Bursa Saham Asia Hari Ini Melesat, Investor Cermati Sentimen Timur Tengah

Di antara indeks saham acuan bursa saham Asia Pasifik, indeks Kospi melompat 3,09% saat pembukaan perdagangan Senin, (7/9/2026).

Diterbitkan 07 September 2026, 08:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka menguat pada Senin, (7/9/2026). Di tengah pergerakan bursa saham Asia Pasifik yang menguat, perhatian kembali tertuju pada Timur Tengah. Hal ini seiring ketegangan tampaknya belum mereda seiring aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang naik hampir 1%. Indeks Topix mendaki 0,55%. Indeks Kospi di Korea Selatan menguat 3,09% saat pembukaan. Sedangkan indeks saham kapitalisasi kecil Kosdaq bertambah 1,33%. Indeks ASX 200 mendatar.

Gejolak di Timur Tengah terus berlanjut menyusul kabar bahwa AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran setelah menyatakan kapal-kapal perangnya menjadi sasaran rudal balistik. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, kesepakatan nuklir Iran mungkin tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

"Mungkin tidak akan ada kesepakatan nuklir. Bisa jadi langkahnya hanya menghancurkan kemampuan mereka untuk mewujudkannya," ujar Wright dalam program "This Week" di ABC News.

"Kesepakatan mungkin harus menunggu pemerintahan berikutnya di Iran. Kita benar-benar tidak tahu soal itu,” ia menambahkan.

Mencegah Iran memiliki senjata nuklir telah berulang kali disebut oleh Presiden AS Donald Trump sebagai tujuan utama kampanye AS. Pada saat yang sama, Trump terus mengupayakan kesepakatan diplomatik dengan Teheran di tengah konflik yang telah memicu lonjakan tajam harga energi di seluruh dunia.

Pernyataan Wright mengindikasikan pemerintah AS mungkin berupaya melenyapkan kemampuan Iran dalam mengembangkan senjata nuklir, bahkan tanpa mencapai kesepakatan formal dengan Teheran.

Pasar saham AS akan tutup pada Senin karena hari libur.

Penutupan IHSG pada 4 September 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Jumat, (4/9/2026). IHSG hari ini melemah di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun dan mayoritas sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG melemah 0,47% ke posisi 6.636,47. Indeks saham LQ45 turun 0,78% menjadi 657,58. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.704,12 dan terendah 6.633,91. Sebanyak 363 saham melemah sehingga bebani IHSG. 256 saham menguat dan 172 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.057.423 kali dengan volume perdagangan saham 35,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.634.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham energi naik 0,22%, sektor saham industri mendaki 0,18% dan sektor saham consumer siklikal mendaki 0,19%. Sementara itu, sektor saham transportasi merosot 1,09%, dan memimpin koreksi.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,07% dan sektor saham teknologi terpangkas 0,76%. Sektor saham kesehatan merosot 0,70%, sektor saham basic melemah 0,41%, sektor saham keuangan turun 0,40%, sektor saham properti susut 0,01% dan sektor saham infrastruktur terperosok 0,30%.