Saham BUMI 7 September 2026 Menguat 4,76%, Ini Kata Analis

Berikut sentimen yang mempengaruhi harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Senin, (7/9/2026).

Diterbitkan 07 September 2026, 19:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat signifikan pada perdagangan saham Senin, (7/9/2026). Kenaikan harga saham BUMI di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah.

Mengutip data RTI, harga saham BUMI ditutup naik 4,76% menjadi Rp 220 per saham. Harga saham BUMI dibuka stagnan di Rp 210 per saham. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 226 dan terendah Rp 210 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 87.820 kali dengan volume perdagangan saham 58.497.056 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,3 triliun. Kapitalisasi pasar saham Rp 81,69 triliun.

Sementara itu, IHSG tergelincir 0,25% menjadi 6.619,67. Indeks saham LQ45 susut 0,18% menjadi 656,41. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Indonesia, Nafan Aji menuturkan, kenaikan harga saham BUMI didorong masuknya perseroan masuk ke aset tembaga dan emas di Australia. Hal ini dilakukan melalui akuisisi 100% Loyal Metals. Langkah ini, menurut Nafan cukup strategis dalam jangka panjang. Perseroan mengumumkan melalui anak usaha untuk akuisisi perusahaan tambang di Australia Loyal Metals pada Senin, 7 September 2026.

Ia menuturkan, langkah Bumi Resources memberikan diversifikasi komoditas sekaligus diversifikasi geografis dari bisnis utama batu bara. Nafan menilai, tembaga memiliki prospek struktural yang positif seiring meningkatnya kebutuhan elektrifikasi, pembangunan jaringan listrik, energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga data center. Sementara itu, keberadaan emas dapat memberikan diversifikasi terhadap siklus harga komoditas.

“Namun, investasi ini lebih tepat dipandang sebagai growth option atau sumber pertumbuhan baru BUMI, bukan sebagai kontributor utama kinerja dalam jangka pendek, mengingat aset tersebut masih membutuhkan tahapan eksplorasi, delineasi sumber daya, studi kelayakan, pembangunan infrastruktur, hingga produksi komersial,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

 

Pengembangan Tambang jadi Katalis

Ia menambahkan, pengembangan tambang Highway Reward berpotensi menjadi katalis penting bagi BUMI apabila hasil eksplorasi mampu mengonfirmasi besarnya sumber daya dan keekonomian proyek.

"Adanya mineralisasi tembaga dan emas dengan kadar relatif tinggi memberikan indikasi prospek yang menarik, sementara potensi mineral kritis lainnya juga dapat meningkatkan nilai strategis aset tersebut,” ujar dia.

Apabila BUMI berhasil meningkatkan resource menjadi cadangan yang ekonomis dan kemudian mengembangkan Highway Reward hingga tahap produksi, Nafan mengatakan, aset ini berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru yang meningkatkan exposure BUMI terhadap copper-gold serta mengurangi ketergantungan terhadap batu bara.

“Meski demikian, kontribusinya terhadap pendapatan dan laba BUMI baru akan terasa signifikan setelah proyek memasuki fase produksi, sehingga dalam beberapa tahun awal manfaatnya kemungkinan lebih tercermin pada peningkatan nilai aset dan ekspektasi pasar terhadap future earnings,” ujar Nafan.

 

Hal yang Perlu Dipantau

Dari sisi valuasi, harga akuisisi sekitar AU$ 79,07 juta, dibandingkan aset Loyal Metals sekitar AU$ 26,57 juta dan ekuitas sekitar AU$ 24 juta pada akhir tahun lalu, memang menunjukkan adanya premium yang cukup besar terhadap book value.

"Namun, menurut saya, hal tersebut masih dapat dianggap wajar apabila BUMI memang membayar atas potensi sumber daya mineral dan prospek pengembangan Highway Reward, bukan sekadar nilai buku perusahaan saat ini,” ujar dia.

Nafan menuturkan, dengan kata lain, BUMI membeli future value dan optionality dari aset tersebut. Risiko utamanya adalah apabila hasil eksplorasi lanjutan tidak mampu mengonfirmasi resource yang besar dan ekonomis, kadar atau recovery tidak sesuai ekspektasi, kebutuhan capital expenditure (capex) membengkak, proses perizinan dan pembangunan infrastruktur mengalami kendala, atau harga tembaga dan emas mengalami penurunan signifikan.

"Dalam skenario tersebut, tingkat pengembalian investasi dapat lebih rendah dari target dan BUMI berpotensi menghadapi impairment atau penurunan nilai investasi. Karena itu, indikator yang paling penting untuk dipantau selanjutnya adalah hasil pengeboran, peningkatan sumber daya berdasarkan standar JORC, studi kelayakan, kebutuhan capex, keekonomian tambang, serta target waktu menuju produksi komersial,” ujar dia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Bumi Resources
  • Saham BUMI
  • Perdagangan Saham