Imbas Program B50, Analis Minta Investor Selektif Pilih Saham Emiten Sawit

Program Biodiesel B50 jadi katalis positif sektor sawit, namun dampaknya tak merata. Investor perlu cermati valuasi dan efisiensi emiten.

Diterbitkan 05 Juli 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Prospek saham sektor perkebunan sawit masih menjanjikan seiring implementasi program Biodiesel B50 yang diperkirakan meningkatkan permintaan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di dalam negeri.

Meski demikian, Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama meminta investor agar tetap selektif dalam memilih emiten karena penguatan saham diperkirakan tidak akan merata.

Ia mengatakan, kebijakan B50 memberikan sentimen positif bagi industri sawit karena mampu menopang konsumsi domestik CPO. Namun, besarnya manfaat yang diterima masing-masing emiten akan bergantung pada kondisi fundamental perusahaan dan dinamika pasar.

“Prospek saham sektor sawit masih cenderung positif karena didukung peningkatan permintaan domestik CPO. Namun, penguatannya diperkirakan akan lebih selektif sehingga investor tetap perlu memperhatikan valuasi masing-masing emiten serta pergerakan harga CPO ke depan,” kata Elandry kepada Liputan6.com, dikutip Minggu (5/7/2026).

Ia menilai perusahaan dengan volume produksi CPO yang besar dan biaya produksi yang efisien berpotensi mencatatkan peningkatan pendapatan serta margin laba lebih baik dibandingkan emiten lainnya. Implementasi B50 dinilai mampu menjadi katalis yang memperkuat prospek kinerja sektor sawit dalam jangka menengah.

“Menurut saya, implementasi B50 berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten sawit karena meningkatkan permintaan domestik CPO,” ujarnya.

Pertimbangkan Faktor Eksternal

Meski prospeknya positif, ia menegaskan investor tidak boleh mengabaikan berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan saham sawit. Konsistensi implementasi B50, fluktuasi harga CPO global, harga minyak dunia, hingga kebijakan ekspor pemerintah masih menjadi variabel penting yang akan menentukan arah sentimen pasar.

“Investor perlu mencermati konsistensi implementasi B50, pergerakan harga CPO global, harga minyak dunia, serta kebijakan ekspor karena faktor-faktor tersebut akan memengaruhi market sentiment dan profitabilitas emiten sawit,” ujarnya.

 

Prospek Emiten yang Diuntungkan Implementasi B50

Lebih lanjut, Elandry menyebut sejumlah emiten yang memiliki eksposur produksi CPO besar berpotensi memperoleh manfaat lebih optimal dari kebijakan tersebut. Emiten seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR).

Kemudian ada emiten PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) yang diperkirakan menjadi beberapa yang paling diuntungkan.

“Emiten yang berpotensi paling diuntungkan antara lain AALI, SMAR, LSIP, dan DSNG, mengingat memiliki eksposur produksi CPO yang besar sehingga berpeluang memperoleh manfaat lebih optimal dari meningkatnya permintaan domestik,” pungkasnya.

  • liputan6
    Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari bahan alami yang terbarukan, seperti minyak nabati dan hewani.
    Biodiesel
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • B50
  • emiten
  • Sawit