2 Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Potongan, Praktis dan Hemat di Rumah

Ingin pasokan daun bawang segar tanpa harus beli terus? Pelajari cara menanam daun bawang dari sisa potongan dapur Anda, baik di air atau tanah, dengan panduan mudah ini.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Daun bawang sering hadir sebagai pelengkap masakan rumahan hingga hidangan profesional. Sisa bagian bawahnya kerap terbuang, tanpa disadari masih memiliki daya tumbuh tinggi. Melalui cara menanam daun bawang dari sisa potongan, dapur rumah bisa berubah menjadi sumber sayuran segar tanpa usaha rumit.

Kegiatan berkebun skala kecil semakin diminati masyarakat perkotaan. Aktivitas sederhana ini memberi kepuasan tersendiri serta mendukung gaya hidup hemat. Cara menanam daun bawang dari sisa potongan menjadi contoh praktis, bagi siapa pun yang ingin memulai kebun mini di area terbatas.

Pemanfaatan ulang bahan dapur juga turut berperan dalam pengurangan limbah rumah tangga. Akar daun bawang menyimpan cadangan nutrisi alami, sehingga mampu bertunas kembali dalam waktu singkat. Cara menanam daun bawang dari sisa potongan bisa diterapkan hanya bermodal wadah kecil serta air bersih.

Selain mudah, metode ini memberi hasil nyata dalam hitungan hari. Tunas hijau tumbuh cepat dan dapat dipanen berulang kali. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (28/1/2026).

Mengapa Menanam Daun Bawang dari Sisa Potongan?

Daun bawang termasuk salah satu bahan dapur paling sering digunakan dalam berbagai olahan masakan rumahan maupun hidangan profesional. Aroma khas serta cita rasa ringan dari daun bawang mampu memberikan sentuhan akhir menarik pada sup, tumisan, hingga aneka makanan tradisional. Sayangnya, bagian pangkal berakar kerap dianggap tidak berguna dan langsung dibuang setelah batang hijaunya dipotong. Padahal, sisa potongan tersebut masih menyimpan jaringan hidup serta cadangan nutrisi alami yang memungkinkan pertumbuhan ulang, apabila dimanfaatkan secara tepat dan terencana.

Kebiasaan menanam kembali sayuran dari sisa dapur semakin banyak diminati, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup hemat, mandiri, serta ramah lingkungan. Aktivitas sederhana ini bukan hanya membantu mengurangi limbah organik rumah tangga, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa bahan masakan segar siap panen. Salah satu praktik paling mudah diterapkan ialah cara menanam daun bawang dari sisa potongan, tanpa memerlukan pembelian bibit baru, peralatan khusus, atau area tanam luas.

Metode penanaman ulang daun bawang sangat cocok diterapkan di lingkungan rumah, baik oleh pemula yang baru mengenal dunia berkebun maupun penghobi tanaman berpengalaman. Proses pertumbuhan tunas berlangsung relatif cepat dan dapat diamati hanya dalam hitungan hari. Perawatannya pun tergolong sederhana, tidak menyita banyak waktu, serta hasil panen dapat dinikmati berulang kali selama akar tetap sehat. Oleh sebab itu, teknik ini kerap direkomendasikan sebagai langkah awal dalam praktik urban farming skala kecil.

Persiapan Bahan dan Alat

Sebelum memulai proses penanaman, beberapa perlengkapan dasar perlu disiapkan agar pertumbuhan daun bawang berjalan optimal dan terkontrol dengan baik:

1. Sisa potongan daun bawang bagian akar (sekitar 3–5 cm)

Pilih pangkal daun bawang yang masih segar, berwarna cerah, serta memiliki akar aktif. Bagian inilah yang berperan penting sebagai sumber tumbuh tunas baru.

2. Wadah kecil berisi air atau pot tanam

Wadah air digunakan pada tahap awal pertumbuhan, sedangkan pot tanam dapat dipilih apabila ingin melanjutkan penanaman ke media tanah agar hasil daun lebih panjang dan tebal.

3. Media tanam berupa tanah gembur dan kompos (jika ditanam di tanah)

Campuran tanah dan kompos membantu menyediakan nutrisi alami bagi pertumbuhan lanjutan daun bawang setelah akar berkembang dengan baik.

4. Air bersih

Air berfungsi sebagai sumber utama kelembapan dan hidrasi akar, terutama pada fase awal pertumbuhan.

Lokasi terang terkena cahaya matahariArea dekat jendela, teras, atau balkon sangat ideal agar daun bawang memperoleh cahaya alami cukup untuk menunjang proses fotosintesis.

Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Potongan di Air

Metode ini merupakan pilihan paling sederhana dan sangat cocok diterapkan oleh pemula yang baru mulai mencoba menanam ulang sayuran dari dapur. Prosesnya tidak membutuhkan media tanah, alat khusus, ataupun perawatan rumit, sehingga bisa langsung dipraktikkan hanya bermodal wadah dan air bersih.

  • Potong daun bawang, sisakan bagian akar beserta sedikit batang putih: Saat memotong daun bawang untuk keperluan memasak, sisakan pangkal berwarna putih sepanjang kurang lebih tiga hingga lima sentimeter. Bagian ini masih menyimpan titik tumbuh aktif serta jaringan akar yang mampu memunculkan tunas baru dalam waktu singkat.
  • Letakkan potongan akar ke dalam wadah berisi air: Gunakan gelas, mangkuk kecil, botol bekas, atau wadah transparan agar perkembangan akar dan tunas mudah diamati. Air berfungsi sebagai sumber kelembapan utama untuk merangsang pertumbuhan awal.
  • Pastikan bagian akar terendam, sementara batang tetap berada di atas permukaan: Perendaman hanya dilakukan pada area akar saja. Batang putih sebaiknya tidak seluruhnya terendam agar tidak memicu pembusukan akibat kelembapan berlebih.
  • Simpan di area terang dekat jendela: Lokasi dekat jendela sangat ideal karena memperoleh cahaya alami cukup tanpa paparan panas berlebihan. Cahaya membantu proses fotosintesis sehingga tunas tumbuh lebih cepat dan segar.
  • Ganti air setiap satu hingga dua hari: Penggantian air rutin menjaga kebersihan wadah, mencegah bau tidak sedap, serta menjaga kesehatan akar agar tidak berlendir atau membusuk.

Dalam beberapa hari, tunas hijau akan mulai tumbuh dari bagian tengah batang. Pertumbuhan ini menandakan bahwa daun bawang berhasil beradaptasi dan siap dipanen ringan atau dipindahkan ke media tanah untuk hasil lebih optimal.

 

Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Potongan di Tanah

Metode penanaman menggunakan tanah menghasilkan daun bawang lebih kuat, berwarna hijau pekat, serta mampu bertahan lebih lama dibanding metode air. Cara ini cocok diterapkan apabila ingin memanen daun bawang secara berulang dalam jangka waktu panjang.

  • Siapkan pot berisi tanah gembur bercampur kompos: Gunakan pot berlubang di bagian bawah agar kelebihan air dapat keluar. Campuran tanah gembur dan kompos berfungsi menyediakan nutrisi alami serta menjaga kelembapan seimbang.
  • Tanam sisa potongan daun bawang secara tegak: Posisikan pangkal akar menghadap ke bawah dan batang mengarah ke atas. Posisi tegak membantu akar menyesuaikan diri lebih cepat di dalam media tanam.
  • Tutup akar menggunakan tanah, sisakan batang di atas permukaan: Pastikan seluruh akar tertutup tanah agar dapat menyerap nutrisi dengan baik, sementara batang tetap terlihat di atas permukaan untuk mendukung pertumbuhan daun baru.
  • Siram secukupnya hingga tanah lembap: Penyiraman dilakukan secara perlahan agar tanah tidak padat. Kondisi lembap cukup membantu akar berkembang tanpa risiko busuk.
  • Letakkan pot di area terkena cahaya matahari pagi: Cahaya matahari pagi sangat ideal untuk pertumbuhan daun bawang, membantu daun tumbuh tegak, segar, serta tidak mudah layu.

Metode tanam di tanah memungkinkan daun bawang dipanen berkali-kali hanya dengan memotong bagian atasnya, sementara pangkal tetap dibiarkan tumbuh kembali.

Tips Tambahan Agar Panen Berulang

Agar daun bawang dapat dipanen berkali-kali tanpa harus menanam ulang dari awal, diperlukan perhatian pada beberapa aspek perawatan sederhana namun konsisten. Perawatan tepat membantu tanaman tetap produktif dan segar dalam jangka waktu lebih panjang.

  • Saat memanen, cukup potong bagian daun hijau menggunakan gunting atau pisau bersih. Sisakan pangkal batang sekitar dua hingga tiga sentimeter agar titik tumbuh tetap aktif dan mampu memunculkan daun baru.
  • Media tanam perlu dijaga agar tidak memadat. Tanah gembur memudahkan akar menyerap nutrisi dan air. Sesekali aduk permukaan tanah secara perlahan agar sirkulasi udara tetap baik.
  • Penambahan kompos matang, pupuk kandang halus, atau air rendaman kulit pisang dapat membantu menjaga kesuburan tanah. Pemupukan ringan setiap dua hingga tiga minggu sudah cukup untuk merangsang pertumbuhan daun baru.
  • Penyiraman sebaiknya dilakukan saat media tanam mulai terlihat kering di bagian atas. Kondisi terlalu basah berisiko membuat akar melemah dan pertumbuhan daun melambat.
  • Daun bawang memerlukan cahaya agar daun tumbuh tegak dan berwarna hijau segar. Letakkan pot di area terang atau terkena matahari pagi secara rutin.
  • Daun tua atau menguning sebaiknya segera dipotong. Tindakan ini membantu tanaman memusatkan energi pada pertumbuhan tunas baru.
  • Apabila daun bawang terlihat kurus atau pertumbuhan melambat setelah beberapa kali panen, media tanam bisa diganti atau ditambah kompos baru untuk mengembalikan kesuburan.

FAQ Seputar Topik

Bagaimana cara memulai menanam daun bawang dari sisa potongan?

Anda bisa memulai dengan memotong bagian putih daun bawang yang masih memiliki akar utuh, sekitar 5-7 cm dari pangkal. Kemudian, tempatkan potongan tersebut dalam wadah berisi air bersih atau langsung tanam di media tanah yang subur.

Media apa yang bisa digunakan untuk menanam daun bawang dari sisa potongan?

Anda dapat menggunakan media air atau tanah. Untuk media air, gunakan gelas atau toples transparan. Untuk media tanah, siapkan pot atau polybag dengan campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, dan arang sekam.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen daun bawang yang ditanam dari sisa potongan?

Daun bawang yang ditanam dari sisa potongan dapat mulai menunjukkan tunas baru dalam waktu sekitar lima hari. Panen bisa dilakukan ketika tingginya sudah sesuai keinginan Anda, biasanya dalam beberapa minggu, dengan memotong bagian hijau dan membiarkan akarnya tumbuh kembali.

Bagaimana cara merawat daun bawang agar tumbuh subur dan terhindar dari hama?

Pastikan daun bawang mendapatkan sinar matahari langsung yang cukup dan disiram secara teratur. Berikan pupuk NPK atau kompos untuk nutrisi. Untuk hama, Anda bisa menggunakan semprotan organik dari rendaman kulit bawang merah dan putih.

Apa manfaat menanam daun bawang sendiri di rumah?

Menanam daun bawang sendiri di rumah memberikan banyak manfaat, seperti menghemat biaya belanja, mengurangi limbah dapur, mendapatkan pasokan segar yang berkelanjutan, dan sebagai kegiatan relaksasi. Daun bawang juga kaya nutrisi dan baik untuk kesehatan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6