7 Cara Menabung untuk Pergi Haji, Mulai dari Rp 20 Ribu Sehari

Modal terbatas ingin ke Baitullah? Simak 7 cara menabung untuk pergi haji mulai Rp 20 ribu sehari, plus rincian biaya haji 2026 dan tips instrumen syariah.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang mengira harus mengumpulkan puluhan juta rupiah sekaligus sebelum boleh mendaftar haji. Tetapi Anda bisa menyetor Rp 25 juta untuk mengunci satu nomor porsi dan resmi masuk antrean nasional.

Sisanya bisa dicicil pelan-pelan, bahkan Anda bisa menabung mulai dari uang Rp 20 ribu yang biasanya habis untuk jajan harian. Cara inii bisa dicoba untuk Anda yang memimpikan Tanah Suci namun merasa penghasilan masih pas-pasan. Yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini tentang cara menabung uang pergi haji mulai dari Rp 20 ribu sehari. 

Kenapa Menabung Haji Sekarang Layak Diperjuangkan

Antusiasme umat Islam Indonesia untuk berhaji tidak pernah surut. Melansir laman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa Indonesia adalah pengirim jemaah terbesar di dunia." Konsekuensinya, antrean semakin panjang dan daftar tunggu terus bertambah.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, masa tunggu haji reguler kini diseragamkan menjadi sekitar 26 tahun di seluruh provinsi lewat aturan baru, sehingga pendaftar 2026 diperkirakan berangkat sekitar 2052-2053. Artinya, siapa cepat mendaftar, dialah yang lebih dulu berpeluang berangkat. Anda bisa memahami skema ini lewat penjelasan tentang waktu tunggu haji yang mendaftar di 2026.

Kabar baiknya, biaya haji 2026 justru turun sekitar Rp 2 juta dibanding tahun sebelumnya. Merujuk keputusan bersama pemerintah dan Komisi VIII DPR RI, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler 1447 H/2026 M ditetapkan Rp 87.409.365 per jemaah, dengan porsi yang dibayar langsung jemaah (Bipih) sebesar Rp 54.193.806.

Momen sekarang juga tepat karena instrumen keuangan syariah makin ramah pemula, ada yang bisa dimulai dari Rp 10 ribu. Pemantauan antrean pun tinggal di ujung jari lewat aplikasi Satu Haji 2026.

Manfaat Menabung untuk Haji

Manfaat pertama tentu spiritual. Menabung haji adalah wujud niat menyempurnakan rukun Islam kelima, dan biaya yang dikeluarkan untuk berhaji tergolong infak di jalan Allah. Semangat ini bisa Anda rawat dengan membaca keutamaan ibadah haji dan memahami cara meraih haji mabrur.

Dari sisi kesehatan mental, menabung dengan tujuan spesifik terbukti membuat seseorang lebih tenang dan konsisten dibanding menabung tanpa arah. Ada rasa kendali dan optimisme yang tumbuh setiap kali saldo bertambah, meski nominalnya kecil.

Manfaat sosialnya nyata: menabung bersama pasangan atau anak menjadikan haji sebagai proyek keluarga yang mempererat hubungan. Banyak komunitas majelis taklim pun saling menyemangati anggotanya untuk konsisten.

Secara finansial, disiplin menabung haji melatih pengelolaan uang secara menyeluruh, dari mencatat pengeluaran hingga mengenal aset syariah. Ini penting, sebab sebuah survei kesehatan finansial di Indonesia mencatat hanya sekitar seperempat anak muda yang benar-benar memiliki dana darurat. Kebiasaan baik ini menular ke pos keuangan lain.

7 Cara Menabung untuk Pergi Haji

1. Kunci Utama: Amankan Setoran Awal Rp 25 Juta untuk Nomor Porsi

Target pertama Anda bukan Rp 54 juta, melainkan Rp 25 juta. Sebagaimana diungkapkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), calon jemaah cukup menyetor Rp 25 juta untuk memperoleh nomor porsi, sementara selisih biaya ditanggung nilai manfaat pengelolaan dana haji yang tahun ini mencapai sekitar Rp 33,2 juta per jemaah.

Setoran awal ini disetor melalui Bank Penerima Setoran BPIH (BPS-BPIH) resmi dan tercatat di sistem SISKOHAT. Setelah dapat nomor porsi, Anda bisa mengecek estimasi keberangkatan kapan saja, ikuti panduan cara cek nomor porsi haji.

Peringatan penting: jangan tergiur tawaran "dana talangan" berbunga atau paket visa haji ilegal. Setor hanya lewat jalur resmi pemerintah agar dana Anda aman.

2. Buka Rekening Tabungan Haji Terpisah dan Aktifkan Autodebet

Pisahkan dana haji dari rekening harian. Bank-bank syariah menyediakan tabungan haji khusus dengan setoran awal ringan, bebas biaya administrasi bulanan, dan terhubung langsung ke SISKOHAT.

Kuncinya, aktifkan autodebet segera setelah gajian, sehingga uang tersisih sebelum sempat terpakai. Prinsip "bayar diri sendiri lebih dulu" ini terbukti ampuh, seperti diulas dalam tips menyisihkan uang di awal saat gajian.

3. Hitung Mundur dari Target: Bagi Total Biaya dengan Waktu

Cara paling sederhana: ambil total dana yang Anda butuhkan, lalu bagi dengan jumlah bulan sampai target. Ingin mengumpulkan Rp 25 juta dalam tiga tahun? Berarti sekitar Rp 700 ribu per bulan.

Sesuaikan target dengan estimasi keberangkatan Anda. Karena antrean kini diseragamkan, Anda punya cukup waktu untuk pelunasan, cek rumus dan cara mengecek daftar tunggu haji untuk memperkirakan tenggatnya.

4. Mulai dari Rp 20 Ribu Sehari

Jangan remehkan uang receh harian. Menabung Rp 20 ribu setiap hari setara Rp 600 ribu per bulan atau sekitar Rp 7,2 juta setahun. Konsisten selama sekitar 3,5 tahun, setoran awal Rp25 juta pun tercapai.

Skema Per Hari Per Bulan Capai Rp25 Juta
Hemat Rp 20.000 ~Rp 600.000 ~3 tahun 6 bulan
Standar Rp 35.000 ~Rp 1.050.000 ~2 tahun
Agresif Rp 50.000 ~Rp 1.500.000 ~1 tahun 5 bulan

Uang Rp 20 ribu itu bisa berasal dari mengurangi kopi kekinian atau jajan daring. Untuk menjaga ritme, terapkan kebiasaan sederhana ala menabung setiap hari dengan konsisten.

5. Tumbuhkan Dana lewat Instrumen Syariah

Menyimpan uang tunai bertahun-tahun berisiko tergerus inflasi. Solusinya, tumbuhkan sebagian dana lewat instrumen halal yang stabil.

Mengutip Kementerian Keuangan, sukuk ritel negara membayarkan imbal hasil tetap setiap bulan dan pokoknya dijamin negara, dengan imbal hasil seri terbaru berkisar 5,5 persen hingga 6 persen per tahun dan modal mulai Rp 1 juta. Kenali dulu keuntungan sukuk ritel dibanding deposito.

Alternatif lain adalah reksa dana syariah sebagai alternatif investasi yang bisa dibeli mulai Rp 10 ribu lewat aplikasi seperti Bibit atau Bareksa. Emas juga populer; Anda bisa menabung lewat tabungan emas di Pegadaian dari nominal kecil.

Mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, pilihlah produk yang dikelola lembaga berizin, dan ingat bahwa simpanan di bank dijamin Lembaga Penjamin Simpanan. Untuk horizon 3-5 tahun, komposisi yang wajar adalah menyimpan sebagian dana tetap likuid dan sebagian lagi di instrumen bertumbuh.

6. Tambah Pemasukan lewat Usaha Sampingan

Jika pos pengeluaran sudah mepet, tambah keran pemasukan. Satu shift tambahan atau usaha kecil di akhir pekan bisa langsung dialihkan ke pos haji.

Banyak pilihan bermodal minim, dari jasa titip, reseller, hingga konten digital, seperti berbagai ide usaha sampingan modal kecil. Bagi yang di rumah, tersedia pula bisnis sampingan modal kecil dari rumah yang produknya bisa dijual di Tokopedia, Shopee, atau TikTok Shop.

7. Jauhi Utang Berbunga dan Jaga Konsistensi

Godaan terbesar adalah "jalan pintas" berupa pinjaman berbunga. Selain memberatkan, riba bertentangan dengan semangat ibadah yang ingin dicapai. Fokuslah pada usaha halal dan sabar.

Berikut timeline realistis agar tetap termotivasi:

  • Minggu 1: buka rekening tabungan haji, aktifkan autodebet, tentukan nominal harian.
  • Bulan 1: evaluasi pengeluaran, potong satu langganan yang jarang dipakai.
  • Bulan 3: mulai alihkan sebagian tabungan ke sukuk atau reksa dana syariah.
  • Bulan 6: tinjau progres, naikkan nominal jika ada kenaikan penghasilan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Menunggu "punya uang lebih" baru menabung. Padahal kunci utamanya justru memulai dari nominal kecil sekarang.
  • Mencampur dana haji dengan rekening belanja, sehingga tanpa sadar terpakai.
  • Menyimpan seluruh dana dalam bentuk tunai sehingga kalah oleh inflasi.
  • Tergiur travel atau visa haji nonresmi yang menjanjikan berangkat cepat dengan harga tak masuk akal.

Simulasi Biaya dan Tabungan Haji

Agar tidak kaget, berikut gambaran dana yang perlu disiapkan seorang jemaah dengan asumsi harga 2026. Angka ini estimasi dan berbeda tiap embarkasi serta akan berubah tiap tahun.

Komponen Estimasi
Setoran awal (dapat nomor porsi) Rp 25.000.000
Sisa pelunasan Bipih (rata-rata nasional) ~Rp 29.000.000
Perlengkapan, manasik, dan cek kesehatan Rp 3.000.000 - Rp 7.000.000
Dana tambahan (dam, oleh-oleh, cadangan) Rp 5.000.000 - Rp 15.000.000
Perkiraan total disiapkan jemaah ~Rp 37 juta - Rp 56 juta

Perlu dicatat, sebagian besar biaya di Arab Saudi telah disubsidi nilai manfaat, dan jemaah bahkan menerima uang saku (living cost) sekitar Rp 3,3 juta. Jadi, beban terberat sesungguhnya adalah disiplin mengumpulkan setoran awal dan pelunasan.

Bandingkan dengan jalur haji khusus (plus) yang masa tunggunya lebih singkat namun biayanya jauh lebih tinggi, dengan setoran awal mulai sekitar US$ 4.500 dan total bisa menembus Rp 150 juta. Jalur reguler tetap paling terjangkau untuk kantong mayoritas keluarga Indonesia.

Optimalkan dan Percepat Tabungan Haji

Setelah kebiasaan menabung terbentuk, saatnya naik level agar target tercapai lebih cepat. Pertama, jadikan penghasilan tambahan sebagai mesin akselerasi. Tambahan Rp 1 juta per bulan saja bisa memangkas waktu menabung secara signifikan; banyak yang memulainya dengan membuka usaha sampingan untuk menambah pemasukan.

Kedua, pertimbangkan umrah lebih dulu sebagai "latihan" finansial dan spiritual berskala lebih kecil sambil menunggu antrean haji. Ketiga, berangkat berkelompok atau bersama keluarga sering membuka peluang berbagi biaya transportasi dan akomodasi.

Keempat, lindungi tabungan Anda. Sisihkan dana darurat terpisah agar rencana haji tidak bubar saat ada kebutuhan mendadak, dan pertimbangkan proteksi berbasis syariah (takaful) untuk perjalanan. Bagi keluarga, daftarkan anak sejak dini karena porsi bisa dilimpahkan sesuai aturan bila terjadi hal tak terduga.

Terakhir, tingkatkan literasi. Semakin paham instrumen dan alur pendaftaran, semakin kecil peluang terjebak penipuan. Bila ragu meracik strategi, berkonsultasilah dengan perencana keuangan syariah bersertifikat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menabung untuk Haji

Berapa uang untuk mendaftar haji pertama kali?

Untuk mendaftar dan memperoleh nomor porsi, calon jemaah cukup menyetor setoran awal Rp 25 juta melalui Bank Penerima Setoran BPIH resmi. Sisa biaya perjalanan (Bipih), yang pada 2026 rata-rata sekitar Rp 54 juta, baru dilunasi saat Anda dinyatakan berhak lunas menjelang keberangkatan.

Berapa lama menabung Rp 20 ribu sehari untuk setoran awal haji?

Menabung Rp 20 ribu per hari setara sekitar Rp 600 ribu per bulan atau Rp 7,2 juta per tahun. Dengan konsistensi penuh, setoran awal Rp 25 juta dapat terkumpul dalam kurun sekitar 3,5 tahun, dan bisa lebih cepat bila nominal harian dinaikkan atau ditambah penghasilan sampingan.

Lebih baik menabung haji di bank atau lewat investasi syariah?

Keduanya bisa dikombinasikan. Tabungan haji di bank syariah berguna untuk mengunci nomor porsi dan menjaga likuiditas, sementara instrumen seperti sukuk ritel atau reksa dana syariah membantu melawan inflasi karena biaya haji cenderung naik. Sesuaikan dengan profil risiko Anda dan pastikan memilih produk yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6