Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia merosot pada Jumat, 11 September 2026. Hal ini didorong langkah Iran untuk membahas Selat Hormuz dengan negara teluk. Akan tetapi, harga minyak dunia mencatat kenaikan mingguan tajam setelah sempat melonjak melampaui US$ 100 per barel untuk pertama kali dalam beberapa bulan.
Mengutip CNBC, Sabtu (12/9/2026), harga minyak Brent, yang menjadi acuan global ditutup turun 2,8% di level US$ 104,61 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 2,4% dan ditutup di posisi US$ 100,05 per barel. Pada Kamis pekan ini, harga minyak mentah Brent sempat mencapai puncak di kisaran US$ 108 per barel. Sementara itu, WTI sempat menyentuh di atas US$ 104.
Penurunan harga ini terjadi setelah media pemerintah Iran menyataka, Teheran akan bertemu dengan negara-negara Teluk di Oman untuk membahas masalah Selat Hormuz. Hal ini mengindikasikan adanya upaya diplomasi di tengah eskalasi ketegangan yang tajam selama sepekan terakhir.
Advertisement
Kontrak berjangka Brent mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 8,7%, menutup pekan di atas ambang batas penting US$ 100. Sementara itu, kenaikan WTI sepanjang pekan ini mencapai 9,4%. Penurunan pada hari Jumat tersebut mengakhiri tren kenaikan lima hari berturut-turut bagi minyak mentah Brent dan delapan hari berturut-turut bagi WTI.
Pasar bersiap menghadapi kemungkinan perang berkepanjangan terkait Iran, merespons eskalasi konflik di Timur Tengah serta laporan Wall Street Journal yang menyebutkan para penasihat utama Gedung Putih telah mendiskusikan dengan Presiden Donald Trump mengenai kemungkinan konflik tersebut berlarut-larut hingga melewati masa jabatannya saat ini.
Trump menyatakan, konflik tersebut akan berakhir setelah pemilihan umum paruh waktu AS, dan harga minyak serta gas juga akan turun setelah pemungutan suara penting pada November mendatang.
"Sekali lagi, kekhawatiran geopolitiklah yang menjadi faktor penggerak utama," ujar Jim Reid dari Deutsche Bank dalam catatannya pada Jumat pagi.
Sentimen Timur Tengah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
Ia menuturkan, terkait berita terkini dari Timur Tengah, kemarin muncul kekhawatiran yang meningkat mengenai keselamatan pelayaran di Laut Merah serta potensi dampak lanjutannya terhadap ekspor minyak Arab Saudi, menyusul keberhasilan pemberontak Houthi merebut kota pelabuhan Mokha di Yaman, yang terletak dekat dengan Selat Bab el-Mandeb di ujung selatan Laut Merah.
Sentimen pasar juga diperburuk oleh kabar bahwa produksi minyak Arab Saudi telah turun ke tingkat terendah sejak 1990.
Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga mengatakan, kepada CNBC pertanyaan utama bagi para investor adalah apakah defisit pasokan saat ini bersifat struktural atau hanya sementara.
"Meskipun lonjakan harga lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan dan kemungkinan harga kembali menyentuh puncak bulan April di angka US$ 126 tetap terbuka seiring terus menyusutnya cadangan minyak global dan regional, perlu dicatat bahwa semakin tinggi harga minyak naik, semakin besar pula permintaan yang akan tergerus," ujarnya.
"Perbedaan antara krisis saat ini dan krisis yang terjadi pada tahun 1990 saat Perang Teluk pertama adalah bahwa permintaan minyak saat ini lebih elastis dibandingkan 35 tahun yang lalu,” ia menambahkan.
Advertisement
Potensi Energi Terbarukan
Varga mengatakan, energi terbarukan "sangat mampu" menggantikan "bagian-bagian tertentu dari penggunaan minyak mentah," terutama dalam pembangkitan listrik.
"Tampaknya hanya masalah waktu sebelum kesenjangan antara pasokan dan permintaan minyak global menyempit, baik melalui peningkatan pasokan jika terjadi gencatan senjata maupun penurunan permintaan akibat meluasnya penggunaan sumber energi alternatif," ujar dia.
"Untuk saat ini, penguatan harga minyak lebih lanjut sangat mungkin terjadi, namun akan mengejutkan jika tren tersebut bertahan melampaui tahun 2026,” ia menambahkan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569336/original/055015700_1777438671-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4373616/original/042892900_1679963213-Israel-Netanyahu-AFP-800x500-780x470.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569343/original/077887400_1777438850-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349931/original/025810500_1757942394-AP25248772964198.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490104/original/053721500_1769996978-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)