Cara Membuat Kandang Kucing dari Kardus, Kayu, dan Pipa PVC

Panduan cara membuat kandang kucing dari kardus, kayu, dan pipa PVC, plus ukuran ideal, tips keamanan, dan perlengkapan wajibnya.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat kandang kucing bisa dilakukan sendiri di rumah dengan bahan dan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan. Prosesnya cukup sederhana, mulai dari membuat rangka, memasang dinding atau jaring, hingga menambahkan pintu yang aman agar kucing tidak mudah keluar.

Ada berbagai bahan yang bisa digunakan, seperti kardus, kayu, hingga pipa PVC. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan anggaran, lokasi penempatan, dan tujuan penggunaan kandang. Namun, pastikan kandang memiliki ruang yang cukup luas, sirkulasi udara yang baik, serta tidak memiliki bagian tajam yang berisiko melukai kucing.

Selain bahan, ukuran kandang juga perlu diperhatikan agar kucing tetap nyaman selama berada di dalamnya. Kandang yang ideal memungkinkan kucing berdiri tegak, meregangkan tubuh sepenuhnya, berjalan beberapa langkah, dan berbaring dengan leluasa. Berikut panduan cara membuat kandang kucing yang praktis dan nyaman, berikut ulasan Liputan6.com.

1. Cara Membuat Kandang Kucing dari Kardus

Jika ingin menghemat biaya, cara membuat kandang kucing dari kardus bisa menjadi pilihan praktis. Bahan ini mudah ditemukan dan dapat dibentuk sesuai kebutuhan. Namun, kandang kardus lebih cocok digunakan sebagai tempat berlindung sementara, terutama untuk anak kucing, karena mudah rusak saat terkena air atau lembap dan kurang kuat untuk pemakaian jangka panjang.

Sebelum mulai membuatnya, siapkan beberapa kardus bekas yang tebal, cutter, gunting, lem tembak atau selotip yang kuat, pensil atau spidol, serta penggaris. Setelah semua bahan tersedia, ikuti langkah-langkah berikut.

  1. Buat pola kandang. Gambar bagian depan, belakang, samping, dan atap pada permukaan kardus menggunakan pensil. Tentukan pula letak pintu masuk dan lubang ventilasi agar ukurannya sesuai dengan tubuh kucing.

  2. Potong kardus sesuai pola. Gunakan cutter atau gunting untuk memotong setiap bagian dengan hati-hati. Pastikan hasil potongan rapi dan tidak menyisakan bagian tajam yang berisiko melukai kucing.

  3. Rakit bagian dinding. Satukan potongan kardus hingga membentuk kotak, kemudian rekatkan sambungannya menggunakan lem atau selotip yang kuat. Pastikan seluruh bagian berdiri kokoh dan tidak mudah roboh ketika tersentuh kucing.

  4. Pasang atap. Gunakan potongan kardus tambahan untuk menutup bagian atas. Atap datar lebih mudah dibuat, sedangkan atap miring bisa menjadi alternatif jika ingin tampilan menyerupai rumah kecil. Pastikan atap terpasang kuat dan tidak mudah ambruk.

  5. Buat pintu dan ventilasi. Potong bagian depan sebagai akses keluar-masuk kucing. Tambahkan beberapa lubang ventilasi pada sisi kandang agar udara tetap mengalir. Sesuaikan ukurannya supaya kucing dapat bergerak dengan leluasa.

  6. Tambahkan alas yang nyaman. Letakkan kain bersih dan kering di bagian dasar kandang. Jika ingin menambahkan hiasan atau warna, hindari bahan beracun dan pastikan seluruhnya benar-benar kering serta tidak mudah terkelupas sebelum kandang digunakan.

Agar lebih menarik, kamu bisa memanfaatkan kardus berukuran besar untuk membuat tempat berlindung dengan beberapa tingkat. Namun, susunannya harus stabil dan tidak terlalu tinggi agar tidak mudah roboh. Tambahkan pula tempat bersembunyi atau area bertengger yang aman jika ruang memungkinkan.

Desain bertingkat dapat membantu memenuhi kebiasaan alami kucing yang senang memanjat, bertengger, dan mengamati lingkungan dari tempat yang lebih tinggi. Meski begitu, kandang kardus sebaiknya diletakkan di tempat kering dan diawasi secara berkala. Segera ganti kardus jika mulai lembek, sobek, atau rusak agar kucing tetap aman dan nyaman.

 

2. Cara Membuat Kandang Kucing dari Kayu

Kayu bisa menjadi pilihan untuk membuat kandang kucing yang lebih kokoh dan tahan lama dibandingkan kardus. Kamu dapat menggunakan kayu baru maupun potongan kayu bekas yang masih layak pakai. Meski membutuhkan keterampilan pertukangan dasar, kandang kayu relatif mudah disesuaikan dengan ukuran, desain, dan kebutuhan kucing.

Sebelum mulai merakit, tentukan lokasi penempatan dan siapkan kayu, sekrup, lem kayu, kawat jaring, engsel, serta kunci pintu. Berikut langkah-langkah membuat kandang kucing dari kayu.

  1. Tentukan lokasi kandang. Pilih tempat yang aman, memiliki sirkulasi udara baik, serta mendapat cahaya alami tanpa terus-menerus terpapar panas matahari. Jika kandang diletakkan di luar rumah, pastikan tersedia area teduh dan perlindungan dari hujan.

  2. Ukur dan potong kayu. Tentukan panjang, lebar, dan tinggi kandang sesuai ukuran serta jumlah kucing yang akan menempatinya. Sebagai gambaran awal, kamu bisa menggunakan ukuran panjang 120 cm, lebar 90 cm, dan tinggi 90 cm, lalu menyesuaikannya agar kucing dapat berdiri, meregangkan tubuh, berjalan, dan berbaring dengan nyaman.

  3. Siapkan permukaan kayu. Haluskan bagian yang kasar menggunakan amplas agar tidak ada serpihan yang melukai kucing. Jika ingin memberikan lapisan pelindung, pilih cat atau pelapis yang aman untuk hewan dan pastikan benar-benar kering serta tidak mengeluarkan bau menyengat sebelum kandang digunakan. Sebaiknya, proses pelapisan dilakukan sebelum perakitan agar setiap sisi lebih mudah dijangkau.

  4. Rakit rangka kandang. Satukan potongan kayu menggunakan sekrup dan lem kayu sesuai kebutuhan. Untuk mengurangi risiko kayu retak, buat lubang panduan menggunakan bor sebelum memasang sekrup. Pastikan setiap sambungan kuat dan rangka berdiri stabil.

  5. Pasang kawat jaring dan pintu. Tutup sisi kandang dengan kawat jaring yang kuat, tidak mudah terlepas, dan memiliki ukuran lubang yang sesuai agar kucing tidak bisa menyelinap keluar atau tersangkut. Pasang pintu menggunakan engsel dan lengkapi dengan pengunci yang aman. Periksa kembali ujung kawat serta sambungannya agar tidak ada bagian tajam yang membahayakan kucing.

  6. Tambahkan rak atau tempat bertengger. Jika ingin membuat kandang bertingkat, pasang papan yang kokoh sebagai tempat kucing beristirahat atau mengamati lingkungan. Pastikan setiap tingkat memiliki penyangga kuat dan permukaan yang tidak licin. Kamu juga bisa menambahkan alas yang mudah dibersihkan agar kucing lebih nyaman.

Jika kandang akan ditempatkan di luar rumah, pilih kayu yang sesuai untuk penggunaan luar ruangan dan lindungi kandang dari hujan langsung serta kelembapan berlebih. Periksa kondisi kayu secara berkala untuk memastikan tidak ada bagian yang lapuk atau berjamur.

Sebelum digunakan, letakkan kandang di permukaan yang rata dan cek kembali seluruh rangka, sambungan, pintu, serta penguncinya. Kandang yang stabil tidak hanya lebih awet, tetapi juga membantu mengurangi risiko cedera. Dengan perencanaan yang tepat, kandang kayu dapat menjadi tempat istirahat yang nyaman sekaligus memudahkan kamu merawat kucing di rumah.

3. Cara Membuat Kandang Kucing dari Pipa PVC

Pipa PVC bisa menjadi alternatif untuk membuat kandang kucing karena bobotnya ringan, harganya relatif terjangkau, dan mudah dirakit. Kamu tidak perlu memiliki keterampilan pertukangan khusus karena rangkanya cukup dibuat dengan menyambungkan potongan pipa menggunakan sambungan berbentuk L dan T. Bahan ini cocok untuk pemula yang ingin membuat kandang sendiri dengan desain sederhana.

Sebelum memulai, siapkan pipa PVC, sambungan L dan T, gergaji pemotong pipa, kawat jaring, cable tie, serta bahan untuk membuat pintu, atap, dan alas. Setelah semua perlengkapan tersedia, ikuti langkah-langkah berikut.

  1. Ukur dan potong pipa. Tentukan panjang, lebar, dan tinggi kandang sesuai kebutuhan kucing serta ruang yang tersedia. Sebagai gambaran, kamu bisa membuat kandang berukuran sekitar 120 cm panjang, 90 cm lebar, dan 150 cm tinggi. Sesuaikan ukurannya agar kucing dapat berdiri, berjalan, meregangkan tubuh, dan berbaring dengan nyaman.

  2. Rakit rangka kandang. Sambungkan potongan pipa menggunakan sambungan L untuk membentuk sudut dan sambungan T untuk membuat penyangga atau bagian bertingkat. Pastikan setiap sambungan terpasang rapat agar rangka tidak mudah bergoyang. Jika diperlukan, gunakan perekat yang sesuai untuk PVC pada sambungan rangka permanen dan biarkan mengering sempurna sebelum kandang digunakan.

  3. Pasang kawat jaring. Bentangkan jaring pada setiap sisi rangka, kemudian ikat menggunakan cable tie secara merata. Pastikan jaring terpasang rapat dan tidak menyisakan celah yang memungkinkan kucing menyelinap keluar. Jika perlu menyambungkan dua lembar jaring, tumpuk bagian tepinya dan ikat kedua lapisan dengan kuat agar tidak mudah terlepas.

  4. Rapikan bagian yang berpotensi tajam. Potong sisa cable tie hingga rata dan arahkan bagian potongannya ke luar kandang. Periksa pula ujung kawat, sambungan pipa, dan setiap sudut rangka untuk memastikan tidak ada bagian yang dapat melukai kucing.

  5. Buat pintu, atap, dan alas. Pasang pintu pada salah satu sisi rangka menggunakan engsel dan pengunci yang aman. Untuk atap dan alas, kamu bisa memakai papan atau bahan lain yang kokoh serta mudah dibersihkan. Pastikan atap terlindung dari hujan jika kandang diletakkan di luar ruangan, sementara alasnya tidak licin dan tidak menampung air.

  6. Atur area di dalam kandang. Sediakan tempat tidur, wadah makan dan minum, serta kotak pasir dengan jarak yang memadai. Letakkan alas tidur yang lembut dan mudah dicuci di area istirahat. Jika ukuran kandang memungkinkan, tambahkan tempat bertengger yang stabil agar kucing memiliki ruang untuk beraktivitas.

Hal yang perlu diperhatikan saat membuat kandang dari pipa PVC adalah kekuatan rangka dan kualitas jaring. Sambungan yang longgar dapat membuat kandang mudah bergeser atau roboh, terutama ketika kucing melompat dan memanjat. Karena itu, periksa kekuatan setiap sambungan sebelum kandang digunakan.

Jika kandang ditempatkan di luar rumah atau berisiko dijangkau anjing dan hewan lain, pilih jaring logam yang kuat, seperti kawat las galvanis, daripada jaring plastik atau kawat ayam yang mudah berubah bentuk. Pastikan seluruh sisi terpasang kokoh dan pintunya memiliki pengunci yang sulit dibuka oleh kucing. Dengan perakitan yang tepat, kandang pipa PVC dapat menjadi pilihan praktis untuk menyediakan ruang istirahat yang nyaman dan mudah dirawat.

Tips Agar Kandang Kucing Aman dan Nyaman

Kandang kucing yang baik tidak hanya harus kokoh, tetapi juga nyaman dan aman untuk digunakan sehari-hari. Desain yang tepat membantu kucing beristirahat, bergerak, bermain, dan melakukan perilaku alaminya dengan leluasa. Ruang yang memadai, tempat bersembunyi, serta area untuk mengamati lingkungan dapat membantu kucing merasa lebih aman dan mengurangi potensi stres.

Agar kandang dapat menunjang kebutuhan kucing, perhatikan beberapa hal berikut saat merancang maupun merawatnya.

  • Pisahkan area makan, tidur, dan buang kotoran. Tempatkan wadah makanan dan minuman jauh dari kotak pasir agar kebersihannya terjaga. Sediakan pula area tidur yang tenang dan kering. Jika ruang kandang terbatas, atur setiap perlengkapan agar tidak saling mengganggu dan tetap mudah dijangkau kucing.

  • Manfaatkan ruang vertikal. Jika lahan terbatas, kamu bisa menambahkan rak bertingkat, pijakan, atau tempat bertengger untuk memperluas area aktivitas kucing. Pastikan setiap tingkat memiliki penyangga yang kuat dan permukaan antiselip. Namun, ruang vertikal tetap perlu diimbangi dengan luas lantai yang cukup agar kucing bisa bergerak dengan nyaman.

  • Sesuaikan desain dengan usia kucing. Kucing muda yang aktif biasanya senang memanjat dan melompat sehingga membutuhkan ruang bermain serta pijakan yang kokoh. Sebaliknya, kucing senior atau yang memiliki keterbatasan gerak akan lebih nyaman dengan rak yang lebar, pijakan rendah, dan jalur landai agar tidak perlu melompat terlalu tinggi.

  • Tutup celah yang berbahaya. Periksa seluruh sisi kandang, terutama sambungan rangka, pintu, dan bagian tempat kawat jaring dipasang. Pastikan tidak ada celah yang memungkinkan kepala atau tubuh kucing tersangkut maupun membuatnya meloloskan diri. Perhatikan pula ukuran celah jika kandang digunakan untuk anak kucing yang tubuhnya masih kecil.

  • Buat akses yang mudah untuk dibersihkan. Pintu kandang sebaiknya cukup lebar agar kamu bisa menjangkau setiap sudut saat membersihkan kotoran atau mengganti alas. Jika memungkinkan, gunakan alas yang dapat dilepas dan mudah dicuci. Pilih bahan yang tidak licin, tahan terhadap kelembapan, serta tidak mudah menyerap bau.

  • Lengkapi kandang dengan fasilitas pendukung. Sediakan tempat tidur yang nyaman, tiang garukan, dan mainan yang aman untuk kucing. Rak atau tempat bertengger dapat menjadi area tambahan untuk mengamati lingkungan, sedangkan tempat bersembunyi membantu kucing beristirahat ketika ingin menyendiri. Jika kandang berada di luar rumah, tambahkan atap dan area teduh untuk melindunginya dari hujan serta panas matahari.

  • Lakukan pemeriksaan dan perawatan rutin. Periksa sambungan pipa, sekrup, engsel, pengunci, serta kawat jaring untuk memastikan semuanya tetap kuat. Pada kandang kayu, waspadai bagian yang lapuk, berjamur, atau berserpihan. Sementara itu, kandang berbahan logam perlu diperiksa dari karat dan lapisan pelindung yang mengelupas. Segera perbaiki bagian yang rusak sebelum membahayakan kucing.

Selain memperhatikan kondisi kandang, pastikan kebutuhan harian kucing tetap terpenuhi, mulai dari makanan, air minum bersih, kebersihan kotak pasir, hingga waktu bermain dan berinteraksi. Kandang sebaiknya menjadi tempat yang aman untuk beristirahat, bukan ruang sempit yang membatasi gerak kucing sepanjang hari.

Jika baru pertama kali memelihara kucing, kamu juga perlu menyiapkan perlengkapan pendukung agar perawatannya lebih mudah. Salah satunya adalah perlengkapan dasar seperti tempat makan, kotak pasir, dan tempat tidur. Dengan kandang yang dirancang sesuai kebutuhan serta perawatan yang konsisten, kucing dapat beristirahat dan beraktivitas dengan lebih nyaman. 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kandang Kucing

Berapa ukuran ideal kandang kucing?

Untuk kandang di dalam rumah, ukuran sekitar 120 x 90 x 90 cm sudah cukup sebagai acuan. Kalau kandangnya di luar ruangan, ukuran minimal yang nyaman untuk satu kucing adalah sekitar enam kaki panjang, tiga kaki lebar, dan enam kaki tinggi

Bahan apa yang paling awet untuk kandang kucing?

 Besi dan kayu yang sudah dilapisi termasuk bahan paling awet, meski biayanya lebih mahal. Pipa PVC bisa jadi pilihan tengah karena terjangkau dan cukup tahan lama, asalkan sambungannya dipasang dengan benar.

Apakah kandang kardus aman untuk kucing?

 Kandang kardus aman untuk dipakai sementara, terutama sebagai tempat berlindung anak kucing. Ganti kardus dan alasnya secara rutin karena bahan ini mudah lembap dan rusak.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6