Pramono Minta Jakpro Hitung Biaya Perpanjangan LRT ke JIS

Pramono meminta perhitungan kebutuhan proyek disiapkan sebelum dibahas dengan Danantara.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 06:14 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI Pramono Anung merespons instruksi Presiden Prabowo terkait bantuan LRT Jakarta.
  • Pramono meminta Jakpro dan LRT Jakarta siapkan perhitungan kebutuhan proyek untuk Danantara.
  • Presiden Prabowo instruksikan Danantara bantu perpanjangan LRT ke JIS dan koneksi Whoosh.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait bantuan untuk pengembangan LRT Jakarta. Pramono mengatakan, dirinya telah meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan LRT Jakarta menyiapkan perhitungan kebutuhan proyek tersebut.

“Seperti pada saat saya menyampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto tanggal 16 September dan kemudian Pak Dony Oskaria juga sudah merespons untuk ini, sekarang saya sudah meminta kepada Jakpro maupun LRT Jakarta untuk menyiapkan hitungannya,” kata Pramono kepada media, Jumat (23/10/26).

Pramono menyambut baik arahan tersebut. Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan terlebih dahulu mempersiapkan perhitungan kebutuhan proyek sebelum membahasnya lebih lanjut dengan Danantara.

“Karena bagaimanapun kalau duduk dengan Danantara itu kan harus ada hitungannya berapa yang memang dibutuhkan. Namun yang jelas apa yang menjadi arahan Bapak Presiden disambut baik oleh Pemerintah Jakarta dan kami sangat berterima kasih dengan pemerintah pusat,” terang Pramono.

 

Presiden Berikan Instruksi kepada Danantara

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta BPI Danantara membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang rute LRT hingga Jakarta International Stadium (JIS) serta meningkatkan konektivitas dengan kereta cepat Whoosh.

Menurut Prabowo, Danantara wajib membantu Pemprov DKI Jakarta dalam proyek tersebut karena Ibu Kota merupakan milik seluruh bangsa Indonesia.

"Dan tadi ada sedikit harapan ya dari Gubernur (DKI), Danantara untuk ikut dibantu, saya kira wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa," kata Prabowo saat meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu, 16 September lalu.

Prabowo menyebut Jabodetabek sebagai salah satu kawasan metropolitan terbesar di dunia. Meski demikian, ia mengapresiasi pemerintah pusat dan daerah yang dinilai mampu mengelola kawasan tersebut serta menjalin kerja sama dengan tertib.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6