dapat merespons dengan menjauh, bersembunyi, mendesis, mencakar, atau menggigit. Sebaliknya, ketika manusia menghentikan interaksi saat kucing menunjukkan ketidaknyamanan, kucing belajar bahwa orang tersebut mampu membaca sinyalnya.

7. Pengalaman Masa Lalu Juga Dapat Berpengaruh

Hubungan kucing dengan manusia tidak selalu dimulai dari kondisi yang sama. Kucing yang sejak kecil mendapatkan interaksi positif dengan banyak orang dapat lebih mudah beradaptasi dengan manusia.

Rover menjelaskan bahwa periode awal perkembangan sosial anak kucing, terutama sekitar usia tiga hingga tujuh minggu, berperan penting dalam bagaimana mereka merespons manusia. Kurangnya pengalaman positif pada periode tersebut dapat membuat kucing lebih berhati-hati ketika berhadapan dengan orang baru.

Pengalaman buruk atau perlakuan kasar juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan kucing. Kucing yang pernah mengalami situasi menakutkan mungkin membutuhkan waktu lebih panjang untuk merasa aman.

Karena itu, jika seekor kucing tampak lebih takut kepada orang tertentu, sebaiknya perilaku tersebut tidak langsung dianggap sebagai tanda bahwa kucing membenci orang tersebut. Bisa jadi ada pengalaman atau asosiasi tertentu yang membuatnya lebih waspada.

Tanda Kucing Menganggap Seseorang sebagai Orang Favoritnya

Ada beberapa perilaku yang dapat menjadi petunjuk bahwa kucing merasa sangat nyaman dengan seseorang. Rover dan Cats.com menyebut sejumlah tanda yang umum diamati, meskipun setiap kucing dapat menunjukkan kasih sayang dengan cara berbeda.

Kucing mungkin sering mengikuti orang tersebut dari satu ruangan ke ruangan lain. Ia juga dapat memilih tidur di dekatnya, duduk di pangkuan, atau sekadar berada dalam ruangan yang sama.

Perilaku menggosokkan kepala atau tubuh ke kaki dan tangan juga dapat menunjukkan kedekatan. Dalam artikel Rover, perilaku head bunting dan menggosokkan tubuh berkaitan dengan interaksi sosial serta penandaan aroma.

Kucing yang menjilat rambut atau mencoba melakukan perilaku seperti grooming kepada manusia juga dapat menunjukkan kedekatan sosial. Membawa mainan kepada seseorang merupakan tanda lain bahwa kucing ingin mengajak berinteraksi.

Bahkan, ketika kucing berguling dan memperlihatkan perutnya, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa ia merasa aman. Namun, bukan berarti perut tersebut selalu merupakan undangan untuk dielus. Tetap perhatikan respons kucing sebelum menyentuhnya.

Cara Membuat Kucing Lebih Dekat dengan Anda

Jika ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan kucing, langkah pertama bukanlah memaksanya untuk menyukai Anda. Justru, berikan kesempatan kepada kucing untuk mengenali Anda secara perlahan.

Luangkan waktu untuk berada di dekatnya tanpa selalu menyentuh. Ajak bermain menggunakan mainan yang sesuai dengan kesukaannya, berikan makanan sesuai jadwal, dan gunakan suara yang lembut.

Perhatikan pula kapan kucing ingin sendiri. Jika ia pergi ke tempat persembunyian atau menunjukkan bahasa tubuh yang menandakan ketidaknyamanan, biarkan ia beristirahat.

Union Lake Veterinary Hospital juga menyarankan agar pemilik mengenali minat kucing dan menghabiskan waktu melakukan aktivitas yang disukai bersama. Kegiatan sederhana seperti bermain, mengamati burung dari jendela, atau berbicara dengan kucing dapat menjadi bagian dari rutinitas yang mempererat hubungan.

Pada akhirnya, cara kucing memilih orang yang disukainya bukanlah proses dengan satu aturan mutlak. Kucing dapat memilih seseorang karena merasa aman, cocok dengan kepribadiannya, menikmati cara orang tersebut berkomunikasi, atau memiliki pengalaman positif yang berulang dengannya.

Menjadi orang favorit kucing juga bukan sebuah kompetisi yang harus dimenangkan. Hubungan yang kuat biasanya tumbuh perlahan melalui konsistensi, rasa aman, perhatian, dan penghormatan terhadap batasan. Ketika kucing akhirnya memilih tidur di samping Anda, mengikuti langkah Anda, atau datang sendiri untuk mencari perhatian, perilaku kecil tersebut bisa menjadi tanda bahwa kepercayaan sudah mulai terbentuk.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Kucing Memilih Orang yang Disukainya

1. Apakah kucing benar-benar bisa memiliki orang favorit?

Ya, banyak kucing menunjukkan preferensi terhadap orang tertentu dalam rumah. Namun, tidak semua kucing memiliki satu orang favorit yang jelas. Preferensi tersebut dapat dipengaruhi oleh kepribadian, pengalaman, rutinitas, interaksi, dan rasa aman.

2. Mengapa kucing justru menyukai orang yang tidak terlalu memperhatikannya?

Sebagian kucing merasa lebih nyaman dengan orang yang tidak memaksakan interaksi. Ketika seseorang tidak mengejar atau terus-menerus mengelus, kucing memiliki kendali untuk menentukan kapan ingin mendekat. Hal ini dapat membuat orang tersebut terasa lebih aman.

3. Apakah memberi makan membuat kucing memilih seseorang?

Memberi makan secara rutin dapat membantu membangun asosiasi positif dan kepercayaan. Namun, makanan bukan satu-satunya faktor. Bermain, berkomunikasi dengan baik, menghormati batasan, dan menciptakan lingkungan yang nyaman juga dapat memengaruhi hubungan.

4. Apa tanda kucing sangat mempercayai seseorang?

Kucing yang sangat percaya kepada seseorang dapat tidur atau bersantai di dekatnya, mengikuti orang tersebut, menggosokkan tubuh, melakukan head bunting, mendengkur, atau datang untuk mencari perhatian. Setiap kucing memiliki cara berbeda dalam menunjukkan rasa percaya.

5. Bagaimana cara agar kucing lebih menyukai kita?

Jangan memaksakan kedekatan. Berikan makanan sesuai jadwal, ajak bermain, gunakan gerakan yang tenang, pelajari bahasa tubuhnya, dan biarkan kucing mendekat terlebih dahulu. Menghormati ketika kucing ingin sendiri juga merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6