Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan mengelola uang bisa terlihat dari cara sederhana yang dilakukan seseorang dalam kesehariannya. Ada yang mengelompokkan pemasukan, menahan diri untuk berbelanja sesuatu atau bahan mencatat pengeluaran.
Mencatat pengeluaran memang membantu seseorang mengetahui ke mana uangnya pergi. Namun, catatan tersebut belum tentu menggambarkan jumlah uang yang masih tersedia di rekening. Dan satu yang terlupakan adalah melihat saldo di rekening.
Ternyata, seseorang yang memiliki kecenderungan jarang memantau jumlah tabungan ada pengaruhnya dalam psikologi. Lantas bagaimana faktanya? Untuk mengetahuinya, simak selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Jumat (23/10).
Advertisement
1. Kurang Bisa Mengendalikan Keinginan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3905328/original/055141700_1642388035-pexels-photo-4173116.jpeg)
Merujuk studi Megan Oaten dan Ken Cheng berjudul Improvements in Self-Control from Financial Monitoring yang diterbitkan dalam Journal of Economic Psychology pada 2007 menemukan bahwa orang sering memantau saldo di tabung lebih bisa mengendalikan diri dalam membelanjakannya.
Mengendalikan di sini bukan berarti pelit, namun menggunakan keuangan sesuai prioritasnya. Meski begitu, ada banyak faktor lain juga yang sangat memengaruhi kondisi absennya mengecek saldo rekening.
Namun, ketika pemilik sering mengecek kondisi saldo, dirinya akan lebih hati-hati untuk membelanjakan uangnya.
2. Mengandalkan Catatan untuk Mengingat Pengeluaran
Mereka sering membuka buku catatan atau aplikasi pencatat uang ketika ingin mengetahui jumlah pengeluaran harian. Kebiasaan ini menjadi bagian dari rutinitas atau kebiasaan yang sudah terbentuk sejak lama.
Catatan berfungsi sebagai pengingat mengenai uang yang sudah digunakan. Mereka bisa melihat kembali transaksi sebelumnya ketika ingin mengevaluasi penggunaan uang dengan praktis tanpa harus membuka saldo rekening.
Catatan tersebut sebenarnya perlu diperbarui agar sesuai dengan transaksi yang terjadi. Jika ada pengeluaran atau pemasukan yang terlewat, perhitungan bisa berbeda dari saldo sebenarnya.
3. Merasa Sudah Mengetahui Kondisi Keuangan
Orang yang rajin mencatat pengeluaran mungkin merasa sudah memahami kondisi keuangannya karena setiap transaksi tercatat. Mereka mengandalkan informasi tersebut untuk memperkirakan sisa uang.
Padahal, jumlah uang yang tersisa tidak hanya dipengaruhi oleh pengeluaran. Pemasukan, transfer, biaya administrasi, dan transaksi otomatis juga bisa mengubah saldo rekening.
Karena itu, catatan pengeluaran sebaiknya digunakan bersama pemeriksaan saldo. Dengan begitu, mereka bisa membandingkan perkiraan sisa uang dengan jumlah yang tersedia.
Advertisement
4. Lebih Memperhatikan Uang Keluar daripada Uang Masuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3988161/original/072708600_1649319910-Uang_Bank_Indonesia.jpg)
Sebagian orang lebih fokus mencatat pembelian daripada memperbarui informasi mengenai pemasukan. Mereka mungkin menulis setiap transaksi belanja, tetapi lupa mencatat gaji atau uang yang diterima.
Kebiasaan tersebut membuat catatan keuangan belum menggambarkan seluruh pergerakan uang. Padahal, pemasukan dan pengeluaran sama-sama memengaruhi jumlah uang yang dimiliki.
Mencatat kedua jenis transaksi membantu mereka memahami perubahan keuangan dari waktu ke waktu. Langkah ini juga memudahkan pemeriksaan ketika jumlah uang tidak sesuai perkiraan.
5. Jarang Membuka Aplikasi Perbankan
Mereka mungkin menggunakan aplikasi pencatat keuangan setiap hari, tetapi hanya membuka aplikasi perbankan ketika hendak mentransfer uang atau membayar sesuatu.
Akibatnya, perubahan saldo di luar transaksi yang mereka ingat bisa luput dari perhatian. Mereka juga berisiko terlambat mengetahui adanya potongan biaya atau transaksi yang tidak dikenali.
Memeriksa saldo secara berkala membantu memastikan jumlah uang sesuai dengan catatan. Pemeriksaan ini tidak harus dilakukan setiap saat, tetapi bisa dijadwalkan sesuai kebutuhan.
6. Memisahkan Kebiasaan Mencatat dan Mengecek Saldo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370490/original/066642100_1791628738-pexels-karola-g-5900228.jpg)
Bagi sebagian orang, mencatat pengeluaran merupakan rutinitas tersendiri yang dilakukan setelah berbelanja. Sementara itu, memeriksa saldo dianggap sebagai kegiatan berbeda yang bisa ditunda.
Pemisahan tersebut membuat mereka rajin mendokumentasikan transaksi, tetapi belum tentu mengetahui jumlah uang yang tersedia saat itu. Kedua kegiatan sebenarnya saling melengkapi.
Mereka bisa menggabungkannya dengan memeriksa saldo pada waktu tertentu, misalnya setiap akhir pekan. Cara ini membantu mencocokkan catatan dengan kondisi rekening.
7. Menghitung Pengeluaran Berdasarkan Perkiraan
Catatan transaksi membuat seseorang bisa menjumlahkan uang yang telah digunakan. Dari angka tersebut, mereka kemudian memperkirakan jumlah uang yang masih tersisa untuk memenuhi kebutuhan berikutnya.
Perkiraan itu bisa meleset jika ada transaksi yang belum tercatat atau pemasukan yang tidak diperhitungkan. Kondisi ini dapat membuat rencana belanja tidak sesuai dengan uang yang tersedia.
Untuk mengurangi selisih, mereka bisa membandingkan hasil pencatatan dengan saldo rekening. Langkah tersebut membantu mereka menentukan pengeluaran berdasarkan jumlah uang yang benar-benar tersedia.
Advertisement
8. Ingin Mengontrol Pengeluaran Tanpa Memeriksa Saldo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345922/original/063739000_1789099372-IMG_2654.jpeg)
Mencatat pengeluaran dapat menjadi cara seseorang menjaga penggunaan uang agar tetap sesuai rencana. Mereka berusaha memahami kebiasaan belanja melalui daftar transaksi yang dikumpulkan setiap hari.
Namun, pengendalian pengeluaran juga membutuhkan informasi tentang jumlah uang yang tersisa. Tanpa pemeriksaan saldo, mereka belum memiliki gambaran lengkap mengenai kondisi rekening.
Mereka bisa mulai dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, lalu memeriksa saldo secara rutin. Kebiasaan ini membantu menyusun anggaran berdasarkan kondisi keuangan, bukan sekadar perkiraan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Mencatat Pengeluaran
1. Mengapa pengeluaran kecil perlu dicatat?
Pengeluaran kecil yang berulang bisa menambah jumlah uang yang digunakan. Mencatatnya membantu mengetahui ke mana uang pergi.
2. Apakah mencatat pengeluaran bisa membantu menghemat uang?
Ya, pencatatan membantu mengenali kebiasaan belanja dan menentukan pengeluaran yang bisa dikurangi sesuai kebutuhan.
3. Seberapa sering perlu memeriksa saldo rekening?
Frekuensinya bisa disesuaikan dengan aktivitas keuangan. Pemeriksaan berkala membantu memastikan saldo sesuai dengan catatan transaksi.
4. Mengapa saldo rekening berbeda dari catatan pengeluaran?
Perbedaan bisa terjadi karena pemasukan, transfer, biaya administrasi, transaksi otomatis, atau pengeluaran yang belum dicatat.
5. Bagaimana cara mengelola uang agar lebih terpantau?
Catat pemasukan dan pengeluaran, susun anggaran, serta cocokkan catatan dengan saldo rekening secara berkala.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066076/original/004010200_1656393110-Rampok1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356327/original/037133100_1790159454-01M36SK9T7CSYATVCEY7DYACRJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7912530/original/073334200_1780743684-Gambar_Pendukung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4483920/original/045245700_1687916240-relaxed-friends-talking-while-sitting-couch_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380940/original/085943100_1792745010-pexels-theo-decker-5955019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4563401/original/095379200_1693879667-Lebih_dari_500_Sekolah_di_Prancis_Diawasi_Terkait_Larangan_Abaya-AFP__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380813/original/030897500_1792739125-15725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366384/original/058765100_1791264227-pexels-keira-burton-6147236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340425/original/073786700_1788505036-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373346/original/018567900_1791963107-01M4TE2X0Q5EEZ6K7VQ6105Y5P.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380663/original/005839200_1792729865-3a187b7b-91eb-4aac-b71f-ffdb6d2714f6.jpg)