Liputan6.com, Jakarta - Memelihara burung hias di rumah memang bisa membuat suasana terasa lebih hidup. Suara kicauannya terdengar menyenangkan, sementara kandang yang dirancang dengan cantik bahkan dapat menjadi bagian dari dekorasi teras atau halaman. Namun, ada satu masalah yang sering membuat pemilik rumah berpikir dua kali, yaitu bau kotoran yang muncul ketika kandang sulit dibersihkan atau udara di sekitarnya tidak mengalir dengan baik.
Karena itu, memilih kandang burung sebaiknya tidak hanya berdasarkan bentuk yang terlihat menarik. Bagian yang mungkin tampak sepele seperti alas penampung kotoran, posisi ventilasi, jarak lantai dari permukaan tanah, hingga akses untuk mengambil wadah kotoran justru sangat menentukan kemudahan perawatan. Kandang dengan sirkulasi udara yang baik dan bagian bawah yang mudah dibersihkan dapat membantu menjaga kondisi tetap kering serta mencegah kotoran menumpuk terlalu lama.
Menariknya, kandang yang fungsional tidak harus terlihat seperti tempat pemeliharaan hewan yang kaku. Dengan memilih material, bentuk, dan penempatan yang tepat, kandang burung dapat dibuat menyatu dengan gaya rumah, mulai dari model kayu bernuansa natural, kandang vertikal yang hemat tempat, hingga desain minimalis dengan tray kotoran yang bisa ditarik.
Advertisement
Lantas bagaimana desain kandang burung hias yang cantik dan tidak bau? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (9/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Kandang Minimalis dengan Tray Kotoran yang Bisa Ditarik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8394954/original/004976700_1782275698-653863220122516315.jpeg)
Kandang minimalis dengan bagian bawah berupa tray atau baki yang bisa ditarik menjadi salah satu pilihan paling praktis untuk rumah. Dari luar, desainnya dapat dibuat sederhana dengan rangka besi berwarna hitam, putih, atau abu-abu sehingga mudah menyatu dengan gaya rumah minimalis.
Bagian dalam tetap memberikan ruang yang cukup untuk burung bergerak, sementara area bawah dibuat terpisah dari ruang utama agar kotoran dan sisa makanan tidak langsung bercampur dengan tempat burung beraktivitas. Desain seperti ini juga membuat kandang terlihat lebih rapi karena kotoran tidak mudah terlihat dari luar.
Bagian tray justru menjadi elemen yang sangat penting. Kotoran, bulu, kulit biji, dan sisa makanan dapat jatuh ke bagian bawah sehingga lebih mudah dikumpulkan dan dibersihkan.
VCA Animal Hospitals merekomendasikan penggunaan alas kertas yang dapat diganti secara rutin pada bagian bawah kandang serta menekankan pentingnya mencegah penumpukan kotoran, makanan, dan debu di lingkungan burung. Dengan tray yang dapat ditarik tanpa perlu membongkar kandang, pekerjaan membersihkan bagian bawah juga menjadi jauh lebih sederhana.
Agar tampilannya tetap cantik, tray dapat disamarkan dengan rangka bagian bawah atau dibuat menggunakan material yang warnanya senada dengan keseluruhan kandang. Namun, jangan sampai unsur dekorasi justru membuat tray sulit dikeluarkan.
Prinsip utamanya adalah memilih desain yang cantik tetapi tetap praktis ketika harus dibersihkan. Semakin mudah bagian yang kotor dijangkau, semakin kecil kemungkinan pemilik menunda pembersihan dan membiarkan kotoran menumpuk terlalu lama.
Advertisement
2. Kandang Vertikal dengan Area Bawah yang Terpisah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8394949/original/030686400_1782275695-13630288309679264123.jpeg)
Untuk rumah dengan teras atau halaman yang tidak terlalu luas, kandang vertikal dapat menjadi pilihan menarik. Bentuknya memanfaatkan ruang ke atas sehingga tidak membutuhkan bidang lantai sebesar kandang yang melebar.
Rangka dapat dibuat dari besi dengan finishing powder coating atau material lain yang aman untuk burung, kemudian bagian atas dibuat sedikit lebih tinggi agar burung mempunyai ruang untuk bergerak secara vertikal. Jika dihiasi tanaman yang aman untuk burung di area luar kandang, tampilannya juga dapat terasa lebih natural.
Keunggulan desain ini bukan hanya soal menghemat tempat. Dengan bagian bawah yang dirancang sebagai area penampungan kotoran terpisah, kotoran tidak harus berada di area aktivitas burung.
Sebuah panduan perawatan burung dari Charles Darwin University juga menekankan bahwa desain kandang sebaiknya sederhana, memberikan ruang yang memadai untuk terbang, mudah dibersihkan, dan menjaga lantai tetap kering. Jadi, desain vertikal yang baik seharusnya tidak mengorbankan akses pembersihan hanya demi mengejar bentuk yang ramping.
Agar tidak mudah bau, jangan membuat bagian bawah kandang terlalu tertutup tanpa akses udara sama sekali. Sirkulasi udara tetap diperlukan, tetapi kandang juga harus ditempatkan di lokasi yang terlindung dari angin kencang atau hembusan langsung.
RSPCA menjelaskan bahwa burung membutuhkan ventilasi yang memadai sekaligus perlindungan dari aliran udara yang terlalu kuat. Dengan kombinasi ventilasi, alas yang mudah diganti, dan posisi kandang yang tepat, model vertikal dapat menjadi solusi cantik untuk rumah yang lahannya terbatas.
3. Kandang Bergaya Kayu dan Besi dengan Nuansa Natural
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506680/original/078947700_1771474568-desain_2.jpg)
Jika ingin kandang yang sekaligus menjadi bagian dari dekorasi rumah, perpaduan kayu dan besi bisa memberikan tampilan yang lebih hangat. Rangka besi dapat digunakan sebagai struktur utama, sedangkan elemen kayu ditempatkan pada bagian tertentu seperti kaki, bingkai luar, atau panel dekoratif.
Kombinasi warna cokelat kayu natural dan hitam dapat menciptakan gaya rustic atau japandi yang cocok ditempatkan di teras rumah. Desain seperti ini juga membuat kandang terlihat lebih seperti elemen dekorasi daripada sekadar tempat memelihara burung.
Namun, penggunaan kayu perlu dipikirkan dengan lebih hati-hati karena material berpori lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh ketika sering terkena kotoran atau air. VCA mencatat bahwa material seperti kayu, bambu, dan rotan memiliki pori yang memungkinkan kotoran dan bakteri masuk lebih dalam sehingga tidak semudah permukaan yang tidak berpori untuk dibersihkan dan disterilkan. Karena itu, kayu sebaiknya tidak dijadikan permukaan utama tempat kotoran menumpuk.
Solusi yang lebih praktis adalah menempatkan elemen kayu pada bagian luar atau bagian yang relatif terlindung dari kotoran, sementara bagian lantai dan tray menggunakan material yang mudah dicuci. Dengan begitu, keindahan kayu tetap terlihat tetapi kebersihan kandang tidak bergantung pada material berpori. Desain seperti ini juga lebih mudah dipadukan dengan furnitur teras, sehingga kandang dapat terlihat menyatu dengan konsep rumah tanpa mengorbankan fungsi perawatannya.
Advertisement
4. Kandang Model Aviary Mini dengan Ruang Gerak Lebih Luas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504711/original/070707000_1771290077-A.jpg)
Aviary mini cocok untuk pemilik yang ingin kandang burung terlihat lebih lapang sekaligus menjadi daya tarik tersendiri di halaman atau sudut teras. Bentuknya bisa berupa struktur memanjang atau sedikit melebar dengan jaring atau jeruji pada sebagian besar sisi.
Dibandingkan kandang kecil yang penuh dengan aksesori, model ini memberikan ruang lebih banyak untuk burung bergerak dan membuat tampilan keseluruhan terasa lebih lega. Bagian luar dapat dihiasi tanaman yang aman untuk burung atau elemen dekorasi natural, selama tidak mengganggu keamanan dan kebersihan.
Desain aviary juga memungkinkan udara bergerak lebih bebas dibandingkan kandang yang memiliki banyak panel tertutup. RSPCA menyebutkan bahwa kandang burung membutuhkan ventilasi yang memadai dan merekomendasikan area berjaring atau berjeruji sebagai bagian penting dari struktur kandang.
Namun, ventilasi tersebut tetap perlu diimbangi perlindungan dari angin langsung, asap, dan sumber polusi lainnya. Artinya, membuat kandang terbuka bukan berarti meletakkannya sembarangan di lokasi yang terkena angin atau asap kendaraan.
Bagian dasar aviary sebaiknya tetap dirancang agar mudah dibersihkan. Jangan membuat lantai permanen dengan terlalu banyak sudut, celah, atau dekorasi yang menyebabkan kotoran sulit dijangkau.
Gunakan permukaan yang mudah disapu dan dicuci, lalu pastikan area tersebut tidak terus-menerus lembap. Desain yang luas memang dapat terlihat lebih cantik, tetapi jika bagian dasarnya sulit dirawat, bau tetap dapat muncul akibat kotoran dan sisa makanan yang menumpuk.
5. Kandang Minimalis dengan Baki dan Jeruji Lantai Terpisah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505496/original/089255800_1771388344-Gemini_Generated_Image_qotv6jqotv6jqotv.png)
Model lain yang menarik adalah kandang dengan dua lapisan di bagian bawah: jeruji lantai di bagian atas dan baki penampung di bawahnya. Burung beraktivitas di atas jeruji, sedangkan kotoran dan sebagian sisa makanan jatuh ke baki.
Dengan konsep ini, area tempat burung berdiri tidak langsung bercampur dengan kotoran yang sudah dikeluarkan. Tampilan kandang pun bisa dibuat modern dengan garis-garis sederhana, sehingga cocok untuk diletakkan di dalam rumah, teras, maupun ruang khusus burung.
Konsep tersebut juga mempermudah proses pembersihan. VCA menyarankan agar bagian bawah kandang diberi alas yang dapat dibuang dan diganti secara rutin sehingga kotoran lebih mudah dipantau sekaligus mencegah penumpukan.
Baki yang bisa ditarik dari bagian depan memungkinkan pemilik mengganti alas tanpa harus mengangkat atau memindahkan seluruh kandang. Jika ditambahkan jeruji lantai yang dapat dilepas, bagian tersebut juga dapat dicuci secara terpisah ketika sudah kotor.
Meski praktis, jeruji lantai tetap harus dipilih berdasarkan ukuran burung. Jarak jeruji yang terlalu besar berpotensi membuat kaki atau jari burung tersangkut, sedangkan desain yang terlalu rapat dapat membuat kotoran tidak jatuh dengan baik ke baki.
Karena itu, ukuran dan konstruksi harus disesuaikan dengan spesies burung yang dipelihara. Prinsipnya, fitur kebersihan tidak boleh mengorbankan keselamatan burung hanya demi membuat kandang lebih mudah dirawat.
Advertisement
6. Kandang dengan Pintu Lebar untuk Memudahkan Pembersihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504716/original/001499000_1771290078-6.jpg)
Kandang dengan pintu lebar mungkin terdengar sederhana, tetapi desain ini sangat membantu ketika kandang perlu dibersihkan secara menyeluruh. Pintu yang cukup besar membuat pemilik lebih mudah mengeluarkan tempat makan, tempat minum, mainan, dan tenggeran tanpa harus memaksakan tangan melalui celah sempit. Dari sisi tampilan, kandang tetap dapat dibuat minimalis dengan satu pintu besar yang memiliki kunci aman dan desain jeruji yang rapi.
Kemudahan akses sangat berpengaruh terhadap rutinitas kebersihan. Jika bagian dalam kandang sulit dijangkau, sudut yang kotor dapat lebih mudah terlewatkan.
Sebaliknya, kandang dengan pintu dan komponen yang mudah dilepas membuat pemilik lebih mudah membersihkan permukaan secara teratur. CDC juga menekankan bahwa kandang, habitat, tempat bertengger, dan perlengkapannya perlu dijaga kebersihannya untuk mencegah penumpukan kotoran.
Supaya tetap terlihat cantik, pintu besar tidak harus membuat desain kandang terlihat seperti kandang industri. Rangka dapat dibuat dengan garis geometris sederhana, sementara warna hitam matte atau putih dapat disesuaikan dengan interior rumah.
Bagian tray juga bisa dibuat tersembunyi di bawah rangka sehingga dari kejauhan kandang terlihat bersih dan rapi. Yang terpenting, jangan memilih desain hanya berdasarkan tampilan depan; coba bayangkan bagaimana tangan akan menjangkau setiap sudut kandang ketika waktunya membersihkan.
7. Kandang dengan Sistem Tray Ganda dan Ventilasi Terbuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504713/original/083141800_1771290077-3.jpg)
Jika prioritas utamanya adalah menjaga kandang tetap rapi dan tidak cepat menimbulkan bau, desain dengan tray ganda bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik. Sistem ini dapat dibuat dengan dua lapisan penampungan sehingga satu baki dapat digunakan sementara baki lainnya sedang dicuci.
Pemilik tidak perlu membiarkan kotoran menumpuk karena proses penggantian dapat dilakukan dengan lebih cepat. Dari sisi tampilan, sistem tersebut dapat disembunyikan di dalam rangka sehingga kandang tetap terlihat sederhana dan modern.
Selain pengelolaan kotoran, ventilasi menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan. Udara yang bergerak dengan baik membantu menjaga lingkungan kandang tidak terlalu pengap, tetapi ventilasi bukan pengganti kegiatan membersihkan kotoran.
CDC menyarankan kandang ditempatkan di lokasi yang memiliki pencahayaan memadai dan bebas dari paparan yang tidak sesuai, sementara RSPCA menekankan kebutuhan ventilasi sekaligus perlindungan dari angin langsung serta asap atau uap berbahaya.
Agar desain ini benar-benar nyaman, pilih lokasi yang memiliki aliran udara alami tetapi tidak berada tepat di depan AC, kipas dengan hembusan kuat, area memasak, atau tempat yang terpapar asap. Bersihkan baki secara rutin dan jangan menunggu sampai bau muncul baru melakukan pembersihan.
VCA bahkan menyarankan pembersihan tempat makan dan minum setiap hari serta pembersihan kandang secara berkala. Dengan begitu, “tidak bau” bukan hanya hasil dari desain kandang, tetapi merupakan gabungan antara ventilasi yang tepat, sistem penampungan kotoran yang praktis, material yang mudah dibersihkan, dan rutinitas perawatan yang konsisten.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Desain Kandang Burung Hias yang Cantik dan Tidak Bau
1. Apa desain kandang burung hias yang paling mudah dibersihkan?
Kandang dengan tray atau baki kotoran yang bisa ditarik menjadi salah satu desain yang praktis karena kotoran dapat dibersihkan tanpa harus membongkar seluruh kandang. Model panggung dan kandang dengan dasar terpisah juga dapat memudahkan proses pembersihan.
2. Apakah desain kandang bisa membuat burung tidak bau?
Desain kandang dapat membantu mengurangi dan mengendalikan bau, tetapi tidak bisa menjamin kandang benar-benar bebas bau. Kotoran, sisa pakan, air yang tumpah, kelembapan, dan kebersihan kandang tetap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
3. Mengapa tray kotoran penting pada kandang burung?
Tray membantu menampung kotoran dan sisa makanan yang jatuh dari area aktivitas burung. Karena dapat dilepas, bagian tersebut lebih mudah dibersihkan atau diganti alasnya sehingga kotoran tidak terlalu lama menumpuk di dalam kandang.
4. Apakah kandang burung harus memiliki ventilasi?
Ya. Ventilasi membantu menjaga pertukaran udara sehingga kandang tidak terlalu pengap dan lembap. Sirkulasi udara juga membantu mengeluarkan udara yang mengandung bau dari kotoran, tetapi ventilasi tetap harus dirancang agar burung tidak terus-menerus terkena hembusan angin langsung.
5. Apakah kandang kayu mudah menimbulkan bau?
Kandang berbahan kayu tidak otomatis bau, tetapi bagian kayu yang sering terkena kotoran atau air lebih sulit dibersihkan dibandingkan permukaan yang tidak berpori. Karena itu, elemen kayu sebaiknya ditempatkan pada bagian yang tidak mudah terkena kotoran, sedangkan area bawah kandang menggunakan material yang lebih mudah dibersihkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824890/original/015114700_1715084293-IMG_0156.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8394951/original/068303600_1782275696-2385360836313260668.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344349/original/077168400_1788943473-HL_ruang_tamu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347053/original/060613500_1789267406-9a25b5a8-ae1f-4c65-9445-f9a33495e38a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346604/original/067300500_1789184967-ce678fab-a7fc-49fc-b3c0-d80076a83212.jpg)