Liputan6.com, Jakarta Toge atau tauge adalah kecambah muda yang tumbuh dari biji kacang hijau. Cara menanam toge pada dasarnya sederhana, yakni merendam biji lalu membiarkannya berkecambah di tempat lembap dan gelap.
Prosesnya cepat dan tidak memerlukan lahan luas. Dengan menguasai cara menanam toge yang tepat, kamu bisa memanen kecambah segar hanya dalam waktu tiga sampai lima hari.
Mengacu pada riset yang dipublikasikan di ScienceDirect, proses perkecambahan meningkatkan kecernaan protein dan pati sekaligus ketersediaan zat besi, zinc, serta senyawa fenolik pada kecambah dibanding biji utuhnya.
Advertisement
Cara Menanam Toge dengan Wadah Saringan dan Kain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454813/original/059892900_1766573417-Gemini_Generated_Image_ght5myght5myght5_2.png)
Metode paling umum dan minim alat adalah menumbuhkan toge di dalam saringan yang dialasi kain. Cara menanam toge model ini hanya memerlukan kacang hijau, wadah, air bersih, dan kain penutup untuk menjaga kelembapan sekaligus menghalangi cahaya.
Berdasarkan panduan yang dihimpun redaksi, keberhasilan bertumpu pada tiga hal, yaitu memilih kacang hijau bermutu, menjaga biji tetap lembap tetapi tidak tergenang, serta menghalangi cahaya agar warna tidak berubah dan rasanya tidak pahit.
-
Pilih kacang hijau berkualitas: Gunakan biji yang gemuk, mulus, berukuran seragam, serta berwarna hijau cerah dan mengilap. Hindari biji yang kusam, keriput, atau kecokelatan karena sulit berkecambah.
-
Cuci dan sortir biji: Bilas kacang hijau beberapa kali dengan air bersih, lalu buang biji yang mengambang, pecah, atau rusak karena umumnya gagal tumbuh.
-
Rendam selama 8-12 jam: Rendam biji dalam air bersih bervolume sekitar tiga kali lipat kacang selama 8-12 jam atau semalaman hingga mengembang dan sebagian mulai memunculkan tunas kecil.
-
Tiriskan dan tata di saringan: Buang air rendaman, bilas sekali lagi, lalu tata biji di saringan yang dialasi kain bersih. Ratakan agar tidak menumpuk terlalu tebal.
-
Simpan di tempat gelap: Letakkan saringan di dalam mangkuk besar yang tidak tembus cahaya, atau tutup dengan kain, dan simpan di tempat hangat yang gelap.
-
Siram dua sampai tiga kali sehari: Bilas kecambah pagi dan sore, lalu tiriskan sampai benar-benar kering agar tetap lembap tetapi tidak tergenang, sehingga terhindar dari jamur dan bau.
-
Panen setelah 3-5 hari: Setelah batang memanjang dan berwarna putih bersih, toge siap dipanen. Bilas sekali lagi sebelum diolah.
Advertisement
Cara Menanam Toge Menggunakan Botol Plastik atau Toples
Jika tidak memiliki saringan, botol plastik bekas atau toples kaca bisa menjadi alternatif yang praktis. Prinsip cara menanam toge di wadah ini tetap sama, yaitu menjaga kelembapan, sirkulasi udara, dan kegelapan.
-
Siapkan wadah berlubang: Lubangi dasar dan sisi botol plastik untuk saluran air, atau gunakan toples yang mulutnya ditutup kain kasa dan diikat karet agar biji tetap bisa bernapas.
-
Rendam kacang hijau: Rendam biji selama 8-12 jam hingga mengembang, kemudian buang airnya sampai tuntas.
-
Masukkan biji secukupnya: Isi wadah paling banyak sepertiga bagian karena kecambah akan memuai dan membutuhkan ruang untuk tumbuh.
-
Bilas dan tiriskan rutin: Alirkan air bersih 2-3 kali sehari melalui lubang, lalu miringkan wadah agar air terbuang sempurna.
-
Tutup dari cahaya: Bungkus wadah dengan kain gelap atau simpan di dalam lemari sehingga toge tumbuh putih dan tidak pahit.
-
Panen dan simpan: Setelah 3-4 hari, panen toge lalu perhatikan cara menyimpan tauge agar tidak cepat berlendir di dalam kulkas.
Berdasarkan data MasterClass, satu cangkir toge hanya mengandung sekitar 31 kalori namun kaya serat, magnesium, kalium, serta vitamin C, K, dan B, sehingga cocok untuk menu rendah kalori.
Baca juga: Resep Bubur Kacang Hijau Cepat Empuk Tanpa Direndam Semalaman
Cara Merawat Toge agar Tumbuh Gemuk, Putih, dan Renyah
Toge buatan rumah sering kali kurus dan panjang dibanding buatan pabrik. Kunci cara menanam toge agar gemuk dan renyah terletak pada pemberian tekanan, kegelapan total, serta drainase yang baik.
Sebagaimana dikutip dari Healthline, proses perkecambahan justru meningkatkan profil nutrisi kacang, mengurangi antinutrien, serta membantu mengontrol gula darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.
-
Beri pemberat di atas kecambah: Letakkan piring atau kantong berisi air di atas biji. Tekanan ini memaksa kecambah tumbuh melawan beban sehingga batangnya lebih pendek, tebal, dan renyah.
-
Jaga kegelapan total: Cahaya memicu perubahan warna menjadi kehijauan atau kemerahan dan rasa pahit, jadi pastikan wadah benar-benar gelap.
-
Bilas dengan air sejuk: Gunakan air dingin saat membilas dan hindari genangan karena sisa air adalah penyebab utama pembusukan.
-
Jangan terlalu sering dibuka: Semakin jarang terpapar udara dan cahaya, kecambah tumbuh lebih tebal dan warnanya tetap putih bersih.
-
Kenali tanda kesegaran: Toge sehat berwarna putih atau krem cerah dan terasa renyah saat dipatahkan; buang bila berlendir, cokelat, atau berbau apak.
Baca juga: Cara Menanam Terong agar Berbuah Lebat
Baca juga: Cara Menanam Nanas di Pot agar Cepat Mengeluarkan Anakan
Baca juga: Cara Merawat Pohon Mangga agar Cepat Berbuah Lebat
Advertisement
Manfaat Toge dan Cara Aman Mengonsumsinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328988/original/056060500_1787216173-Untitled9.jpg)
Selain mudah ditanam, toge dikenal sebagai sayuran kecil yang padat gizi. Kecambah kacang hijau ini populer dalam pecel, gado-gado, hingga tumisan sederhana.
Emily Ho, profesor nutrisi dan direktur Linus Pauling Institute di Oregon State University, dikutip dari American Heart Association, menyatakan, "Kecambah biji berusia lima hingga tujuh hari sering kali menawarkan lebih banyak manfaat nutrisi dibandingkan tanaman dewasanya. Harvard Health Blog menyatakan, "Proses perkecambahan ini memecah sebagian pati, sehingga persentase nutrisinya menjadi lebih tinggi."
Berikut sejumlah manfaat toge yang membuatnya layak masuk menu harian:
-
Melancarkan pencernaan: Kandungan enzim dan seratnya membantu memecah makanan serta melancarkan pencernaan sehingga mengurangi risiko sembelit.
-
Menjaga kesehatan jantung: Konsumsi rutin toge dikaitkan dengan penurunan kolesterol jahat dan berpotensi mencegah penyakit kardiovaskular seperti stroke.
-
Membantu mengontrol gula darah: Sebagai makanan fungsional, toge membantu memperlambat lonjakan gula darah setelah makan.
-
Mendukung kesuburan: Kandungan vitamin E, zinc, dan folat berperan dalam kesuburan pria maupun wanita, dan sering disorot sebagai manfaat toge untuk pria.
-
Membantu menjaga tekanan darah: Merujuk laporan WebMD, peptida dalam toge dapat bekerja mirip obat hipertensi sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah.
-
Memperkuat daya tahan tubuh: Vitamin C dan antioksidannya membantu menetralkan radikal bebas serta menjaga sistem imun.
-
Menurunkan risiko kanker: Kandungan antioksidan pada toge dikaitkan dengan kemampuan memperlambat pertumbuhan sel abnormal, seperti diulas dalam pembahasan manfaat taoge bagi pria dan wanita.
-
Mendukung penurunan berat badan: Rendah kalori namun mengenyangkan, toge cocok untuk pola makan yang menjaga bobot tubuh.
Meski bergizi, toge mentah menyimpan risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella dan E. coli karena kondisi hangat serta lembap saat berkecambah juga ideal bagi kuman untuk berkembang. Larry Beuchat, ahli mikrobiologi pangan dari University of Georgia, menyatakan, "Sudah pasti ada risikonya."
Dilansir dari laman keamanan pangan University of Connecticut, sejak 1990 kecambah mentah atau setengah matang diperkirakan menyebabkan sekitar 2.308 kasus penyakit di Amerika Serikat melalui 38 wabah yang tercatat, sehingga kelompok rentan disarankan menghindarinya. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, dikutip dari CIDRAP, menegaskan, "Kecambah yang ditanam sendiri di rumah juga menimbulkan risiko kesehatan jika dimakan mentah atau dimasak setengah matang."
Sebagai langkah pencegahan, biji sebaiknya dipilih bermutu dan dibilas dengan larutan cuka sebelum dikecambahkan, sementara toge dimasak hingga matang terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Kelompok yang sehat tetap boleh menikmati toge segar dengan mencucinya di bawah air mengalir dan menambahkannya pada masakan panas di menit terakhir.
Dengan alat sederhana dan perawatan rutin, menanam toge sendiri menjadi cara hemat untuk menyediakan sayuran segar setiap saat. Hasil panennya bisa langsung diolah menjadi tumis toge tahu, tumis tauge tahu dengan teri, hingga aneka resep sayur tauge untuk kebutuhan sehari-hari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Toge
Berapa lama waktu menanam toge sampai bisa dipanen?
Umumnya toge siap panen dalam 3-5 hari, tergantung suhu ruangan. Semakin hangat suhunya, semakin cepat biji berkecambah, dan sebagian orang sudah memanennya pada hari ketiga saat batang cukup panjang dan berwarna putih.
Kenapa toge yang ditanam tumbuh kurus dan panjang?
Toge menjadi kurus biasanya karena kurang tekanan dan terlalu banyak terpapar cahaya. Beri pemberat di atas kecambah serta simpan di tempat gelap agar batangnya tumbuh lebih pendek, tebal, dan renyah.
Apakah toge harus ditanam di tempat gelap?
Ya, kegelapan membuat toge tumbuh putih bersih, tebal, dan tidak pahit. Paparan cahaya justru memicu perubahan warna serta rasa getir, sehingga wadah sebaiknya ditutup atau disimpan di tempat gelap sepanjang proses.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380253/original/006195600_1792662795-cek_fakta_-_megawati_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4651071/original/079522700_1700118528-cek_fakta_produk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379757/original/085510100_1792646189-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354854/original/024203700_1790065281-iN4lqCCogxbpTCm4l76aVbrPjXvuLSxtJ7UHqS0A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380104/original/040587500_1792658077-18788.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3983972/original/010349300_1649048680-rnaol-oKHHspCSWHQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358136/original/004574800_1790324439-01M3B1DN7GHG5PRSQYB0QMJMDH.jpg)