Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Bahan, Hemat dan Tidak Perlu Beli Lagi

Simak cara menanam daun bawang dari sisa bahan dapur agar bisa tumbuh kembali dan dipanen berulang kali tanpa perlu beli baru.

Diterbitkan 17 September 2026, 16:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Daun bawang sering tersisa di dapur setelah dipakai untuk masak. Padahal, bagian pangkal yang biasanya dibuang itu masih bisa dipakai lagi. Cara menanam daun bawang dari sisa bahan menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang ingin selalu punya stok segar tanpa harus bolak-balik ke pasar.

Prosesnya tidak rumit. Cukup bermodalkan air, sinar matahari, dan sedikit kesabaran, sisa pangkal daun bawang bisa tumbuh kembali dalam hitungan hari. Cara menanam daun bawang dari sisa bahan ini bahkan bisa dilakukan di rumah dengan lahan terbatas, cukup di atas meja dapur dekat jendela.

Selain hemat, cara ini juga membantu mengurangi sampah dapur. Berikut ini adalah penjelasan lengkap cara menanam daun bawang dari sisa bahan mulai dari persiapan hingga panen berulang yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (17/9/2026).

Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Bahan

Daun bawang termasuk sayuran yang mudah tumbuh kembali karena bagian akarnya tetap hidup meski batangnya sudah dipotong untuk dimasak. Selama akar itu masih menempel pada pangkal putih, sayuran ini bisa menyerap air dan nutrisi untuk membentuk tunas baru. Berikut tahapan menanamnya dari sisa bahan dapur.

Sisihkan Bagian Pangkal

Setelah memasak, jangan buang bagian putih daun bawang yang masih menyisakan akar. Sisakan sekitar dua sampai lima sentimeter dari pangkal batang. Bagian inilah yang nantinya akan tumbuh menjadi tunas baru. Pastikan akarnya tidak terpotong habis agar proses penyerapan air tetap berjalan baik.

Rendam dalam Air

Masukkan pangkal daun bawang ke dalam gelas atau toples berisi air. Pastikan air hanya merendam bagian akar, bukan batang hijaunya. Gunakan wadah bening agar mudah memantau pertumbuhan akar dari hari ke hari. Air yang cukup akan membantu memicu tunas baru tumbuh lebih cepat.

Letakkan di Tempat Terang

Simpan wadah berisi daun bawang di tempat yang terkena sinar matahari, misalnya dekat jendela dapur. Ganti air setiap satu sampai dua hari agar tetap bersih dan tidak berbau. Sinar matahari yang cukup membuat proses fotosintesis berjalan lancar sehingga tunas hijau tumbuh lebih optimal.

Pindahkan ke Media Tanah

Setelah tunas hijau mulai terlihat, siapkan pot berisi tanah yang gembur dan memiliki drainase baik. Buat lubang kecil di tengah tanah, lalu masukkan pangkal daun bawang beserta akarnya secara perlahan. Padatkan tanah di sekitar pangkal agar tanaman berdiri tegak dan akar tertutup sempurna, tidak terbuka ke udara.

Rawat Tanaman Secara Rutin

Setelah dipindahkan, siram tanah secukupnya agar tetap lembap tanpa tergenang air. Letakkan pot di tempat yang mendapat sinar matahari setiap hari. Menanam di tanah biasanya membuat pertumbuhan lebih kuat dibandingkan hanya dibiarkan dalam air terus-menerus, asalkan perawatannya konsisten.

Cara Memanen Daun Bawang Sehingga Bisa Dipanen Berulang Kali

Memanen daun bawang hasil tanam ulang cukup dilakukan dengan memotong bagian atas yang sudah tumbuh, sisakan sekitar dua sentimeter dari pangkal beserta akarnya. Dengan cara ini, tanaman tidak mati dan bisa terus menghasilkan tunas baru. Hindari mencabut seluruh tanaman dari media tanam atau air karena akan menghentikan proses regenerasi.

Satu bagian pangkal daun bawang bisa dipanen berkali-kali, baik saat ditanam di air maupun di tanah. Setiap kali dipotong, tunas baru akan muncul lagi dalam beberapa hari jika perawatan seperti pergantian air dan pencahayaan tetap dijaga. Banyak orang bisa memanen daun bawang yang sama hingga beberapa putaran sebelum akhirnya perlu mengganti dengan bibit baru.

Seiring waktu, hasil panen mungkin terlihat lebih tipis atau rasanya lebih hambar dibanding sebelumnya. Itu pertanda tanaman mulai kehilangan energi cadangannya. Saat kondisi ini terjadi, sebaiknya mulai lagi dari sisa pangkal daun bawang yang baru agar hasil panen tetap segar dan rasanya tetap kuat.

Tips Menanam Kembali Daun Bawang Dari Bahan

Agar hasil tanam daun bawang lebih maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama proses menanam. Berikut tips yang bisa diikuti agar tanaman tumbuh sehat dan bisa dipanen berulang kali tanpa banyak kendala.

Jangan Rendam Batang Hijau: Rendam hanya bagian akar dan pangkal putihnya saja. Jika batang hijau ikut terendam air, bagian itu bisa membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap sebelum tunas baru sempat tumbuh.

Ganti Air Secara Rutin: Air yang dibiarkan terlalu lama bisa keruh dan berbau karena bakteri berkembang. Ganti air setiap satu sampai dua hari supaya akar tetap sehat dan proses pertumbuhan tunas tidak terganggu.

Jangan Menyiram Berlebihan: Setelah dipindah ke tanah, siram secukupnya saja. Tanah yang terlalu basah bisa membuat akar membusuk sehingga tanaman malah mati sebelum sempat tumbuh besar.

Pastikan Cukup Sinar Matahari: Letakkan wadah atau pot di tempat yang mendapat cahaya matahari langsung setiap hari. Kurangnya cahaya membuat tunas tumbuh kurus dan warnanya pucat.

Rutin Memangkas Bagian Atas: Memotong daun bawang secara berkala justru merangsang tanaman untuk terus menghasilkan tunas baru. Jangan biarkan daun tumbuh terlalu panjang tanpa dipanen.

Cara Menyimpan Daun Bawang Supaya Awet

Jika hasil panen daun bawang lebih banyak dari kebutuhan, penyimpanan yang tepat bisa membuatnya bertahan lebih lama. Salah satu caranya, bungkus daun bawang dengan tisu dapur yang sudah dibasahi, lalu masukkan ke dalam kantong atau wadah tertutup dan simpan di kulkas. Cara ini menjaga kelembapan tanpa membuat daun bawang jadi lembek.

Cara lain adalah menyimpannya berdiri di dalam gelas berisi sedikit air, mirip seperti menyimpan bunga potong. Tutup bagian atasnya secara longgar dengan plastik, lalu simpan di kulkas. Dengan cara ini, daun bawang bisa dipakai dalam beberapa hari ke depan tanpa kehilangan kesegarannya.

Untuk penyimpanan jangka panjang, daun bawang bisa diiris terlebih dahulu lalu dibekukan. Susun irisan di atas loyang datar hingga beku, kemudian pindahkan ke wadah kedap udara dan simpan di dalam freezer. Dengan cara ini, daun bawang bisa bertahan hingga tiga sampai empat bulan dan siap dipakai kapan saja saat dibutuhkan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Bahan

Berapa lama daun bawang dari sisa bahan bisa tumbuh kembali?

Tunas baru biasanya mulai terlihat dalam beberapa hari setelah pangkal direndam air, asalkan mendapat sinar matahari cukup dan air diganti secara rutin.

Apakah daun bawang bisa ditanam langsung di tanah tanpa direndam air dulu?

Bisa. Pangkal daun bawang boleh langsung ditanam di tanah gembur, meski banyak orang lebih memilih merendamnya di air terlebih dahulu untuk memantau pertumbuhan akar.

Kenapa daun bawang hasil tanam ulang cepat layu?

Penyebab paling umum adalah kurangnya sinar matahari, air yang jarang diganti, atau media tanam yang terlalu basah sehingga akar membusuk.

Berapa kali daun bawang dari sisa bahan bisa dipanen?

Satu pangkal daun bawang bisa dipanen berulang kali selama akarnya masih sehat, meski hasilnya akan makin tipis seiring waktu sampai akhirnya perlu diganti dengan bibit baru.

Sayuran apa saja yang bisa ditanam kembali dari sisa bahan seperti daun bawang?

Selain daun bawang, sayuran seperti selada, seledri, bok choy, serta bumbu dapur seperti bawang putih dan jahe juga bisa ditanam kembali dari sisa bahannya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6