Tahapan Menanam Daun Bawang di Air agar Cepat Tumbuh dan Siap Panen

Begini tahap menanam daun bawang di air, solusi praktis dan hemat untuk mendapatkan pasokan bumbu segar di rumah.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menanam daun bawang di air menawarkan solusi praktis dan hemat bagi siapa saja yang ingin memiliki pasokan bumbu segar di rumah. Metode hidroponik sederhana ini cocok untuk pemula maupun mereka yang memiliki keterbatasan lahan, sekaligus membantu mengurangi limbah makanan dengan memanfaatkan sisa batang daun bawang yang masih berakar.

Prosesnya cukup mudah karena tunas baru dapat tumbuh dari bagian putih batang yang memiliki akar. Dengan perawatan sederhana, seperti mengganti air secara rutin dan memberikan pencahayaan yang cukup, daun bawang dapat dipanen berulang kali untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

Berikut tahapan menanam daun bawang di air yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (22/7).

Persiapan Mudah dengan Bahan Sederhana

Untuk memulai menanam daun bawang di air, Anda hanya memerlukan sisa batang daun bawang yang masih memiliki bagian putih dan akar yang sehat. Semakin baik kondisi akarnya, semakin besar peluang tunas baru tumbuh dengan cepat.

Siapkan wadah sempit seperti gelas, botol, atau toples transparan yang dapat menopang batang agar tetap tegak. Wadah bening juga memudahkan Anda memantau kondisi akar dan kebersihan air setiap hari.

Gunakan air bersih. Air sumur, air hujan yang bersih, maupun air keran yang telah didiamkan selama 12–24 jam dapat digunakan. Pendiaman air keran bertujuan membantu mengurangi kandungan klorin.

Langkah Penanaman dari Potongan Batang

Potong bagian hijau daun bawang untuk dimasak, lalu sisakan sekitar 5–7,5 cm bagian putih beserta akarnya. Pastikan akar masih utuh karena bagian inilah yang akan menghasilkan tunas baru.

Bersihkan akar secara perlahan di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa tanah atau kotoran yang menempel. Langkah ini membantu menjaga air tetap bersih dan mengurangi risiko pembusukan.

Masukkan batang daun bawang ke dalam wadah berisi air dengan posisi akar terendam, sedangkan bagian batang berada di atas permukaan air. Letakkan wadah di lokasi yang mendapat cahaya terang tidak langsung, misalnya di dekat jendela, agar pertumbuhan tunas berlangsung optimal.

Perawatan Rutin agar Tumbuh Optimal

Ganti air setiap 2–3 hari atau lebih cepat jika air mulai keruh maupun berbau. Penggantian air secara rutin juga membantu mencegah pertumbuhan jamur serta menjaga akar tetap sehat.

Untuk budidaya jangka pendek hingga panen pertama, air bersih biasanya sudah cukup karena daun bawang masih memanfaatkan cadangan nutrisi pada batang dan akarnya. Namun, jika ingin mempertahankan pertumbuhan lebih lama tanpa dipindahkan ke tanah, nutrisi hidroponik dapat ditambahkan sesuai petunjuk penggunaan.

Pastikan tanaman memperoleh cahaya yang cukup setiap hari. Daun bawang yang ditanam di air umumnya menghasilkan tunas lebih cepat dibandingkan yang langsung ditanam di tanah. Namun, untuk pertumbuhan yang lebih besar dan produktif dalam jangka panjang, tanaman sebaiknya dipindahkan ke media tanah setelah beberapa kali panen agar memperoleh nutrisi yang lebih lengkap.

Panen Cepat dan Dapat Dilakukan Berulang

Tunas hijau baru biasanya mulai muncul dalam waktu 2–5 hari, tergantung kondisi akar, suhu, dan intensitas cahaya. Dengan perawatan yang baik, daun bawang umumnya sudah dapat dipanen sekitar 7–14 hari setelah mulai ditanam.

Panen dilakukan ketika daun telah mencapai tinggi sekitar 10–15 cm. Potong bagian hijaunya sesuai kebutuhan dan sisakan sekitar 3 cm di atas pangkal batang agar tanaman dapat kembali menghasilkan tunas baru.

Satu batang daun bawang yang ditanam di air umumnya dapat menghasilkan panen sekitar dua hingga tiga kali sebelum pertumbuhannya mulai melambat. Lama produktivitasnya dapat berbeda-beda, tergantung kondisi akar dan perawatan yang diberikan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tahap Menanam Daun Bawang di Air

1. Berapa lama daun bawang mulai tumbuh setelah ditanam di air?

Tunas baru biasanya mulai muncul dalam waktu sekitar 2–5 hari, tergantung kondisi akar, suhu ruangan, kualitas air, dan intensitas cahaya yang diterima tanaman.

2. Seberapa sering air untuk menanam daun bawang perlu diganti?

Air sebaiknya diganti setiap 2–3 hari atau lebih cepat jika mulai keruh maupun berbau. Penggantian air secara rutin membantu menjaga akar tetap sehat serta mengurangi risiko pertumbuhan jamur dan bakteri.

3. Apakah daun bawang bisa tumbuh hanya dengan air tanpa nutrisi hidroponik?

Ya. Untuk budidaya jangka pendek hingga panen pertama, air bersih umumnya sudah cukup karena daun bawang masih memanfaatkan cadangan nutrisi pada batang dan akarnya. Jika ingin mempertahankan pertumbuhan lebih lama, nutrisi hidroponik dapat ditambahkan atau tanaman dipindahkan ke media tanah.

4. Berapa kali daun bawang dapat dipanen dari satu batang?

Satu batang daun bawang yang masih memiliki akar umumnya dapat dipanen sekitar dua hingga tiga kali. Lama produktivitasnya bergantung pada kondisi akar, kualitas air, pencahayaan, dan perawatan yang diberikan.

5. Apakah daun bawang yang ditanam di air perlu terkena sinar matahari langsung?

Tidak harus. Daun bawang lebih baik diletakkan di tempat yang mendapat cahaya terang tidak langsung, misalnya di dekat jendela. Pencahayaan yang cukup membantu pertumbuhan tunas tanpa membuat air di dalam wadah cepat panas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6