7 Ciri Orang yang Menyilangkan Tangan di Depan Dada saat Bicara dengan Orang Baru

Kenali 7 ciri orang yang menyilangkan tangan di depan dada saat bicara dengan orang baru, mulai dari gugup, defensif, hingga sekadar mencari kenyamanan.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 12:59 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ciri orang yang menyilangkan tangan di depan dada saat bicara dengan orang baru sering dikaitkan dengan sikap tertutup, rasa gugup, atau keinginan untuk melindungi diri. Ketika bertemu seseorang untuk pertama kali, sebagian orang secara spontan melipat kedua tangan di depan tubuh, baik saat berkenalan, mengikuti percakapan, maupun mendengarkan penjelasan.

Dalam bahasa tubuh, gerakan ini kerap disebut sebagai barrier gesture atau gestur penghalang. Posisi tersebut dapat menciptakan kesan seolah-olah seseorang sedang membangun batas antara dirinya dan lawan bicara. Namun, maknanya tidak selalu berkaitan dengan penolakan atau ketidaknyamanan karena orang juga menyilangkan tangan untuk mencari posisi yang nyaman atau menghangatkan tubuh.

Lantas, apa saja kemungkinan makna di balik kebiasaan tersebut? Dengan memperhatikan ekspresi wajah, arah tubuh, dan situasi percakapan, kita bisa memahami bahasa tubuh seseorang secara lebih bijak tanpa terburu-buru menilai kepribadiannya, berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (23/10/2026).

1. Cenderung Berhati-hati saat Berkenalan

Salah satu kemungkinan makna menyilangkan tangan di depan dada adalah sikap berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang yang belum dikenal. Pertemuan pertama biasanya melibatkan proses saling mengenal, sehingga seseorang mungkin belum merasa cukup nyaman untuk menunjukkan sikap yang sepenuhnya terbuka.

Dalam situasi ini, posisi tangan yang terlipat dapat menjadi semacam batas fisik sementara. Orang tersebut mungkin memilih mengamati cara lawan bicara berbicara, memperhatikan topik yang dibahas, dan menilai suasana sebelum terlibat lebih jauh dalam percakapan.

Meski demikian, sikap berhati-hati tidak selalu berarti curiga atau tidak menyukai orang yang baru ditemui. Sebagian orang memang membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun kepercayaan. Karena itu, perhatikan apakah ia mulai menunjukkan sikap lebih santai setelah percakapan berlangsung.

2. Merasa Gugup atau Canggung

Bertemu orang baru bisa menimbulkan rasa gugup, terutama ketika seseorang berada di lingkungan yang asing, menghadiri acara formal, atau harus berbicara dengan orang yang dianggap penting. Dalam keadaan tersebut, menyilangkan tangan dapat memberikan sensasi seperti memeluk diri sendiri sehingga tubuh terasa lebih nyaman.

Artikel Arm Body Language: Crossed Arms and 17 More Cues to Know dari Science of People menjelaskan bahwa gestur menyilangkan tangan dapat berkaitan dengan kecemasan, khususnya dalam situasi sosial yang membuat seseorang merasa tidak yakin atau tertekan.

Perhatikan pula gerakan lain yang menyertainya. Orang yang sedang gugup mungkin sesekali mengusap lengan, memainkan jari, mengalihkan pandangan, atau mengubah posisi tubuh. Jika beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, ada kemungkinan ia sedang berusaha mengelola rasa canggung.

Namun, satu gestur saja tidak cukup untuk memastikan bahwa seseorang mengalami kecemasan. Ada orang yang tetap tenang meskipun tangannya terlipat, sementara orang lain justru banyak menggerakkan tangan ketika merasa gugup.

3. Membutuhkan Waktu untuk Merasa Nyaman

Tidak semua orang bisa langsung bersikap akrab saat bertemu orang baru. Sebagian individu lebih suka mengamati keadaan terlebih dahulu sebelum menunjukkan ekspresi dan gerakan tubuh yang lebih lepas.

Menyilangkan tangan di depan dada bisa menjadi bagian dari sikap tersebut. Orang yang melakukannya mungkin tetap mendengarkan dengan saksama, menjawab pertanyaan, dan memberikan respons yang relevan, tetapi belum banyak menggunakan gestur tangan ketika berbicara.

Jika wajahnya terlihat rileks, sesekali tersenyum, dan tubuhnya tetap mengarah kepada lawan bicara, posisi tangan tersebut belum tentu menandakan penolakan. Bisa jadi, ia hanya belum terbiasa dengan situasi perkenalan itu.

Seiring percakapan berjalan, perhatikan apakah bahunya mulai rileks atau tangannya tidak lagi terlipat. Perubahan tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa suasana interaksi terasa lebih nyaman baginya. Meski begitu, tidak ada aturan bahwa seseorang harus membuka tangan untuk menunjukkan ketertarikan dalam percakapan.

4. Sedang Bersikap Defensif

Gestur tangan yang terlipat juga bisa berkaitan dengan sikap defensif, terutama ketika seseorang merasa pendapatnya dipertanyakan, dikritik, atau tidak dipahami. Dalam konteks ini, posisi tangan seolah-olah menjadi pelindung ketika ia merasa perlu mempertahankan diri.

Psychology and Body Language dalam panduan Defensive Body Language: What Crossed Arms & Closed Gestures Really Mean menjelaskan bahwa menyilangkan tangan merupakan isyarat perlindungan diri, tetapi tidak dapat digunakan sebagai bukti tunggal untuk menentukan alasan seseorang bersikap demikian.

Ketika bertemu orang baru, sikap defensif mungkin terlihat jika pembicaraan menyentuh topik sensitif atau lawan bicara mengajukan pertanyaan yang dianggap terlalu pribadi. Orang tersebut bisa menyilangkan tangan lebih erat, menarik tubuh sedikit ke belakang, atau menunjukkan bibir yang mengatup rapat.

Jika gerakan itu muncul setelah topik tertentu dibicarakan, perubahan tersebut layak diperhatikan. Akan tetapi, hindari langsung menyimpulkan bahwa ia tidak menyukai Anda. Lebih baik menjaga nada bicara tetap tenang, memberikan ruang untuk menjawab, dan tidak memaksakan pembahasan yang membuat suasana terasa tidak nyaman.

5. Sedang Mempertimbangkan Informasi dengan Cermat

Menyilangkan tangan tidak selalu menjadi tanda bahwa seseorang sedang menutup diri. Dalam beberapa keadaan, gestur ini dapat muncul ketika seseorang berkonsentrasi atau memikirkan informasi yang baru diterimanya.

Science of People juga membahas kemungkinan hubungan antara posisi tangan terlipat dan konsentrasi. Dalam situasi tertentu, seseorang mungkin mempertahankan posisi tersebut sambil berusaha memahami penjelasan, membandingkan informasi, atau menyusun jawaban.

Misalnya, ketika berkenalan dalam sebuah pertemuan kerja, seseorang bisa saja menyilangkan tangan sambil mendengarkan uraian tentang proyek baru. Jika ia tetap mengajukan pertanyaan yang relevan, memberikan tanggapan terarah, dan memperhatikan pembicaraan, gestur itu tidak serta-merta menunjukkan sikap tidak setuju.

Untuk memahami situasinya, lihat respons verbal dan nonverbal secara bersamaan. Apakah ia mengangguk ketika mendengarkan? Apakah ia meminta penjelasan tambahan? Apakah ia memberikan tanggapan yang menunjukkan pemahaman? Petunjuk-petunjuk tersebut lebih membantu daripada hanya berfokus pada posisi tangannya.

6. Sedang Tidak Nyaman dengan Situasi di Sekitarnya

Rasa tidak nyaman dapat muncul karena berbagai alasan, mulai dari suasana yang terlalu ramai hingga topik percakapan yang membuat seseorang merasa tertekan. Dalam keadaan seperti ini, menyilangkan tangan mungkin menjadi salah satu cara tubuh mencari posisi yang terasa lebih aman.

Panduan Psychology and Body Language menyebutkan bahwa gestur tertutup perlu dibaca bersama tanda lain, seperti tubuh yang berputar menjauh, kontak mata yang berkurang, atau dagu yang sedikit menunduk. Kombinasi beberapa isyarat tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh tentang keadaan seseorang.

Sebagai contoh, seseorang yang baru datang ke acara pertemuan mungkin berdiri dengan tangan terlipat sambil mengamati keramaian. Sikap itu bisa berkaitan dengan kecanggungan menghadapi lingkungan baru, bukan ketidaksukaan terhadap orang yang sedang mengajaknya berbicara.

Dalam situasi tersebut, pendekatan yang ramah dan tidak mengintimidasi dapat membantu. Mulailah dengan percakapan ringan, hindari berdiri terlalu dekat, dan berikan kesempatan kepadanya untuk menyesuaikan diri.

7. Hanya Sedang Mencari Posisi yang Nyaman

Kemungkinan terakhir yang sering terlewatkan adalah alasan yang sangat sederhana: seseorang menyilangkan tangan karena merasa nyaman. Tidak semua gerakan tubuh memiliki pesan emosional yang mendalam.

Artikel Susan Blackmore di BBC Science Focus, Is a Person Being Defensive When They Cross Their Arms?, menegaskan bahwa menyilangkan tangan tidak selalu berarti defensif. Seseorang mungkin melakukan gerakan tersebut karena kedinginan atau merasa bosan. Perbedaan kebiasaan, usia, dan budaya juga dapat memengaruhi cara orang menggunakan bahasa tubuh.

Bayangkan seseorang sedang berbincang di ruangan berpendingin udara. Ia menyilangkan tangan untuk menghangatkan tubuh, tetapi tetap tersenyum, menjaga perhatian, dan aktif menanggapi lawan bicara. Dalam keadaan seperti ini, menganggapnya tertutup hanya berdasarkan posisi tangan tentu kurang tepat.

Karena itu, jangan mengabaikan penjelasan sederhana sebelum menghubungkan sebuah gestur dengan kepribadian. Suhu ruangan, posisi berdiri, kebiasaan pribadi, dan kenyamanan fisik juga perlu dipertimbangkan.

Cara Membaca Bahasa Tubuh saat Bertemu Orang Baru

Memahami ciri orang yang menyilangkan tangan di depan dada saat bicara dengan orang baru membutuhkan pengamatan yang menyeluruh. Posisi tangan hanyalah satu bagian dari komunikasi nonverbal, sehingga maknanya perlu dibandingkan dengan ekspresi wajah, arah tubuh, gerakan lain, serta konteks percakapan.

Jika seseorang tampak defensif atau tidak nyaman, cobalah menggunakan nada bicara yang lebih hangat, mengajukan pertanyaan terbuka, dan memberikan ruang pribadi yang cukup. Hindari mendesak orang tersebut untuk segera bercerita atau menganggap sikapnya sebagai bentuk penolakan.

Sebaliknya, jika orang tersebut terlihat santai dan terlibat aktif dalam percakapan, tidak ada alasan untuk mempermasalahkan posisi tangannya. Bahasa tubuh dapat memberikan petunjuk, tetapi bukan alat untuk membaca pikiran seseorang secara pasti.

Pada akhirnya, cara terbaik untuk membangun hubungan dengan orang baru adalah menggabungkan pengamatan yang cermat dengan komunikasi yang terbuka. Dengan begitu, kita bisa lebih peka terhadap kenyamanan orang lain tanpa terjebak dalam penilaian yang terburu-buru.

Tanya Jawab Seputar Bahasa Tubuh saat Bertemu Orang Baru

1. Apakah menyilangkan tangan di depan dada berarti seseorang tidak menyukai kita?

Tidak selalu. Gestur tersebut bisa berkaitan dengan sikap defensif, rasa gugup, konsentrasi, kedinginan, atau kebiasaan pribadi. Perhatikan ekspresi wajah, arah tubuh, dan responsnya selama percakapan sebelum menarik kesimpulan.

2. Mengapa seseorang menyilangkan tangan ketika baru berkenalan?

Seseorang mungkin merasa canggung, berhati-hati, atau belum terbiasa dengan lingkungan baru. Namun, ia juga bisa sekadar mencari posisi tubuh yang nyaman. Situasi dan kebiasaan pribadi perlu dipertimbangkan.

3. Bagaimana membedakan sikap defensif dan rasa gugup dari bahasa tubuh?

Sikap defensif mungkin disertai bibir mengatup rapat, tubuh yang condong menjauh, atau ekspresi tidak setuju. Sementara itu, kegugupan dapat terlihat melalui gerakan gelisah, kebiasaan mengusap lengan, atau pandangan yang sering beralih. Tanda-tanda ini tetap tidak bisa memastikan emosi seseorang secara mutlak.

4. Apakah orang yang menyilangkan tangan cenderung tertutup?

Tidak dapat disimpulkan hanya dari satu gestur. Seseorang mungkin membutuhkan waktu untuk merasa nyaman, tetapi posisi tangan saja tidak cukup untuk menentukan apakah ia memiliki kepribadian tertutup atau terbuka.

5. Apa yang sebaiknya dilakukan ketika lawan bicara menyilangkan tangan?

Tetap bersikap ramah, gunakan nada bicara yang tenang, dan berikan ruang pribadi. Anda juga bisa memulai dengan topik ringan dan memperhatikan responsnya. Jangan langsung menuntut penjelasan atau menganggap posisi tangan sebagai tanda penolakan.

 

 

Â