IHSG Sepekan Berpeluang Koreksi, Inflasi AS Jadi Sentimen

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan dibayangi sentimen eksternal seperti inflasi AS dan sentimen domestik pekan ini.

Diterbitkan 07 September 2026, 06:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi koreksi pada perdagangan saham 7-11 September 2026. Analis menuturkan, sentimen eksternal seperti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) akan bayangi IHSG sepekan.

“Untuk sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG rawan koreksi dengan support 6.337 dan resistance 6.786,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Senin, (7/9/2026).

Dari sisi sentimen, ia memperkirakan yang pengaruhi IHSG yakni pertama, rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index atau CPI) dan Producer Price Index (PPI), di mana diperkirakan menentukan arah kebijakan The Federal Reserve (the Fed) ke depan, bila datanya melandai, The Fed akan cenderung hold.

Kedua, eskalasi konflik Timur Tengah yang mengakibatkan naiknya harga minyak dunia. Ketiga, investor akan mencermati dari sisi pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih berpeluang menguat dan juga akan ada rilis data cadangan devisa.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Sebelumnya, IHSG melonjak 1,82% menjadi 6.636,47 dari pekan lalu 6.518,12.Kapitalisasi pasar menguat 1,47% menjadi Rp 11.599 triliun dari pekan lalu Rp 11.431 triliun. Sementara itu, berdasarkan data BEI, investor asing melanjutkan aksi beli saham mencapai Rp 2,3 triliun. Aksi beli investor asing ini lebih besar dari pekan lalu mencapai Rp 279,23 miliar.

Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG naik 1,82% dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, MSCI rebalancing yang terjadi pada akhir Agustus 2026.

 

Sentimen IHSG Pekan Lalu

Kedua, investor menanti rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat. Ketiga, kebijakan the Federal Reserve (the Fed) ke depan yang diperkirakan mulai dovish sehingga nilai tukar dolar Amerika Serikat dan yield atau imbal hasil berpotensi turun.

“Sepanjang pekan ini, terdapat inflow asing di mana per data kemarin Rp 2,7 triliun disertai dengan ada penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami kenaikan tertinggi 35,9% menjadi 48,99 miliar saham dari pekan lalu 36,05 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian melompat 25,75% menjadi Rp 19,22 triliun dari Rp 15,29 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga menguat 10,93% menjadi 2,39 juta kali transaksi dari 2,15 juta kali transaksi pada pekan lalu. Sementara itu, berdasarkan data BEI, investor asing melanjutkan aksi beli saham mencapai Rp 2,3 triliun. Aksi beli investor asing ini lebih besar dari pekan lalu mencapai Rp 279,23 miliar.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas).
    inflasi
  • Perdagangan Saham
  • IHSG Sepekan