Ekonomi Dunia Ditarik Dua Kekuatan Berlawanan, IMF Ungkap Pemicunya

Kenaikan harga energi menekan ekonomi dunia, sementara AI mendorong permintaan. IMF melihat keduanya bergerak berlawanan.

Diterbitkan 13 September 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perekonomian dunia saat ini menghadapi dua kekuatan yang bergerak ke arah berlawanan. International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional menyebut tekanan harga energi berada di satu sisi, sementara ledakan teknologi kecerdasan buatan atau AI memberikan dorongan di sisi lain.

Direktur Departemen Komunikasi IMF Julie Kozack menggambarkan ekonomi global seperti sedang ditarik dari dua arah.

"Untuk melihatnya, salah satu caranya adalah dengan memahami bahwa ekonomi global seolah-olah sedang ditarik ke arah yang berlawanan," ujar Kozack dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026)

Menurutnya, kenaikan harga energi, termasuk komoditas seperti pupuk dan pangan, menciptakan guncangan negatif dari sisi pasokan.

Di sisi lain, siklus teknologi yang dipimpin AI memberikan guncangan positif dari sisi permintaan.

Kedua kekuatan tersebut memberikan dampak berbeda terhadap perekonomian masing-masing negara.

IMF menilai risiko terhadap prospek ekonomi global masih tinggi karena kedua faktor tersebut berkembang secara bersamaan.

 

Guncangan Energi Belum Berakhir

Kozack mengatakan guncangan energi belum berakhir. Harga minyak dan gas masih tinggi, sementara harga produk olahan seperti diesel dan bahan bakar pesawat juga berada di level tinggi.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap perekonomian berbagai negara.

Sementara itu, AI justru memberikan dorongan terhadap pertumbuhan dalam jangka pendek. Investasi untuk pengembangan teknologi AI tercatat kuat dan membantu meningkatkan aktivitas ekonomi di Amerika Serikat serta sejumlah negara Asia.

Permintaan terhadap chip dan berbagai produk terkait AI juga ikut mendorong ekspor sejumlah negara.

Namun, IMF belum menyimpulkan seberapa besar dampak AI terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.

Kozack mengatakan IMF ingin melihat apakah AI benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan kemudian mendorong pertumbuhan.

Dampak AI terhadap pasar tenaga kerja dan lapangan pekerjaan juga masih menjadi perhatian.

Dengan demikian, ekonomi global menghadapi persimpangan antara tekanan energi yang menekan pertumbuhan dan perkembangan AI yang memberikan dorongan baru terhadap permintaan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6