Ciri Orang yang Menyelesaikan Tugas Jauh Sebelum Deadline

Kenali ciri orang yang menyelesaikan tugas jauh sebelum deadline, penjelasan psikologinya, sisi positif-negatifnya, dan tips menerapkannya.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ada orang yang baru bergerak saat tenggat waktu tinggal beberapa jam lagi, dan ada juga yang sudah selesai berminggu-minggu sebelumnya. Kalau kamu termasuk golongan kedua, mungkin kamu penasaran apa saja ciri orang yang menyelesaikan tugas jauh sebelum deadline.

Secara singkat, orang seperti ini biasanya terorganisir, sulit tenang kalau ada pekerjaan yang belum beres, dan merasa lega saat tugasnya tuntas. Meski begitu, kebiasaan ini tidak selalu positif, jadi kamu perlu tahu kapan harus dipakai dan kapan harus ditahan.

Dalam psikologi, kebiasaan ini punya nama sendiri, yaitu precrastination. Dengan memahami ciri orang yang menyelesaikan tugas jauh sebelum deadline, kamu bisa memanfaatkan kebiasaan ini dengan lebih cerdas.

 

Pengertian Precrastination, Kebiasaan Menyelesaikan Tugas Lebih Awal

Langkah pertama untuk memahami kebiasaan ini adalah mengenal istilah dasarnya. Precrastination merupakan lawan dari prokrastinasi. Kalau prokrastinasi berarti menunda pekerjaan sampai mepet, precrastination justru berarti dorongan untuk memulai atau menyelesaikan tugas secepat mungkin. Jadi, orang yang selesai jauh sebelum tenggat sering kali, meski tidak selalu, sedang melakukan precrastination.

Mengutip Frontiers in Psychology, perlu dibedakan antara orang yang sekadar tidak suka menunda dan orang yang benar-benar precrastinate. Prokrastinasi rendah berarti tidak menunda tugas yang sudah direncanakan, sedangkan precrastination secara khusus melibatkan penyelesaian tugas lebih awal secara aktif, sering kali dengan rasa terdesak, yang berbeda dari membagi pekerjaan secara merata dari waktu ke waktu.

Fenomena ini pertama kali diamati lewat eksperimen yang cukup unik. Merujuk jurnal yang dipublikasikan di PubMed Central, para peserta diminta mengambil dan membawa salah satu dari dua ember yang diletakkan di sepanjang jalur jalan, satu lebih dekat ke titik awal dan satu lagi lebih jauh, ke titik akhir. Ternyata sebagian besar peserta memilih ember yang lebih dekat, sehingga usaha fisik mereka bertambah demi menyelesaikan tugas lebih cepat.

Dalam kehidupan sehari-hari, contohnya mudah ditemukan. Contoh sederhananya, bayangkan kamu langsung membalas email begitu masuk, padahal sebenarnya isinya perlu dipikirkan dulu.

Ciri Orang yang Menyelesaikan Tugas Jauh Sebelum Deadline

Setelah memahami pengertiannya, sekarang saatnya kamu mengenali tanda-tandanya. Berikut ciri orang yang menyelesaikan tugas jauh sebelum deadline berdasarkan temuan riset psikologi.

  • Terorganisir dan berorientasi tujuan. Riset di PubMed Central menemukan bahwa orang dengan tingkat conscientiousness tinggi, yakni yang cenderung bersikap terorganisir, terstruktur, dan berorientasi tujuan, lebih mungkin memulai atau menyelesaikan tugas sejak awal.
  • Tidak tahan ada "utang" pekerjaan di kepala. Tugas yang belum selesai terasa seperti beban yang terus berputar di pikiran, jadi lebih baik dibereskan saja.
  • Merasa lega dan bersemangat setelah tugas tuntas. Karena precrastination melibatkan memulai lebih awal atau menyelesaikan sub-tujuan dengan cepat, kebiasaan ini bisa memunculkan rasa pencapaian dan energi.
  • Punya kontrol diri yang baik. Psychology Today mencatat bahwa orang dengan kontrol diri lebih tinggi cenderung memulai tugas lebih cepat, bukan karena impulsif, tetapi untuk mengurangi kekacauan pikiran dan kembali fokus.
  • Mudah cemas saat tenggat masih jauh. Rasa panik yang biasanya muncul di menit terakhir justru datang jauh lebih awal.
  • Suka membuat daftar tugas. Mereka umumnya memakai to-do list atau jadwal agar setiap pekerjaan jelas kapan dimulai dan kapan selesai.
  • Cepat mengambil keputusan dan jarang berubah pikiran. Mereka lebih suka segera memutuskan daripada membiarkan pilihan menggantung terlalu lama.
  • Kadang mengorbankan efisiensi. Demi cepat selesai, mereka rela menempuh cara yang lebih melelahkan, seperti peserta yang memilih ember terdekat tadi.

 

Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Selesai Lebih Awal

Mungkin kamu bertanya, kenapa sebagian orang begitu ingin tugasnya cepat beres? Jawaban utamanya ada pada cara otak mengelola beban mental. Setiap tugas yang belum selesai perlu "disimpan" di memori kerja, dan hal itu terasa melelahkan. Dengan menyelesaikannya, ruang di kepala jadi lebih lega. Dilansir dari Springer, para peneliti menduga orang menyusun perilakunya seperti ini untuk membebaskan sumber daya kognitif, yang dikenal sebagai hipotesis CLEAR, terutama saat dihadapkan pada pilihan tugas yang sederhana.

Penjelasan senada juga muncul dalam riset lain soal manfaatnya bagi pikiran. Berdasarkan riset tentang perspektif waktu di PubMed Central, teori yang berlaku saat ini menyebut bahwa memulai atau menyelesaikan tugas lebih awal membuat seseorang bisa mengurangi beban kognitif lebih cepat, menjernihkan pikiran, dan mengurangi tekanan pada memori kerja, sehingga lebih banyak sumber daya kognitif tersisa untuk tugas lain. Jadi, bagi orang yang menyelesaikan tugas jauh sebelum deadline, kecepatan itu sebenarnya cara untuk menjaga ketenangan.

Faktor emosi juga ikut berperan. Carly Webb, psikoterapis sekaligus pendiri klinik kesehatan mental Vitus Wellbeing di London, dikutip dari Stylist, menyatakan, "Precrastination menggambarkan kecenderungan menyelesaikan tugas secepat dan sejauh mungkin sebelum waktunya." Sementara itu, kebiasaan sebaliknya juga punya akar emosional. Kamu bisa membaca lebih lanjut soal kebiasaan menunda pekerjaan untuk melihat perbandingannya.

Sisi Gelap Menyelesaikan Tugas Terlalu Cepat

Selesai lebih awal memang terlihat seperti tanda produktif, tapi tidak selalu begitu. Kecepatan tanpa perencanaan bisa membuat hasil kurang matang. Draf yang dikirim terlalu cepat mungkin masih butuh revisi, dan keputusan yang diambil tergesa-gesa bisa merugikan.

Mengacu pada studi di PubMed Central tentang sisi gelap precrastination, dalam sampel daring berisi 200 orang dewasa, precrastination yang didasari kecemasan berhubungan signifikan dengan stres kronis, sedangkan precrastination karena dorongan kompulsif berkorelasi signifikan dengan sifat kepribadian kompulsif. Artinya, kebiasaan ini kadang menjadi cara mengatasi rasa tidak nyaman yang kurang sehat.

Ada juga sisi kreativitas yang perlu kamu pertimbangkan. Adam Grant, dikutip dari Wharton Magazine, menyatakan, "Meski kemajuan terasa seperti oksigen dan penundaan terasa seperti kematian, kamu akan menemukan bahwa jika menunda sedikit, kamu justru menjadi lebih kreatif." Jadi, yang paling ideal bukan selalu cepat atau selalu lambat, tapi tahu kapan waktu yang tepat. Kebalikannya, kamu juga bisa mengenali ciri orang yang suka kerja mendekati deadline sebagai pembanding.

Tips Memanfaatkan Kebiasaan Selesai Lebih Awal secara Sehat

Manfaat utama kebiasaan ini bagi pengguna adalah pikiran yang lebih tenang dan pekerjaan yang terkendali. Agar tetap efektif dan tidak berujung stres, coba terapkan langkah-langkah berikut.

  • Pakai untuk tugas kecil dan sederhana. Panduan psikologi menyarankan, jika suatu tugas benar-benar mengurangi beban pikiran dan hanya butuh sedikit usaha ekstra, mulailah sekarang, misalnya mengirim email template, mencatat struk, atau melipat satu keranjang cucian.
  • Tahan dulu untuk pekerjaan strategis. Tugas yang butuh urutan, perencanaan, atau pengelompokan sebaiknya direncanakan matang sebelum dikerjakan.
  • Beri jeda sebelum bertindak. Tanyakan pada dirimu apakah cara tercepat memang cara terbaik.
  • Gunakan time blocking. Bagi hari kerja ke dalam beberapa blok waktu, misalnya pagi untuk laporan dan siang untuk menyiapkan rapat, agar fokus tetap terjaga.
  • Susun prioritas dengan Eisenhower Matrix. Kelompokkan tugas menjadi penting-mendesak, penting-tidak mendesak, mendesak-tidak penting, dan tidak keduanya.
  • Coba teknik Pomodoro. Fokus bekerja selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit, dan ulangi sampai empat kali sebelum istirahat lebih panjang.
  • Sisakan waktu untuk revisi. Setelah selesai lebih awal, simpan dulu hasilnya dan periksa ulang beberapa hari kemudian sebelum dikumpulkan.
  • Perhatikan sinyal stres. Kalau dorongan untuk cepat selesai muncul karena cemas berlebihan, itu tanda kamu perlu belajar lebih rileks.

Tips singkat: biarkan ide besar "mengendap" dulu. Mulailah lebih awal, tapi jangan buru-buru menganggapnya final.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Orang yang Menyelesaikan Tugas Jauh Sebelum Deadline

Apa nama kebiasaan menyelesaikan tugas jauh sebelum deadline?

Dalam psikologi, kebiasaan ini disebut precrastination, yaitu kecenderungan memulai atau menyelesaikan tugas secepat mungkin, bahkan jika butuh usaha lebih besar.

Apakah menyelesaikan tugas lebih awal selalu baik?

Tidak selalu. Kebiasaan ini membantu pikiran tetap tenang, tetapi jika dilakukan tanpa perencanaan atau didorong rasa cemas, hasilnya bisa kurang matang dan memicu stres.

Bagaimana cara menyeimbangkan kebiasaan ini?

Selesaikan tugas kecil secepatnya, tapi beri waktu berpikir untuk pekerjaan yang butuh strategi. Sisakan juga waktu untuk revisi sebelum tugas dikumpulkan.