Kesaksian Warga Lampung Rumah Dihujani Abu Anak Krakatau

Abu bahkan ditemukan berceceran di lantai rumah warga. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah.

Diterbitkan 05 September 2026, 20:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Lampung Selatan mulai dirasakan hingga wilayah lain di Provinsi Lampung. Hujan abu vulkanik dilaporkan terjadi di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat pada Sabtu (5/9/2026).

Di Kabupaten Pesisir Barat, abu vulkanik berwarna kehitaman terlihat di sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Ngambur, Pesisir Tengah, Bengkunat hingga Penengahan.

Abu bahkan ditemukan berceceran di lantai rumah warga. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah.

Seorang warga Bernama Fadla mengaku bahwa abu vulkanik mulai terasa sejak pagi hari hingga sore.

"Abu vulkanik banyak sekali di lantai rumah saya," kata Fadla, Sabtu (5/9/2026).

Situasi serupa terjadi di Kecamatan Bengkunat. Warga melaporkan kondisi udara di sekitar pantai berubah seperti berkabut karena abu dan debu yang terbawa angin.

"Serem juga lihat laut, angin kencang dicampur kabut bercampur debu," ujar Siti Umiyati.

Menurut Siti, kepulan abu di udara juga berdampak terhadap jarak pandang pengendara yang melintas. Sejumlah orang tua bahkan memilih meminta anak-anak tetap berada di dalam rumah karena khawatir terpapar abu vulkanik.

"Anak saya suruh di dalam karena mulai batuk-batuk," kata dia.

Warga Pesisir Tengah, Dongah Beni, juga melaporkan abu vulkanik berada di udara. Sejumlah anak disebut mulai mengalami batuk akibat kondisi udara yang terdampak abu.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga dirasakan warga Kabupaten Tanggamus. Hujan abu dilaporkan terjadi di Kecamatan Pematang Sawa sejak sekitar pukul 06.00 WIB.

Abu disebut cukup tebal dan muncul bersamaan dengan gempa kecil yang dirasakan warga berulang kali. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah kerja UPTD Puskesmas Martanda.

Hujan abu juga dilaporkan terjadi di Pulung Bayang dan Cukupala yang berada di kawasan Pulau Tabuan.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di luar sumber resmi.

"Masyarakat kami imbau tetap waspada dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, seperti BPBD Kabupaten Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus," kata Hendarman.

Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan warga, Dinas Kesehatan Tanggamus mengerahkan tenaga kesehatan ke sejumlah wilayah terdampak.

Bidan desa dan perawat diturunkan untuk membuka pelayanan kesehatan sekaligus membagikan masker dan obat-obatan kepada masyarakat.

Sedikitnya 1.650 masker telah disalurkan di sejumlah titik. Pembagiannya meliputi 250 masker di Pekon Tirom Jaya, 200 masker di Way Asahan, 250 masker di Karang Brak, 450 masker di Pekon Martanda, 300 masker di Kaur Gading, 200 masker di Tampang Tua, dan 250 masker di Tampang Muda.

Petugas kesehatan juga menyiapkan obat-obatan dan vitamin bagi warga yang mengalami keluhan setelah terpapar abu vulkanik.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dari sumber resmi.