Cara Membersihkan Sela Keramik yang Menghitam sampai Cerah Lagi

Cara membersihkan sela keramik yang menghitam pakai baking soda, cuka, pemutih oksigen, sampai uap panas, plus tips supaya nat tidak cepat kotor lagi.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 16:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sela keramik yang menghitam sering kali membuat lantai rumah terlihat kusam meski sudah rutin dipel setiap hari. Kotoran, debu, dan sisa sabun yang menumpuk di celah antar keramik lama-kelamaan mengeras dan sulit dihilangkan hanya dengan air biasa. Noda membandel ini bahkan bisa menjadi sarang bakteri jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan yang tepat.

Perubahan warna pada sela keramik umumnya dipicu oleh kelembapan ruangan yang tinggi serta jarangnya proses pembersihan secara menyeluruh hingga ke bagian nat. Area seperti dapur dan kamar mandi paling rentan mengalami masalah ini akibat paparan air dan uap yang terus menerus. Material nat yang berpori juga membuat kotoran lebih mudah meresap dan mengendap di dalamnya.

Berbagai metode sederhana dengan bahan rumahan terbukti efektif digunakan sebagai cara membersihkan sela keramik yang menghitam tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal untuk jasa profesional. Kamu bisa memanfaatkan bahan-bahan yang kemungkinan sudah tersedia di rumah untuk mengembalikan tampilan nat keramik agar cerah kembali. Berikut rangkaian cara yang bisa langsung dipraktikkan.

1. Cara Membersihkan Sela Keramik yang Menghitam dengan Baking Soda dan Cuka

Untuk noda ringan sampai sedang, pasta baking soda dan cuka adalah langkah pertama dalam cara membersihkan sela keramik yang menghitam. Kedua bahan ini murah, gampang dicari di dapur, dan cukup aman untuk sebagian besar keramik. Dalam praktiknya, baking soda bisa dipakai untuk banyak hal karena sifatnya agak abrasif, jadi membantu mengikis kotoran. Kalau nodanya membandel, semprot cuka dulu, lalu oleskan pasta baking soda di atasnya. Reaksi berbusanya membantu mengangkat kotoran yang menempel kuat.

  1. Bersihkan permukaan lantai: Sapu atau vakum lantai lebih dulu supaya debu dan pasir tidak masuk lagi ke sela keramik saat kamu menggosok.
  2. Buat pasta baking soda: Campurkan baking soda dengan sedikit air sampai kental, kira-kira seperti pasta gigi, supaya mudah menempel di garis nat.
  3. Oleskan ke nat yang menghitam: Ratakan pasta di sepanjang sela keramik yang kotor. Diamkan sekitar 10-15 menit agar baking soda bisa meresap ke dalam kotoran.
  4. Semprotkan cuka putih: Untuk noda bandel, semprotkan campuran cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1 di atas pasta, lalu biarkan berbusa beberapa menit.
  5. Gosok dengan sikat nilon: Pakai sikat gigi bekas atau sikat nat khusus. Di lantai, gosok dengan gerakan memutar kecil dan bilas sikat sesering mungkin untuk membuang kotoran yang terangkat.
  6. Bilas dan keringkan: Siram dengan air bersih, lalu lap sampai kering supaya tidak ada sisa cuka atau kelembapan yang bisa memancing jamur kembali.

Ada satu hal penting yang perlu kamu tahu soal cuka. Sejumlah praktisi kebersihan mengingatkan agar pembersih asam seperti cuka tidak dipakai pada nat berbahan semen karena bisa mengikisnya. Jadi, gunakan cuka sesekali saja, jangan setiap hari. Hindari juga cuka pada batu alam karena bisa membuat permukaannya kusam dan tergerus. Bisa juga pakai trik lain untuk noda ringan. Kalau ingin solusi cepat, coba pasta gigi pemutih: oleskan sedikit di bagian yang kotor, diamkan beberapa menit, lalu gosok dengan sikat gigi. Cara serupa juga dibahas dalam panduan membersihkan nat keramik yang menghitam dengan bahan alami.

2. Gunakan Pemutih Oksigen atau Hidrogen Peroksida untuk Noda Membandel

Kalau baking soda belum mempan, berarti noda hitamnya sudah masuk cukup dalam ke pori-pori nat. Di tahap ini, cara membersihkan sela keramik yang menghitam yang lebih ampuh adalah memakai pemutih oksigen atau hidrogen peroksida. Keduanya lebih kuat, tapi tetap lebih ramah daripada pemutih klorin.

Pemutih oksigen dikenal lebih lembut daripada pemutih klorin, tapi sangat efektif mengangkat jamur, lumut, dan noda membandel. Carilah produk yang mengandung sodium perkarbonat. Kelebihan lainnya, pemutih oksigen aman untuk warna, jadi cocok dipakai pada sebagian besar nat dan keramik berwarna.

  1. Siapkan larutan pemutih oksigen: Campurkan bubuk pemutih oksigen dengan air hangat sesuai petunjuk di kemasan. Biasanya hasilnya berupa pasta atau cairan kental.
  2. Oleskan ke garis nat: Tuang atau kuaskan larutan langsung ke sela keramik yang menghitam sampai semuanya tertutup.
  3. Beri waktu meresap: Untuk nat yang sangat kotor, diamkan beberapa jam, bahkan semalaman. Makin lama didiamkan, makin banyak kotoran yang terangkat oleh gelembung oksigen.
  4. Alternatif hidrogen peroksida: Kalau tidak punya pemutih oksigen, campurkan 3/4 cangkir baking soda, 1/4 cangkir hidrogen peroksida, dan 1 sendok makan sabun cuci piring sampai jadi pasta. Oleskan ke nat, diamkan 5-10 menit, gosok, lalu bilas.
  5. Gosok dan bilas tuntas: Sikat nat dengan kuat, lalu bilas dengan air bersih sampai tidak ada sisa pembersih yang tertinggal.

Kalau malas membuat campuran sendiri, produk siap pakai juga bisa jadi pilihan. Produk yang mengandung pemutih oksigen atau hidrogen peroksida membantu menghilangkan kotoran yang sulit di sela keramik. Ikuti saja aturan pakai di kemasannya.

3. Cara Membersihkan Sela Keramik yang Menghitam karena Jamur Parah

Jamur yang sudah menyebar luas biasanya butuh penanganan lebih serius. Pada kondisi ini, cara membersihkan sela keramik yang menghitam bisa memakai pemutih klorin yang diencerkan, uap panas, atau sebagai jalan terakhir, mengganti nat yang sudah rusak. Pemutih klorin sebaiknya jadi pilihan terakhir. Para praktisi menyarankan, untuk jamur atau lumut yang sangat bandel, pemutih klorin bisa dipakai dengan perbandingan satu bagian pemutih dan sepuluh bagian air. Satu hal yang wajib diingat, jangan campur pemutih dengan pembersih lain karena bisa menghasilkan gas berbahaya. 

  1. Pakai pelindung dan buka ventilasi: Gunakan sarung tangan karet, lalu buka jendela atau nyalakan kipas angin supaya bau pemutih cepat hilang.
  2. Oleskan pemutih encer dengan hati-hati: Oleskan larutan ke nat dengan cotton bud atau sikat kecil, lalu diamkan sebentar saja, tidak lebih dari 5-10 menit. Pemutih yang didiamkan terlalu lama bisa membuat warna keramik di sekitarnya pudar.
  3. Coba pembersih uap: Kalau punya alat steam cleaner, pasang aksesori khusus nat lalu jalankan perlahan di sepanjang garis nat. Uapnya akan melonggarkan kotoran yang kemudian bisa kamu lap dengan kain bersih.
  4. Gunakan pembersih enzim untuk noda lama: Pilihan lainnya adalah mengoleskan pembersih enzim ke nat dan mendiamkannya semalaman sebelum digosok.
  5. Ganti nat jika sudah rapuh: Kalau tidak ada cara yang berhasil, kamu bisa membeli alat pengikis nat di toko bangunan untuk membuang nat lama, lalu mengisi ulang celahnya dengan nat baru.

Untuk mengganti nat, pastikan sisa nat lama benar-benar bersih dari celah sebelum diisi nat baru. Pilih nat yang tahan asam, bahan kimia, dan jamur, terutama untuk kamar mandi yang hampir selalu basah. Langkah lengkapnya bisa kamu lihat di panduan penggantian nat keramik yang rusak.

Tips Mencegah Sela Keramik Menghitam Lagi

Sela keramik yang sudah bersih dapat kembali menghitam jika sering terkena air, minyak, debu, atau sisa sabun. Agar hasil pembersihan bertahan lebih lama, lakukan beberapa kebiasaan sederhana berikut untuk menjaga kebersihan nat dan mencegah kotoran menumpuk.

  1. Segera Keringkan Lantai Setelah Terkena Air: Gunakan kain pel kering atau lap bersih untuk menyerap air yang tertinggal di permukaan keramik. Kebiasaan ini membantu mengurangi kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur, terutama di kamar mandi dan area dekat wastafel.
  2. Sapu dan Pel Keramik Secara Rutin: Bersihkan lantai secara berkala agar debu, pasir, dan kotoran tidak menumpuk di sela keramik. Gunakan cairan pembersih secukupnya supaya residunya tidak tertinggal dan membuat nat terlihat kusam atau menghitam.
  3. Gunakan Pembersih Sesuai Jenis Keramik: Pilih cairan pembersih yang aman untuk permukaan keramik dan bahan nat. Hindari penggunaan bahan kimia keras secara sembarangan karena dapat merusak nat, mengikis permukaannya, atau mengubah warnanya jika digunakan terlalu sering.
  4. Bersihkan Tumpahan Minyak dan Sabun: Segera lap tumpahan minyak, cairan makanan, atau sabun sebelum mengering dan meresap ke sela keramik. Kotoran yang dibiarkan terlalu lama lebih sulit dibersihkan dan dapat membentuk lapisan kusam yang membuat nat tampak gelap.
  5. Pastikan Sirkulasi Udara Berjalan Baik: Buka jendela atau gunakan ventilasi dan kipas pembuangan di ruangan yang lembap. Sirkulasi udara membantu mempercepat pengeringan lantai, sehingga mengurangi kondisi lembap berkepanjangan yang mendukung pertumbuhan jamur pada sela keramik.
  6. Periksa Kondisi Nat Secara Berkala: Amati apakah nat mulai retak, terkikis, atau berlubang. Kerusakan tersebut dapat membuat air dan kotoran lebih mudah masuk ke celah. Segera perbaiki bagian yang rusak agar kebersihan dan kondisi sela keramik tetap terjaga.
  7. Aplikasikan Pelindung Nat Jika Diperlukan: Pertimbangkan penggunaan pelapis nat atau grout sealer yang sesuai dengan jenis nat setelah permukaannya benar-benar bersih dan kering. Lapisan ini membantu mengurangi penyerapan air dan noda, tetapi tetap perlu dirawat secara rutin.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sela Keramik yang Menghitam

Kenapa sela keramik kamar mandi lebih cepat menghitam dibanding ruangan lain?

Kamar mandi hampir selalu lembap dan sering terkena sisa sabun serta sampo. Kombinasi ini membuat jamur mudah tumbuh di nat yang berpori, apalagi kalau ventilasinya kurang baik dan nat tidak pernah dilapisi sealer.

Apakah cuka aman dipakai setiap hari untuk membersihkan nat?

Sebaiknya tidak. Cuka memang efektif mengangkat noda, tapi sifat asamnya bisa mengikis nat berbahan semen kalau terlalu sering dipakai. Untuk perawatan rutin, pakai pembersih pH netral dan simpan cuka untuk pembersihan berkala saja.

Kapan nat keramik sebaiknya diganti, bukan dibersihkan lagi?

Kalau nat sudah retak, rapuh, berlubang, atau noda hitamnya tetap muncul lagi meski sudah dibersihkan dengan berbagai cara, menggantinya biasanya lebih efektif. Buang nat lama sampai bersih, isi dengan nat baru, lalu lapisi dengan sealer setelah kering.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6