Trimegah Sumber Mas Lepas 300 Juta Saham UVCR, Kepemilikan Kini 16,18%

Trimegah Sumber Mas saat ini memiliki 16,18% saham Trimegah Karya Pratama (UVCR) .

Diterbitkan 06 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yakni Trimegah Sumber Mas melepas saham UVCR pada 2 September 2026. Aksi jual saham UVCR itu dalam rangka keperluan investasi dan internal perusahaan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (6/9/2026), Trimegah Sumber Mas membeli saham UVCR dalam dua kali transaksi dengan harga Rp 141 per saham. Trimegah Sumber Mas masing-masing membeli 21.000.000 dan 279.000.000 saham UVCR pada 2 September 2026. Dengan demikian, total pelepasan saham sebesar 300 juta saham dengan nilai transaksi Rp 42 miliar.

“Tujuan transaksi keperluan investasi dan internal perusahaan dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi BEI disebutkan, Trimegah Sumber Mas sebagai pengendali dan akan mempertahankan pengendalian.

Setelah transaksi pelepasan saham UVCR, Trimegah Sumber Mas memiliki 323.557.467 saham UVCR atau setara 16,18%. Sebelumnya, Trimegah Sumber Mas mengenggam 623.557.467 saham UVCR atau setara 31,18%.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Jumat, 4 September 2026, harga saham UVCR melemah 1,35% menjadi Rp 146 per saham. Saham UVCR dibuka naik satu poin menjadi Rp 149 per saham. Harga saham UVCR berada di level tertinggi Rp 151 dan terendah Rp 143 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.064 kali dengan volume perdagangan saham 448.362 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,6 miliar.

Penutupan IHSG

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,47% ke posisi 6.636,47. Indeks saham LQ45 turun 0,78% menjadi 657,58. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.704,12 dan terendah 6.633,91. Sebanyak 363 saham melemah sehingga bebani IHSG. 256 saham menguat dan 172 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.057.423 kali dengan volume perdagangan saham 35,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.634.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham energi naik 0,22%, sektor saham industri mendaki 0,18% dan sektor saham consumer siklikal mendaki 0,19%. Sementara itu, sektor saham transportasi merosot 1,09%, dan memimpin koreksi.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,07% dan sektor saham teknologi terpangkas 0,76%. Sektor saham kesehatan merosot 0,70%, sektor saham basic melemah 0,41%, sektor saham keuangan turun 0,40%, sektor saham properti susut 0,01% dan sektor saham infrastruktur terperosok 0,30%.