Gandeng JPMorgan, BlackRock Luncurkan Reksa Dana Pasar Uang Bertokenisasi

BlackRock meluncurkan reksa dana pasar uang bertokenisasi di Eropa dengan teknologi blockchain JPMorgan untuk mempercepat transaksi aset digital.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manajer investasi terbesar di dunia, BlackRock, terus memperluas ekspansinya di sektor aset digital. Kali ini, perusahaan berencana meluncurkan versi bertokenisasi (tokenized) dari sejumlah reksa dana pasar uang (money market fund) di Eropa dengan memanfaatkan infrastruktur blockchain milik JPMorgan.

Mengutip CoinMarketCap, Kamis (6/8/2026), proyek tersebut akan mencakup beberapa kelas unit penyertaan dalam BlackRock Institutional Cash Series yang terdiri dari mata uang pound sterling, euro, dan dolar AS.

Secara keseluruhan, rangkaian produk tersebut mengelola dana sekitar US$ 311 miliar. Namun, nilai tersebut merupakan total aset seluruh produk dalam seri tersebut, bukan jumlah dana yang akan langsung ditokenisasi.

Dalam skema yang disiapkan BlackRock, setiap token akan mewakili kepemilikan atas unit reksa dana pasar uang yang menjadi aset dasarnya. Token tersebut nantinya dapat dipindahkan antardompet digital (digital wallet) yang telah memperoleh persetujuan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BlackRock untuk membawa instrumen investasi konvensional ke ekosistem blockchain, sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi bagi investor institusi maupun perusahaan.

 

Menggunakan Platform Blockchain Kinexys

Dalam proyek ini, JPMorgan akan menyediakan lapisan tokenisasi melalui platform blockchain Kinexys. Meski demikian, JPMorgan tetap menjalankan perannya sebagai transfer agent atau agen administrasi perpindahan kepemilikan reksa dana.

Model tersebut menggabungkan layanan administrasi reksa dana yang sudah berjalan dengan teknologi blockchain. Pendekatan ini dinilai dapat mempermudah integrasi karena investor tetap menggunakan proses administrasi yang telah diatur regulator, tetapi memperoleh manfaat dari penerbitan dan transfer aset secara digital.

Token-token tersebut dirancang agar dapat dipindahkan hampir sepanjang waktu atau "always on", sehingga memungkinkan penyelesaian transaksi (settlement) berlangsung selama 24 jam.

Bagi investor institusi, manfaat utamanya bukan untuk aktivitas perdagangan spekulatif, melainkan meningkatkan efisiensi operasional. Proses transfer yang lebih cepat dinilai dapat mengurangi hambatan dalam pengelolaan likuiditas maupun penggunaan aset sebagai jaminan (collateral).

BlackRock juga melihat meningkatnya permintaan terhadap solusi pengelolaan kas berbasis blockchain.

Kepala Distribusi Kas Global sekaligus Kepala International Cash Management BlackRock, Beccy Milchem, mengatakan perusahaan melihat tingginya minat dari penyedia dompet digital, bendahara perusahaan (corporate treasurer), hingga pelaku pasar modal yang membutuhkan pengelolaan agunan secara lebih efisien.

Sementara itu, Kepala Digital Cash BlackRock, Hannah Winter, menilai kemampuan transfer antarpihak (peer-to-peer) menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang ingin mempercepat transaksi antarentitas dalam satu grup usaha.

 

Proyek Lanjutan

Ekspansi terbaru di Eropa ini melanjutkan langkah BlackRock yang sebelumnya meluncurkan produk tokenisasi pengelolaan kas bernama BUIDL pada 2024.

Produk reksa dana likuiditas berbasis dolar AS tersebut kini telah berkembang dengan total aset sekitar US$ 2,67 miliar, berdasarkan data RWA.xyz.

Meski BUIDL dan produk terbaru di Eropa memiliki wilayah operasional dan mata uang yang berbeda, keduanya menunjukkan arah strategi yang sama. BlackRock tidak lagi memandang tokenisasi sebagai proyek percobaan, melainkan sebagai kategori produk investasi yang dapat dikembangkan secara luas.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati jadwal peluncuran produk tersebut, institusi mana saja yang akan memperoleh akses ke dompet digital, serta bagaimana proses penyelesaian transaksi dan administrasi kepemilikan berjalan dalam praktik.

Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, tokenisasi reksa dana pasar uang berpotensi menjadi terobosan baru dalam pengelolaan kas dan aset digital bagi investor institusi.Â