Israel dan UEA Konfirmasi Pertemuan Netanyahu-Mohammed bin Zayed

Ini merupakan pertemuan Netanyahu dan Mohammed bin Zayed di UEA yang pertama kali diakui secara terbuka oleh kedua negara.

Diterbitkan 29 September 2026, 08:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Abu Dhabi - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (27/9/2026) dan bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed.

Kedua negara mengonfirmasi pertemuan itu pada Senin (28/9).

Seorang sumber Israel yang mengetahui kunjungan tersebut mengatakan kepada CNN pada Minggu bahwa pembahasan dalam pertemuan tertutup itu didominasi isu Iran. Isu tersebut menjadi salah satu bidang yang semakin mempererat kerja sama kedua negara, termasuk selama perang Iran yang saat ini berlangsung.

WAM, kantor berita resmi UEA, mengonfirmasi bahwa Sheikh Mohammed dan Netanyahu bertemu di UEA pada Minggu.

"Kedua pemimpin membahas hubungan bilateral antara UEA dan Israel serta berbagai cara untuk memperkuat dan mengembangkannya lebih lanjut," lapor WAM.

Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan pertemuan tersebut berfokus pada penguatan hubungan antara kedua negara dan berbagai tantangan regional.

Dalam kunjungan itu, Netanyahu didampingi istrinya, kepala Dewan Keamanan Nasional, kepala Mossad, sekretaris militer, dan seorang penasihat politik.

Kunjungan yang jarang dilakukan Netanyahu itu berlangsung tepat satu bulan menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober. Lawatan tersebut juga terjadi di tengah memanasnya kontroversi politik di Israel menyusul laporan Haaretz dan The New York Times yang menyebut Sheikh Mohammed telah memperingatkan Netanyahu mengenai rencana operasi besar Hamas beberapa hari sebelum serangan 7 Oktober 2023.

Secara terpisah, The Atlantic melaporkan bahwa Kepala Intelijen Mesir Abbas Kamel terbang ke Israel pada 26 September 2023 untuk memperingatkan bahwa situasi di Gaza akan "meledak".

Sementara itu, The Wall Street Journal pada Minggu melaporkan bahwa Mesir setidaknya tiga kali menyampaikan peringatan kepada Israel mengenai Gaza. Peringatan terakhir disebut disampaikan melalui sambungan telepon kepada Netanyahu hanya beberapa hari sebelum serangan tersebut.

Kantor Netanyahu berulang kali membantah menerima peringatan apa pun. Mereka juga menyebut laporan-laporan tersebut sebagai kebohongan yang dibuat untuk merugikan Netanyahu menjelang pemilu.

Namun, para rival Netanyahu menggunakan tudingan tersebut untuk menjadikan pertanggungjawaban atas kegagalan mencegah serangan 7 Oktober 2023 sebagai salah satu isu utama kampanye.

Setelah muncul laporan awal mengenai peringatan dari Sheikh Mohammed, Kementerian Luar Negeri UEA pada awal bulan ini mengatakan pihaknya "tidak mengomentari pemberitaan media atau spekulasi mengenai percakapan antara para pemimpin pemerintahan." Meski demikian, kementerian tersebut tidak membantah adanya percakapan itu.

"Jika diperlukan, seluruh informasi intelijen yang relevan telah dan terus disampaikan di antara lembaga-lembaga terkait," kata kementerian tersebut dalam pernyataannya.

Saat itu, seorang sumber Israel yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kantor Netanyahu berupaya meminta UEA membantah laporan tersebut. Namun, UEA hanya bersedia mengeluarkan pernyataan mengenai pertukaran informasi intelijen.

Baik Israel maupun UEA tidak menyinggung laporan mengenai peringatan menjelang serangan 7 Oktober dalam pernyataan mereka pada Senin terkait kunjungan Netanyahu.

Partai Likud yang dipimpin Netanyahu kemudian mengeluarkan pernyataan yang diunggah melalui akun X perdana menteri. Likud menuding politikus Palestina yang berbasis di UEA, Mohammed Dahlan, melakukan campur tangan asing secara terang-terangan dalam pemilu Israel.

Partai tersebut tidak menyertakan bukti untuk mendukung tudingan itu.

 

Rival Netanyahu Soroti Peringatan Jelang Serangan 7 Oktober 2023

Sementara itu, para rival Netanyahu kembali memanfaatkan laporan mengenai peringatan tersebut untuk mengkritik penanganannya terhadap berbagai peristiwa menjelang serangan 7 Oktober 2023.

Gadi Eizenkot, yang menurut jajak pendapat saat ini menjadi penantang utama Netanyahu dalam pemilu Israel mendatang, mengatakan pada Sabtu (26/9) bahwa terungkapnya laporan mengenai peringatan tersebut "tidak menyisakan ruang untuk keraguan: Netanyahu, dengan kebutaan, kesombongan, dan ketidakbertanggungjawaban, telah membawa Negara Israel menuju bencana terbesar dalam sejarahnya."

Pada Mei, kantor Netanyahu mengatakan perdana menteri diam-diam mengunjungi UEA pada Maret, ketika perang Iran baru berlangsung dan menyebut lawatan itu sebagai sebuah "terobosan bersejarah".

Namun, Kementerian Luar Negeri UEA saat itu membantah klaim tersebut dan menyebutnya sama sekali tidak berdasar.

Selama perang berlangsung, Israel disebut pula telah menempatkan sistem pertahanan rudal Iron Dome di UEA. Para pejabat Israel mengatakan kerja sama keamanan antara kedua negara telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Â