Liputan6.com, Jakarta Merawat kunyit sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan selama kebutuhan dasarnya terpenuhi. Inti dari cara merawat tanaman kunyit terletak pada penyiraman secukupnya, pemupukan berkala, dan pencahayaan yang memadai.
Media tanam gembur yang berdrainase baik menjadi kunci agar rimpang tidak membusuk. Dengan perawatan yang konsisten, tanaman rimpang ini akan tumbuh subur dan menyimpan beragam manfaat kunyit untuk kesehatan.
Kunyit (Curcuma longa) adalah tanaman tropis anggota keluarga jahe dan termasuk salah satu tanaman herbal yang mudah ditanam di rumah. Mengutip Epic Gardening, rempah berwarna kuning keemasan ini paling nyaman di lokasi bersinar matahari penuh dengan suhu hangat serta kelembapan tinggi. Kondisi itu membuat cara merawat tanaman kunyit tetap ramah bagi pemula sekalipun.
Advertisement
Cara Merawat Tanaman Kunyit lewat Penyiraman yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527676/original/090432400_1773211132-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_13.24.01.jpeg)
Air adalah faktor paling menentukan sekaligus paling sering keliru dalam perawatan kunyit karena rimpang mudah membusuk bila media terlalu basah. Menjaga kelembapan tanah secara merata tanpa menggenang adalah inti cara merawat tanaman kunyit pada tahap ini.
Mengacu pada panduan The Spruce, kebutuhan air kunyit berubah mengikuti fase pertumbuhannya; setelah tanam hingga tunas keluar cukup disiram secukupnya, lalu ditingkatkan begitu tanaman aktif tumbuh agar tanah tetap lembap tetapi tidak becek.
-
Sesuaikan dengan fase tumbuh: Saat rimpang belum bertunas, siram terbatas; setelah daun bermunculan, tambah frekuensi mengikuti cuaca.
-
Cek kelembapan lebih dulu: Tusukkan jari sekitar 2-3 cm ke media, lalu siram hanya jika lapisan itu mulai terasa kering.
-
Siram pada pagi hari: Penyiraman pukul 06.00-09.00 membantu penyerapan sebelum suhu memanas sekaligus menekan risiko jamur.
-
Fokus ke zona akar: Arahkan air ke media, bukan membasahi daun, agar penyakit jamur tidak mudah menyebar.
-
Pastikan drainase lancar: Gunakan pot berlubang dan hindari genangan supaya rimpang tidak busuk.
Roger Marshall, pakar berkebun rumah kaca, dikutip dari Hartley Botanic menyatakan, "Saya menyiram tanaman kunyit setiap beberapa hari sekali untuk membantu perkembangan umbinya."
Teknik dan waktu menyiram yang keliru adalah penyebab umum kegagalan, sehingga memahami cara menyiram tanaman yang benar akan sangat membantu.
Baca juga: tanda tanaman terlalu banyak disiram dan cara mengatasinya.
Advertisement
Cara Pemupukan agar Rimpang Kunyit Tumbuh Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487747/original/066790400_1769675577-Perawatan_Intensif_Masa_Pertumbuhan.jpg)
Rimpang yang padat dan berwarna cerah hanya bisa didapat jika nutrisinya tercukupi, dan di sinilah cara merawat tanaman kunyit sangat bergantung pada pemupukan yang disiplin. Kunyit dikenal sebagai tanaman yang "lapar" nutrisi selama musim tumbuhnya.
Sebagaimana dikutip dari The Micro Gardener, kunyit adalah pemakan berat sehingga tanahnya perlu diperkaya bahan organik, mineral, dan lapisan mulsa tebal untuk menjaga kelembapan sekaligus kesuburan.
-
Beri pupuk dasar: Campurkan kompos atau pupuk kandang matang ke media sebelum tanam sebagai fondasi nutrisi.
-
Pupuk berkala tiap bulan: Berikan pupuk seimbang, misalnya NPK 10-10-10 atau pupuk organik, sekali sebulan sepanjang musim tumbuh.
-
Tambahkan nitrogen bertahap: Unsur nitrogen sebaiknya diberikan sebelum tanam lalu diulang setiap 6-8 minggu untuk mendorong daun yang sehat.
-
Seimbangkan NPK: Nitrogen untuk daun, fosfor untuk akar dan rimpang, serta kalium untuk kualitas panen.
-
Tutup dengan mulsa: Sebarkan jerami atau serasah di sekeliling pangkal untuk menahan kelembapan dan menekan gulma.
Sebagaimana diungkapkan Master Gardener Association of San Diego County, kunyit sebaiknya dipupuk setiap 4-6 minggu menggunakan pupuk organik dan diberi mulsa di sekitar pangkal untuk mempertahankan kelembapan tanah.
Bagi pemula, mengenal macam pupuk organik dan fungsinya serta cara membuat pupuk organik alami dari bahan rumah tangga bisa menekan biaya perawatan.
Baca juga: perbedaan pupuk organik dan anorganik.
Cara Mengatur Pencahayaan dan Media Tanam Kunyit
Cara merawat tanaman kunyit tidak lengkap tanpa pengaturan cahaya dan media yang tepat karena keduanya menentukan seberapa rimbun daun dan sebesar apa rimpang terbentuk. Kunyit menyukai tempat hangat dengan tanah subur yang mudah meneruskan air.
Berdasarkan panduan budidaya HOSS, kunyit justru tumbuh optimal di bawah sinar matahari yang tersaring atau naungan parsial; paparan sinar sore yang terlalu terik dapat menghanguskan daun dan memperlambat pembesaran rimpang.
-
Pilih lokasi hangat dan terang: Sediakan cahaya minimal 6 jam sehari, namun beri naungan pada sore hari di daerah yang sangat panas.
-
Racik media gembur: Gunakan campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1 agar akar leluasa bernapas.
-
Atur keasaman tanah: Kunyit menyukai tanah agak asam hingga netral, sekitar pH 6-7, agar penyerapan hara maksimal.
-
Gunakan pot memadai: Pilih pot berdiameter minimal 30 cm dengan kedalaman serupa; ukuran diameter 20 cm dan tinggi 40 cm juga umum dipakai di rumah.
-
Pasang lapisan drainase: Letakkan pecahan genteng atau bata di dasar pot supaya media tidak hanyut dan air lekas mengalir.
-
Terapkan teknik gundukan: Timbun tanah atau kompos di sekeliling pangkal secara bertahap tiap beberapa minggu untuk merangsang rimpang tumbuh lebih besar.
Dilansir dari Almanac, kunyit yang ditanam dalam wadah sebaiknya memakai pot berukuran minimal sekitar 30 cm, baik lebar maupun kedalamannya, agar rimpang memiliki ruang berkembang.
| Komponen Media | Takaran |
|---|---|
| Tanah gembur | 2 bagian |
| Kompos | 1 bagian |
| Pupuk kandang | 1 bagian |
Anna Hackman, petani herbal sekaligus pemilik The Naked Botanical, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Cara terbaik adalah memilih kunyit organik, karena kunyit itu tidak disemprot bahan penghambat pertumbuhan."
Panduan menyiapkan media tanam kunyit di dalam pot maupun trik agar rimpang tumbuh besar dan berwarna cerah bisa disesuaikan dengan lahan yang tersedia.
Baca juga: cara memperbaiki tanah kering dan retak.
Advertisement
Cara Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman Kunyit
Meski relatif bandel, tanaman ini tetap butuh penjagaan dari serangga dan pembusukan, sehingga pengendalian hama menjadi bagian tak terpisahkan dari cara merawat tanaman kunyit. Deteksi dini dan sanitasi media adalah pertahanan paling ampuh.
Seperti yang diberitakan Growing Spaces, kunyit tergolong bebas hama, tetapi siput dan bekicot gemar melahap daun muda, sementara tungau laba-laba cenderung menyerang tanaman yang lemah.
-
Periksa tanaman secara rutin: Amati daun, batang, dan pangkal untuk mengenali kutu daun, ulat, atau tungau sejak dini.
-
Semprot dengan bahan alami: Gunakan larutan air sabun atau pestisida nabati dari daun mimba dan bawang putih untuk mengusir serangga.
-
Tangani tungau saat kering: Tungau laba-laba muncul ketika media terlalu kering, jadi semprot dengan air dan jaga kelembapan udara.
-
Cegah busuk rimpang: Hindari media becek karena tanah yang terlalu basah memicu busuk lunak dan busuk rimpang.
-
Isolasi tanaman terserang: Pisahkan pot yang terinfeksi agar hama tidak menular ke tanaman sehat.
-
Pangkas bagian sakit: Buang daun kering atau berpenyakit memakai alat yang bersih dan tajam.
Tammy Sons, dikutip dari Homes and Gardens, menegaskan bahwa kunyit sebaiknya ditanam di atas gundukan untuk memperbaiki drainase karena tanaman ini "sangat rentan terhadap busuk akar."
Bila terlihat serangan, terapkan cara mengatasi hama tanpa pestisida keras, racik pestisida nabati dari bahan alami, dan segera pisahkan tanaman yang terkena hama.
Baca juga: cara mengatasi hama semut pada tanaman secara alami.
Tanda Kunyit Siap Panen dan Cara Menyimpan Rimpangnya
Perawatan yang telaten baru benar-benar lengkap ketika kunyit dipanen dan disimpan dengan cara yang tepat. Umumnya rimpang siap diangkat setelah 7-12 bulan, ditandai perubahan mencolok pada daun dan batang.
Merujuk laporan Compost Check, kunyit membutuhkan minimal 8-10 bulan cuaca hangat agar rimpangnya berkembang penuh sebelum layak dipanen.
-
Daun menguning dan layu: Perubahan warna daun menandakan rimpang telah matang di dalam tanah.
-
Batang mulai mengering: Tanaman memasuki masa dormansi sehingga energinya terpusat ke rimpang.
-
Gali secara hati-hati: Jangan menarik batang; longgarkan tanah dengan tangan atau sekop kecil agar rimpang tidak patah.
-
Sisakan sebagian rimpang: Tinggalkan sepotong rimpang di tanah karena kunyit bersifat tahunan dan akan tumbuh lagi pada musim berikutnya.
-
Bersihkan tanpa mencuci berlebihan: Cukup seka tanah yang menempel; untuk penyimpanan lama, hindari langsung mencucinya.
-
Angin-anginkan rimpang: Keringkan rimpang di tempat teduh selama beberapa hari untuk memperkuat aroma dan daya simpan.
-
Simpan di tempat sejuk dan kering: Rimpang segar bertahan beberapa minggu di lemari es dalam kondisi kering.
Sebagaimana dilaporkan Gardener's Path, rimpang utuh dapat disimpan di lemari es hingga tiga bulan, sedangkan potongan kunyit bertahan sampai enam bulan bila dibekukan.
Setelah menguasai cara praktis memanen kunyit dari pekarangan, Anda bisa mengulang siklusnya dengan kembali menanam kunyit di rumah.
Baca juga: cara menanam kunyit hitam agar tumbuh subur.
Pada dasarnya kunci keberhasilan hanya berkisar pada air yang cukup, nutrisi yang seimbang, cahaya yang pas, dan media yang tak pernah tergenang. Terapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, maka kunyit di rumah akan produktif dan menghasilkan rimpang berkualitas setiap musimnya.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Kunyit
Berapa kali tanaman kunyit perlu disiram?
Kunyit cukup disiram setiap beberapa hari sekali untuk menjaga tanah tetap lembap, bukan basah. Frekuensinya menyesuaikan cuaca; saat musim hujan kurangi penyiraman, sedangkan saat kemarau tingkatkan asalkan air tidak menggenang agar rimpang tidak membusuk.
Berapa lama kunyit bisa dipanen sejak ditanam?
Untuk konsumsi, kunyit umumnya dipanen setelah berumur 7-12 bulan, sementara untuk dijadikan bibit sekitar 9 bulan. Tandanya adalah daun yang menguning dan batang yang mulai mengering, pertanda rimpang sudah matang.
Apakah tanaman kunyit bisa tumbuh subur di dalam pot?
Bisa, bahkan cocok untuk lahan terbatas. Gunakan pot berdiameter minimal 30 cm dengan media gembur dan berdrainase baik, tempatkan di lokasi yang cukup cahaya, lalu rawat dengan penyiraman dan pemupukan rutin agar rimpang berkembang maksimal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769280/original/060584600_1710211493-cek_fakta_tahanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361902/original/027437400_1790753188-HOAX__27_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353848/original/032192000_1789981261-i6dqEOv9rFfo1x3wbaVdOuPrzHpSmKeiNViBpWHJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353870/original/053408100_1789981297-2DMz9tMB8VLYd77xeqInvf7llJuAPTI0OKQPxSHH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362030/original/039094500_1790755989-0b3f5ac1-8c9d-4aef-acde-650a4d374dcf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361835/original/009550900_1790749606-The_Sleeping_Tiger_Optical_Illusion.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361558/original/050372800_1790738130-Gemini_Generated_Image_i92c6ti92c6ti92c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361507/original/019299800_1790735415-c115b6c4-f0ac-41bb-854f-df499f4755f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361122/original/072768100_1790677028-4056__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360092/original/062765500_1790589594-pexels-julio-lopez-75309646-18780712.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359266/original/071655900_1790493554-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354885/original/079098700_1790065306-Oqdb3fSj8sP8hfoLdVTIN72qBw1Rz7LewN3ZFm8C.jpg)