Pendiri Supermarket di Singapura Ini Alami Lonjakan Kekayaan Terbesar pada 2026

Simak kisah pendiri swalayan Sheng Siong, Lim Hock Chee, yang jadi orang terkaya ketujuh Singapura tahun ini.

Diterbitkan 07 September 2026, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan pendiri Sheng Siong, supermarket terbesar kedua di Singapura, Lim Hock Chee, meningkat 46% tahun ini menjadi US$ 2,7 miliar, atau Rp 47,6 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.630). Kekayaan ini menempatkan Lim Hock Chee melompat tujuh peringkat dalam daftar orang terkaya Singapura pada 2026.

Melansir VnExpress, Senin (7/9/2026), Lim dan keluarganya kini menempati posisi ke-24, naik dari posisi ke-31 pada 2025 di daftar orang terkaya Singapura, berdasarkan data Forbes.

Mereka mengalami peningkatan kekayaan terbesar tahun ini setelah saham Sheng Siong naik 54%, didorong oleh peluncuran cabang dan permintaan kuat terhadap pangan segar dan merek produk rumah tangga dengan harga ekonomis.

Supermarket yang didirikan Lim bersama kedua saudaranya ini memiliki pendapatan terbesar kedua di Singapura. Mereka mencatat laba 81 juta dolar Singapura, atau Rp 1,12 triliun (asumsi kurs dolar Singapura terhadap rupiah di kisaran 13.918) dari penjualan 855,4 juta dolar Singapura, atau Rp 11,9 triliun pada semester pertama tahun ini. Kedua angka tersebut menggambarkan peningkatan tahunan sebesar 11,9%.

Sheng Siong kini memiliki 90 cabang toko di Singapura, dan 16 di antaranya baru dibuka sejak Januari 2025. Mereka juga memiliki enam cabang di Kunming, China, menurut situs resmi perusahaan.

Pada Juli, Sheng Siong memulai pembangunan kantor pusat dan fasilitas distribusi terpadu di Singapura bagian utara sebagai bagian investasi terbesarnya, yakni 520 juta dolar Singapura, atau Rp 7,2 triliun, untuk mendorong perkembangan. Pembangunannya ditargetkan selesai pada 2029, dan akan menyokong lebih dari 120 toko di Singapura.

Pembukaan Jalur Kereta Api Johor Bahru-Singapura Diprediksi Picu Kompetisi

Mereka menyatakan bahwa mereka mungkin akan meninjau ulang harga dan rentang produk yang ditawarkan untuk mempertahankan pelanggan sebelum pembukaan jalur kereta api lintas batas ke Johor Bahru pada Januari 2027.

 

 

Industri Swalayan Bakal Kompetitif di Singapura

Daerah yang terhubung ini diharapkan akan meningkatkan kompetisi sektor swalayan Singapura. Riset terbaru memproyeksikan warga Singapura akan menghabiskan tambahan uang sebesar 1,05 miliar dolar Singapura, atau Rp 14,6 triliun di luar batasan wilayah. Bahan pangan, obat-obatan, kuliner, dan kecantikan menjadi kategori teratas bagi pelanggan luar wilayah.

"Industri swalayan retail masih kompetitif, dan dengan Rapid Transit System (RTS) Penghubung Johor Bahru-Singapura yang direncanakan dibuka pada 2027, kami siap untuk menyesuaikan harga, promosi, dan lini produk untuk bisa bersaing,” tutur Lim pada akhir Juli, dikutip dari The Straits Times.

Sebagai anak dari peternak babi di Singapura, Lim awalnya menjual daging babi di supermarket sewaan pada 1985 untuk mengurangi pasokan berlebih.

 

 

Mendirikan Sheng Siong

Setelah kelebihan ini habis dan pemerintah menghentikan peternakan babi secara bertahap, Lim melihat peluang dan meminjam uang kepada ayahnya untuk membeli toko tersebut. Lalu, dia bersama saudara-saudaranya menjadikannya toko Sheng Siong pertama pada 1985.

Swalayan ini diminati karena menawarkan harga lebih bersahabat dibanding pesaingnya dan berkembang selama bertahun-tahun.

Kini, Lim menjabat sebagai CEO, sedangkan saudaranya yang lebih tua, Hock Eng sebagai executive chairman, dan saudaranya yang lebih muda sebagai managing director.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6