Berkshire Hathaway Siapkan 2 Strategi Masuk Bisnis AI

CEO Berkshire Hathaway Greg Abel menjelaskan langkah perseroan untuk menangkap peluang di bisnis AI.

Diterbitkan 06 September 2026, 16:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CEO Berkshire Hathaway Greg Abel menuturkan, perseroan sedang menjajaki peluang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui dua jalur.

Saat wawancara dengan CNBC pada Rabu 2 September 2026, dikutip Minggu (6/9/2026), Abel menuturkan, penyediaan energi bagi pusat data Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang jumlahnya terus bertambah, merupakan peluang signifikan bagi Berkshire dan Berkshire Hathaway Energy.

Hal ini didasari keyakinannya sejak lama kendala terbesar dalam pembangunan fasilitas itu adalah ketersediaan energi yang cukup untuk mengoperasikannya mengingat fasilitas ini sangat butuh energi.

Namun, ia menegaskan, perusahaan hanya akan menjual energi kepada perusahaan hyperscaler (penyedia layanan cloud berskala masif) jika hal tersebut "tidak berdampak pada tarif pelanggan perseroan yang lain."

Jalur lainnya adalah investasi Berkshire yang kini bernilai hampir US$ 36 miliar atau Rp 634,71 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.630) pada saham Alphabet (perusahaan induk Google), sebuah langkah yang dimulai oleh Warren Buffett tahun lalu.

Abel mengatakan, berdasarkan pengalaman perusahaan-perusahaan operasional milik Berkshire sendiri, ia dan Buffett menyadari AI akan "memberikan dampak signifikan bagi Amerika Serikat dan dunia bisnis,". Selain itu, memandang Google sebagai "pemain kunci" dalam bidang tersebut.

Abel melakukan wawancara ini dari Jepang, tempat ia sedang mengunjungi unit bisnis pembuatan peralatan milik Berkshire dan bertemu dengan para eksekutif dari perusahaan perdagangan (trading houses) di mana Berkshire memiliki kepemilikan saham yang signifikan.

Ia menyebutkan, tidak ada satu pun dari mereka yang menganggap kenaikan suku bunga Jepang sebagai "tantangan mendasar saat ini."

Meskipun Abel tidak melihat adanya tanda-tanda "pemulihan segera" bagi perusahaan pengembang perumahan di AS, dan memperkirakan akan ada "jalan yang penuh tantangan untuk sementara waktu", ia meyakini, Taylor Morrison (perusahaan yang baru saja diakuisisi Berkshire) akan menjadi "aset yang sangat kuat" dalam lima hingga 10 tahun ke depan, karena "impian Amerika (American dream) akan terus ada."

 

Data Center Hadapi Penolakan

Pusat data menghadapi 'penolakan yang jauh lebih besar'

Abel mengakui ada penolakan yang kian meningkat di berbagai wilayah AS terhadap pembangunan pusat data baru untuk keperluan AI.

"Ada jauh lebih banyak penolakan dari masyarakat di seluruh penjuru AS,” ujar dia.

Ia berpendapat, perusahaan yang membangun pusat data perlu "mengevaluasi secara serius" terkait "reaksi masyarakat" dan merespons kekhawatiran tersebut, misalnya dengan menggunakan teknologi yang meminimalkan penggunaan air.

Abel mencontohkan situasi di Iowa, tempat Berkshire memiliki operasi utilitas yang besar, di mana pusat data telah memberikan keringanan pajak yang "sangat signifikan" bagi warga setempat serta menghasilkan pendapatan yang mendukung layanan publik seperti sekolah, kepolisian, dan pemadam kebakaran.

Ia menegaskan, pusat data harus menjadi "bagian masyarakat yang diterima dengan baik." Abel mengenai bagaimana Berkshire menginvestasikan US$ 10 miliar atau Rp 176,31 triliun dalam ambisi AI Alphabet

Dalam wawancara tersebut, Abel menjelaskan bagaimana Berkshire akhirnya membeli saham Alphabet senilai US$ 10 miliar secara langsung dari perusahaan itu pada musim semi ini, saat perusahaan induk Google tersebut menggalang dana sebesar US$ 80 miliar atau Rp 1.410 triliun untuk mendanai investasi pada infrastruktur komputasi AI kelas dunia guna memenuhi permintaan pelanggan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

 

Investasi di Induk Usaha Google

Setelah menyebutkan Buffett sebelumnya telah membeli saham Alphabet untuk portofolio Berkshire tahun lalu, Abel menceritakan menerima telepon pada suatu Minggu pagi di akhir bulan Mei yang menawarkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam penawaran saham berskala besar oleh Alphabet.

"Mereka belum menentukan besaran nilainya, namun menyarankan agar kami mempertimbangkan angka 10 miliar,” ujar dia.

"Abel menjawab bahwa ia akan "segera menghubungi mereka kembali," ia menambahkan.

“Sesuai dengan prinsip pengelolaan Berkshire ia berkata, Saya menelepon Warren dan mengatakan bahwa kami memiliki peluang besar untuk terus berinvestasi di Google dengan pembelian dalam jumlah besar,” tutur dia.

Mereka sepakat dan "yakin" dengan keputusan pembelian senilai US$ 10 miliar dengan diskon 6,5% dan akhirnya merampungkan transaksi tersebut.