Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha Sandiaga Uno menilai bisnis yang siap memperoleh pendanaan (funding ready) tidak cukup hanya mengandalkan laporan keuangan yang sehat. Lebih dari itu, bisnis harus memiliki tim yang kuat serta mampu menciptakan nilai usaha secara berkelanjutan.
Menurut Sandiaga, investor dan pemberi pinjaman tidak hanya melihat pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, arus kas, maupun aset perusahaan, melainkan juga menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan bisnis tersebut.
“Saya justru yakin sebuah bisnis dikatakan funding ready kalau dia berinvestasi pada SDM, because there are people behind numbers,” ujar Sandiaga dalam acara Jakarta Entrepreneur Conference (JEC) 2026 di Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (5/9/2026).
Advertisement
Sandiaga menegaskan agar pengusaha membangun tim terbaik sebelum berfokus mencari investor. Ia menggarisbawahi bahwa bisnis tidak membutuhkan sosok superman, melainkan super team yang mampu menciptakan nilai dan menjaga keberlanjutan usaha.
“Tidak ada superman, yang ada super team. Investasi terpenting adalah bagaimana kita memiliki kekuatan dalam membangun tim,” katanya.
Pentingnya Proof of Concept dan Skin in the Game
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341398/original/021792400_1788611991-email-attachment_2026_09_05_immanuel-christian_sandiaga-uno-ungkap-kunci-bisnis-funding-ready-bukan-sekadar-laporan-keuangan_IMG_6895.jpeg)
Sandiaga menilai pengusaha harus mampu menunjukkan proof of concept dan market traction sebelum mengundang investor. Rekam jejak pertumbuhan bisnis melalui bootstrapping (modal mandiri) dapat menjadi nilai tambah karena menunjukkan keseriusan pendiri (founder) dalam mempertaruhkan modal dan tenaganya sendiri.
Investor cenderung lebih menghargai pengusaha yang berani menempatkan hasil kerja dan tabungan pribadinya ke dalam bisnis, sebagai bentuk skin in the game.
“Blood, sweat, and tears yang menjadi modal awal itu menjadi hal yang sangat bernilai buat investor,” ujar Sandiaga.
Meski demikian, ia menyarankan pengusaha agar tidak terburu-buru mencari investor sejak awal jika bisnis masih mampu tumbuh mandiri. Pendanaan eksternal baru dicari ketika tambahan modal tersebut benar-benar mampu mempercepat pertumbuhan bisnis (scale up) secara signifikan.
“Kombinasi antara bootstrapping dan mengundang investor ini adalah soal timing. Kita cari waktu yang pas, bukan hanya untuk merealisasikan nilai usaha, tetapi juga membawa usaha kita ke next level,” jelasnya.
Advertisement
Skema ESOP hingga Opsi IPO
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341399/original/011750000_1788612007-email-attachment_2026_09_05_immanuel-christian_sandiaga-uno-ungkap-kunci-bisnis-funding-ready-bukan-sekadar-laporan-keuangan_IMG_6899.jpeg)
Untuk perusahaan rintisan yang belum mampu membayar talenta berkualitas tinggi dengan gaji besar, Sandiaga menyarankan penggunaan skema kepemilikan saham sebagai bagian dari kompensasi.
Perusahaan dapat menawarkan Employee Stock Option Program (ESOP) dan Long Term Incentive Plan (LTIP) kepada jajaran manajemen. Skema ini memungkinkan para talenta memperoleh manfaat langsung dari kenaikan nilai perusahaan seiring pertumbuhan bisnis.
Lebih lanjut, Sandiaga menyebut kebutuhan pendanaan akan terus meningkat seiring skala bisnis yang membesar. Ketika pendapatan perusahaan mulai menyentuh angka signifikan, opsi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) bisa mulai dipertimbangkan.
“General rule of thumb-nya adalah kalau revenue kita sudah menembus Rp 1 triliun, itu saatnya kita mulai memikirkan IPO, karena bisnis kita berarti sudah cukup besar,” katanya. Menurutnya, IPO dapat membantu meningkatkan transparansi, tata kelola, akses pendanaan, hingga proses suksesi antargenerasi.
Akses Pendanaan UMKM di JEC 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341396/original/017652000_1788611956-email-attachment_2026_09_05_immanuel-christian_sandiaga-uno-ungkap-kunci-bisnis-funding-ready-bukan-sekadar-laporan-keuangan_IMG_6906.jpeg)
Acara JEC 2026 tempat Sandiaga berbicara diselenggarakan untuk membuka akses pendanaan bagi para pengusaha dan UMKM melalui program Business Matching. Kegiatan ini berlangsung pada 3–6 September 2026 di JICC Senayan, Jakarta, dengan mengusung tema “Beyond Border, Let’s Go Together”.
Acara ini diinisiasi oleh Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) DKI Jakarta bekerja sama dengan ekosistem bisnis Indonesia–Korea Selatan, JIPREMIUM, dan Korea International Trade Association (KITA).
Event Director JEC 2026, Firdaus Usman, menyampaikan bahwa JEC 2026 memposisikan diri sebagai Most Connected International Business Growth Platform.
“Tujuannya agar peserta tidak berhenti pada inspirasi, tetapi pulang membawa strategi yang bisa dijalankan, koneksi yang relevan, serta peluang yang dapat ditindaklanjuti,” ujar Firdaus.
Selain Business Matching, JEC 2026 juga menyediakan fasilitas Business Clinic untuk konsultasi bisnis mendalam, Growth Expo, serta program International Collab yang membuka peluang ekspansi pasar antara pelaku usaha Indonesia dan Korea Selatan.
Chairman JEC 2026, Yeti Riyadi, menambahkan bahwa gelaran ini menargetkan kehadiran 1.000 peserta konferensi dan 15.000 pengunjung expo. Sejumlah tokoh nasional dan pakar bisnis turut hadir sebagai pembicara, antara lain Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, Hermawan Kartajaya, Indrawan Nugroho, dan Presiden TDA 9.0 Ferdian Brilian.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341397/original/040881700_1788611973-email-attachment_2026_09_05_immanuel-christian_sandiaga-uno-ungkap-kunci-bisnis-funding-ready-bukan-sekadar-laporan-keuangan_IMG_6896.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1305419/original/053912700_1470131763-Sandiaga-uno.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7471055/original/021107700_1780244078-ClipDown.com_709636339_18563916574070853_3214995163178706079_n.jpg)