Direktur Utama Beli 980.000 Saham BBKP

Direktur Utama Bank KB Indonesia Kunardy Darma Lie merogoh kocek segini untuk beli 980.000 saham BBKP.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) Kunardy Darma Lie membeli saham BBKP pada 10 Juli 2026. Tujuan pembelian saham BBKP ini untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama BBKP Kunardy Darma Lie membeli 980.000 saham BBKP dengan harga Rp 51 per saham pada 10 Juli 2026. Dengan demikian, nilai pembelian saham BBKP mencapai Rp 49,98 juta.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dengan demikian, kini ia mengenggam 980.000 saham BBKP atau setara 0,0005%. Sebelumnya Kunardy tidak memiliki saham BBKP.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, saham BBKP stagnan di Rp 55 per saham. Saham BBKP dibuka stagnan di Rp 55 per saham. Harga saham BBKP berada di level tertinggi Rp 56 dan terendah Rp 55 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 280 kali dengan volume perdagangan saham 330.578 saham. Nilai transaksi Rp 1,8 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,60% pada sesi pertama ke 6.411,19. Indeks saham LQ45 merosot 0,29% menjadi 629,17. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.490,91 dan terendah 6.373,81. Sebanyak 361 saham melemah sehingga menekan IHSG. 233 saham menguat dan 191 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.309.140 kali dengan volume perdagangan saham 21,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,3 triliun.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham menguat yakni sektor saham properti sebesar 1,51% dan infrastruktur mendaki 0,82%. Sementara itu, sektor saham energi terpangkas 1,35%, sektor saham basic susut 0,86%. Sektor saham industri merosot 0,26%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,72%.

Lalu sektor saham consumer siklikal susut 0,30%, sektor saham kesehatan turun 0,60%, sektor saham keuangan melemah 0,52%, sektor saham teknologi terpangkas 0,44% dan sektor saham transportasi turun 0,55%.

 

BBKP Salurkan Pembiayaan ke PNM

Sebelumnya, PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank atau BBKP) memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp500 miliar kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro di Indonesia sekaligus memperkuat komitmen Bank terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan masyarakat.

Pembiayaan ini akan mendukung program pemberdayaan ekonomi PNM, termasuk program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang telah menjangkau jutaan perempuan prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia.

Kolaborasi ini mencerminkan strategi KB Bank dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memberikan dampak sosial berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan yang mendukung pertumbuhan pelaku usaha mikro di berbagai daerah.

"Pelaku usaha mikro dan ultra mikro merupakan fondasi penting bagi perekonomian Indonesia. Melalui kerja sama dengan PNM, KB Bank tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga menjalankan komitmen ESG kami dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput,"kata Direktur KB Bank, Widodo Suryadi, Senin (16/3/2026).

"PNM memiliki peran penting dalam menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini masih terbatas aksesnya terhadap layanan keuangan formal. Dengan mendukung program-program tersebut, kami dapat memastikan bahwa pembiayaan disalurkan kepada kegiatan ekonomi produktif yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi perempuan pengusaha yang berperan besar dalam menopang ekonomi keluarga dan komunitas," lanjut dia.

 

Pemberdayaan Masyarakat Prasejahtera

Sebagai lembaga pembiayaan mikro yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat prasejahtera, PNM memiliki jaringan luas serta berbagai program pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, termasuk melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro). Hingga saat ini, program Mekaar telah menjangkau lebih dari 22,9 juta perempuan prasejahtera di 60.250 desa di seluruh Indonesia.

PNM tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan usaha kepada para nasabahnya guna meningkatkan kapasitas bisnis serta keberlanjutan usaha mereka. Pendekatan ini menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya.

Melalui kerja sama ini, KB Bank semakin memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan yang menjalankan praktik perbankan yang bertanggung jawab serta mendukung agenda nasional dalam meningkatkan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ke depan, KB Bank dan PNM akan terus mengeksplorasi peluang kolaborasi untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara lebih luas. Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen KB Bank dalam menjalankan perbankan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak bagi pembangunan ekonomi Indonesia.