Liputan6.com, Jakarta - Pendiri dan CEO Dell Technologies Michael Dell sempat menjadi orang terkaya kedua di dunia setelah kekayaan sentuh US$ 273,2 miliar, atau Rp 4.810 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.607) akibat kenaikan harga saham mencatat rekor.
Kekayaan bersih Dell tercatat naik sekitar US$ 132 miliar, atau Rp 2.324 triliun pada 9 September. Pada awal tahun ini, menurut Forbes, kekayaannya berada di angka US$ 141 miliar, atau Rp 2.482 triliun.
Melansir VnExpress, Sabtu (12/9/2026), Michael Dell (61) meluncur ke posisi ketiga pada hari sebelumnya, melewati pendiri Amazon, Jeff Bezos, setelah akhirnya naik kembali setelah saham Dell Technologies melanjutkan lonjakan harganya yang memecahkan rekor.
Advertisement
Harga saham tersebut naik 4% pada 9 September hingga mencapai rekor intraday sebesar US$ 555,31, atau Rp 9,7 juta, sehingga menambah kekayaan Dell sekitar US$ 6,3 miliar, atau Rp 110,9 triliun pada pagi itu. Ia memiliki sekitar 40% saham perusahaan tersebut.
Mengutip Forbes, seiring kenaikan harga saham Dell pada Jumat, 11 September 2026 mendorong kenaikan kekayaan Michael Dell.
Saham Dell naik 10,3% sekitar US$ 558 sebelum pukul 14.00 EDT, sedikit turun dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 565 yang tercatat pada pukul 10.40 EDT.
Perkiraan kekayaan bersih Michael Dell melonjak lebih dari 6% menjadi US$ 274 miliar atau Rp 4.824,31 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.610). Lonjakan kekayaan itu seiring melesatnya harga saham Dell,dan menjadikan Michael Dell sebagai orang terkaya ketiga di dunia dan melampaui pendiri Amazon Jeff Bezos. Kekayaan Bezos mencapai US$ 273 miliar atau Rp 4.806 triliun.
Dell dan Bezos telah bersaing memperebutkan posisi ketiga sepanjang minggu ini; Dell sempat menempati posisi tersebut untuk pertama kalinya pada hari Selasa, namun kehilangan posisi itu pada hari Kamis saat saham Dell Technologies mengalami penurunan, sebelum akhirnya merebutnya kembali dari Bezos pada Jumat.
Â
Â
Â
Kenaikan Saham Dell
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4195384/original/025249000_1666079493-34_-_Wall_Street.jpeg)
Kenaikan saham Dell Technologies terjadi di tengah minat beli baru terhadap perusahaan perangkat keras yang terkait dengan pembangunan pusat data (data center) AI.
Pekan lalu, Dell Technologies melaporkan pendapatan dari server yang dioptimalkan untuk AI meningkat dua kali lipat menjadi US$ 16,4 miliar atau Rp 288,75 triliun pada kuartal lalu, sementara Hewlett Packard Enterprise melaporkan pesanan Sistem AI senilai US$ 2,4 miliar atau Rp 42,25 triliun dan rekor total pesanan tertunda (backlog) terkait AI sebesar US$ 7,6 miliar atau Rp 133,81 triliun.
Saham Dell telah meroket lebih dari 300% sejak awal tahun setelah manufaktur server terbesar ini merangkak sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan dari ledakan infrastruktur kecerdasan buatan global.
Dell Technologies, yang awalnya dikenal untuk komputernya, telah menjadi pemasok terbesar untuk server, penyimpanan, dan jaringan yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem AI.
Pemesanan server AI-nya mencetak rekor di angka US$ 60,9 miliar, atau Rp 1.072 triliun pada kuartal terbarunya, menyumbang US$ 16,4 miliar, atau Rp 288,7 triliun dalam pendapatan server AI-nya. Perusahan tersebut mengakhiri periode ini dengan rekor tumpukan pesanan sebesar US$ 95 miliar, atau Rp 1.672 triliun, menurut Fortune.
Pendapatan kuartal keseluruhannya mencapai rekor US$ 47 miliar, atau Rp 827,5 triliun, sebuah peningkatan tahunan (year-on-year) sebesar 58%. Sementara, laba per saham yang disesuaikan meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi US$ 7,04, atau Rp 123,9 ribu.
Peningkatan kekayaan Dell telah meluncurkannya melewati beberapa miliarder paling signifikan dalam industri teknologi, termasuk Larry Page, Bezos, Sergey Brin, CEO Meta Mark Zuckerberg, dan pendiri Oracle Larry Ellison.
Â
Advertisement
Orang Kaya Paling Dermawan
Kenaikannya menandai babak terbaru dalam transformasi perusahaan yang didirikannya pada 1984 saat berusia 19 tahun, ketika masih menempuh studi di Universitas Texas, dengan modal awal hanya sebesar US$ 1.000, atau Rp 17,6 juta.
Setelah menjadi salah satu manufaktur komputer terkemuka di dunia, Dell menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan swasta pada 2013. Tiga tahun kemudian, dia berhasil mengakuisisi raksasa perusahaan penyimpanan data EMC sebesar US$ 67 miliar, atau Rp 1.179 triliun, yang merupakan akuisisi teknologi termahal pada masanya.
Akuisisi ini menjadi awal keberhasilan Dell Technologies dalam penyimpanan dan infrastruktur data perusahaan, bidang-bidang yang semakin penting seiring dengan mengalirnya miliaran dolar dari berbagai perusahaan ke sektor AI.
Dell Technologies Kembali Menjadi Perusahaan Publik pada 2018
Kekayaan Dell melampaui saham 40% yang dimilikinya dalam Dell Technologies. Sebagian besar kekayaannya dikelola melalui perusahaan investasi swasta DFO Management. Sementara, ia juga memiliki saham senilai miliaran dolar di produsen chip Broadcom, salah satu pihak yang paling diuntungkan dari naik daunnya infrastruktur AI.
Dell dan istrinya, Susan, juga telah menyumbangkan miliaran dolar AS. Forbes menempatkan mereka di peringkat ke-16 di antara orang kaya paling dermawan di Amerika pada 2026. Diperkirakan total sumbangan seumur hidup mereka mencapai US$ 3,3 miliar, atau Rp 58,1 triliun.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824890/original/015114700_1715084293-IMG_0156.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563297/original/094224100_1776854368-AP26109199034754.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339655/original/075284100_1788423714-kuhne.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341611/original/092146000_1757317923-alicja-ziajowska-OA0g9-lZSug-unsplash.jpg)