Diduga Picu Cedera Otak Ratusan Orang, Roller Coaster Populer di AS Ditutup Permanen

Six Flags Magic Mountain menutup permanen wahana Roller Coaster X2 setelah ratusan pengunjung diduga alami cedera otak.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Six Flags Magic Mountain, taman hiburan di California, Amerika Serikat, mengumumkan akan menutup secara permanen salah satu roller coaster populernya, X2. Keputusan ini diambil setelah lebih dari 100 pengunjung mengaku mengalami cedera otak usai menaiki wahana tersebut.

Dikutip dari BBC, Sabtu (3/10/2026), X2 merupakan salah satu atraksi utama di taman hiburan itu. Wahana tersebut dikenal memiliki antrean panjang dan kursi yang dapat berputar hingga 360 derajat. X2 telah ditutup sejak Juli lalu.

Pihak Six Flags mengatakan X2 telah melewati berbagai rangkaian pengujian keselamatan. Namun, perusahaan akhirnya memutuskan untuk memensiunkan wahana tersebut karena menilai keputusan itu merupakan "hal yang benar untuk dilakukan".

Penutupan permanen X2 dilakukan setelah muncul gugatan hukum dan pemberitaan yang menyebut sejumlah pengunjung mengalami cedera otak setelah menaiki wahana tersebut. Salah satu firma hukum yang mewakili beberapa penggugat mengatakan keputusan itu datang "terlambat" bagi klien mereka.

Presiden Six Flags Magic Mountain, Brian Oerding, mengatakan keselamatan pengunjung merupakan bagian utama dari bisnis mereka.

"Keselamatan wahana adalah landasan bisnis kami, dan ketika kami melihat kepercayaan tamu terdampak, kami menanggapinya dengan serius," ujar Oerding saat mengumumkan penutupan pada Selasa.

Dordick Law Corporation, firma hukum yang mengajukan gugatan perdata terhadap taman hiburan tersebut, mengatakan telah dihubungi sekitar 400 orang yang mengaku mengalami cedera dan meyakini kondisi tersebut disebabkan oleh X2.

"Mereka menaiki X2 dengan harapan mendapatkan sensasi mendebarkan. Sebaliknya, mereka pulang dengan cedera otak yang parah," kata firma hukum tersebut dalam sebuah pernyataan.

Menurut firma itu, beberapa korban membutuhkan operasi otak darurat. Sebagian lainnya masih berjuang untuk memulihkan kehidupan mereka.

Firma hukum tersebut menyambut penutupan X2 demi melindungi pengunjung di masa mendatang. Namun, mereka menilai keputusan itu tidak mengubah kondisi orang-orang yang sudah mengalami cedera.

 

Mulai Beroperasi 2002

X2 awalnya bernama X dan mulai beroperasi pada 2002. Namun, wahana tersebut ditutup beberapa bulan kemudian untuk menjalani perbaikan akibat masalah desain, menurut laporan Los Angeles Times.

Pada 2007, wahana itu kembali ditutup untuk mengganti rangkaian keretanya dengan versi yang lebih ringan.

Setahun kemudian, wahana tersebut dibuka kembali dengan nama X2. Sejak saat itu, lebih dari 16 juta orang telah menaiki X2, menurut pihak taman hiburan.

Sementara itu, firma hukum yang mewakili keluarga Christopher Hawley, pria berusia 22 tahun yang meninggal setelah menaiki X2 pada 2022, mengatakan penutupan wahana tersebut belum cukup.

Pengacara Brent Wisner dari Wisner Baum LLP mengatakan keluarga Hawley lega mendengar bahwa Six Flags akhirnya menutup X2. Namun, keputusan itu tidak mengubah kenyataan bahwa Christopher Hawley meninggal akibat roller coaster berbahaya yang tetap dioperasikan selama hampir dua dekade.

Keluarga Hawley telah menyelesaikan gugatan kematian akibat kelalaian terhadap taman hiburan tersebut pada Agustus.

"Tragedi itu tidak dapat dibatalkan," kata Wisner dalam pernyataan kepada BBC.

Ia menyerukan reformasi hukum, regulasi yang lebih proaktif, serta pengawasan pemerintah yang memadai.

"Kita tidak bisa mengandalkan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan untuk melakukan hal yang benar hanya setelah cukup banyak orang terluka," ujar Wisner.

"Kami berharap apa pun yang menggantikan X2 nantinya aman," tambahnya.