Serangan Drone Israel Hantam Kafe di Gaza, 7 Warga Palestina Tewas

Serangan drone Israel menghantam kafe di pelabuhan barat Kota Gaza, menewaskan tujuh warga Palestina, termasuk seorang anak.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gaza - Serangan drone Israel menghantam sebuah kafe di kawasan pelabuhan sebelah barat Kota Gaza pada Selasa. Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak, sementara satu korban lainnya mengalami luka begitu parah hingga tidak dapat dikenali.

Dikutip dari Middle East Eye, Rabu (19/8/2026), informasi tersebut disampaikan pejabat kesehatan Gaza. Mereka mengatakan sebagian besar korban luka, termasuk mereka yang berada dalam kondisi kritis, telah dievakuasi ke rumah sakit al-Shifa.

Pihak rumah sakit melaporkan menerima enam jenazah dan 13 korban luka. Salah satu korban luka kemudian meninggal dunia akibat luka yang dideritanya pada Selasa malam.

Menurut rumah sakit, salah satu korban tampaknya terkena hantaman langsung rudal. Tubuh korban mengalami kerusakan sedemikian parah sehingga tidak dapat diidentifikasi.

Al Jazeera Arabic melaporkan bahwa dahsyatnya serangan menyebabkan sejumlah korban tewas dan terluka terlempar hingga ke laut. Kondisi tersebut membuat jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi dari angka yang telah dilaporkan.

Upaya pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung.

Seorang saksi mata, Mohammed Alghoul, mengatakan kepada AFP bahwa “pesawat tempur Israel menembakkan dua rudal ke kafe ‘Sweet and Bitter’ di pelabuhan nelayan sebelah barat Kota Gaza.”

Israel Klaim Sasar Komandan Hamas

Dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram, militer Israel mengatakan telah melakukan “serangan udara presisi” terhadap “sejumlah komandan Hamas” di kawasan Shati, sebelah barat Kota Gaza.

Militer Israel mengeklaim kelompok tersebut sedang merencanakan serangan terhadap pasukan Israel yang beroperasi di Jalur Gaza. Karena itu, menurut militer Israel, mereka diserang dari udara untuk “menghilangkan ancaman terhadap pasukan”.

Militer Israel juga mengatakan bahwa langkah-langkah telah diambil untuk mengurangi dampak terhadap warga sipil.

Namun, militer Israel tidak memberikan komentar mengenai anak yang tewas dalam serangan tersebut. Mereka juga tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan terhadap orang-orang yang menjadi sasaran serangan.

 

Hamas Sebut Serangan sebagai Pembantaian

Hamas menyebut serangan tersebut sebagai sebuah “pembantaian”.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan serangan itu menunjukkan “ketidakpedulian” Israel terhadap seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mempertahankan kesepakatan “gencatan senjata”.

Hamas juga mendesak para mediator untuk menekan Israel agar “berkomitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata” serta peta jalan perdamaian yang telah disepakati.

Serangan tersebut terjadi hanya sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui tahap berikutnya dari rencana “Board of Peace” yang dipimpin Amerika Serikat untuk Gaza.

Netanyahu menyebut pembicaraan dengan delegasi yang dipimpin utusan khusus Trump sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, sebagai pembicaraan yang “mendalam dan konstruktif”.

Kesepakatan tersebut mencakup tuntutan agar Hamas sepenuhnya melucuti senjata sebagai imbalan atas penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.

Israel sebelumnya menolak rencana 15 poin yang diajukan Trump, setelah Hamas menyetujui untuk melucuti senjata dan menyerahkan kendali atas Jalur Gaza kepada sebuah badan teknokratis.

Korban Tewas di Gaza Terus Bertambah

Hingga Senin, jumlah korban tewas di Gaza dilaporkan telah mencapai sedikitnya 73.399 orang, sementara 174.310 lainnya mengalami luka-luka sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, menurut sumber-sumber medis.

Dari jumlah tersebut, setidaknya 1.265 orang dilaporkan tewas sejak kesepakatan “gencatan senjata” antara Israel dan Hamas ditandatangani pada Oktober 2025