BRIN Ungkap Potensi Malapari untuk Energi Terbarukan

BRIN menyebut tanaman malapari berpotensi menjadi bahan baku biodiesel dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan sekaligus membantu rehabilitasi lahan.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Malapari menghasilkan minyak nabati untuk biodiesel dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF).
  • Tanaman ini tumbuh di lahan kritis, memperbaiki tanah, dan memiliki nilai ekonomi beragam.
  • BRIN mengembangkan malapari sebagai komoditas bioenergi global melalui kolaborasi industri.

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Pusat Riset Botani Terapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danu mengungkapkan, malapari merupakan tanaman yang menghasilkan minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

"Malapari merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Bahkan, minyaknya juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF)," ujar Danu dalam keterangan di Jakarta, melansir Antara, Minggu (19/7/2026).

Menurut dia, salah satu keunggulan malapari yakni mampu tumbuh di lahan kritis dan marginal yang kurang produktif bagi tanaman pangan.

"Sistem perakarannya memiliki bintil akar yang mampu mengikat nitrogen sehingga membantu memperbaiki kualitas tanah. Karakteristik tersebut menjadikan malapari sangat potensial untuk mendukung rehabilitasi lahan sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan," papar Danu.

Malapari Punya Nilai Ekonomi dari Berbagai Bagian Tanaman

Menurut Danu, tidak hanya menghasilkan minyak untuk bioenergi, hampir seluruh bagian tanaman malapari memiliki nilai ekonomi.

"Bungkil hasil ekstraksi biji berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sementara daunnya tengah dikembangkan sebagai bahan baku produk kosmetik melalui kolaborasi riset dengan mitra industri," ucap dia.

Dalam mendukung hilirisasi hasil riset, lanjut Danu, Kelompok Riset Teknologi Makropropagasi BRIN juga membangun kolaborasi dengan sejumlah perusahaan dan instansi.

"Kami mengembangkan penanaman malapari di beberapa lokasi sebagai sumber bahan baku (feedstock). Pengembangannya dilakukan secara paralel dengan pembangunan fasilitas pengolahan sehingga ketika pasokan bahan baku sudah tersedia, industri pengolahannya juga telah siap beroperasi," papar dia.

 

Harap Masyarakat Makin Kenal Malapari

Danu berharap masyarakat semakin mengenal malapari sebagai salah satu solusi dalam menghadapi tantangan penyediaan energi di masa depan.

Dia menyebut, pengembangan sumber energi berbasis nabati dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan.

"Kami telah berhasil menghasilkan biodiesel dari malapari. Harapannya, masyarakat semakin mengenal tanaman ini dan tertarik untuk ikut mengembangkannya. Bahkan, minat dari perusahaan-perusahaan luar negeri, termasuk Jepang, terhadap malapari sudah cukup tinggi," kata dia.

"Ini menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas bioenergi yang kompetitif di tingkat global," tutup Danu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6