Liputan6.com, Jakarta - Kamera pemantau yang berada di Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan rusak setelah terkena lontaran material vulkanik dari gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut.
Informasi itu tercantum dalam laporan yang disusun Rioboniek Situmorang dan diunggah melalui Magma Indonesia, situs resmi Kementerian ESDM.
"CCTV pengamatan di lapangan off terkena lontaran," tulisnya, dikutip pada Sabtu (5/9/2026).
Advertisement
Sementara itu, rekaman video erupsi Gunung Anak Krakatau beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam laporan tersebut juga disebutkan suara gemuruh dari erupsi terdengar hingga Pos Pantau Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.
Laporan tersebut juga memuat imbauan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Anak Krakatau. Pembatasan itu dilakukan untuk mengantisipasi risiko lontaran material vulkanik.
"Pengamatan kegempaan, terjadi 1 kali gempa letusan atau erupsi, dengan amplitudo 70 mm, dan lama gempa 21.600 detik," jelasnya.
Kondisi Lava Fountain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341019/original/068621500_1788570883-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_08.13.55.jpeg)
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami erupsi menerus sejak pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai kondisi lava fountain atau lava air mancur.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan erupsi masih berlangsung hingga laporan pengamatan terakhir dibuat.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), periode Jumat (4/9) pukul 18.00-24.00 WIB, aktivitas erupsi masih tercatat.
“Durasi letusan masih menerus sampai laporan ini dibuat,” kata Suwarno.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341030/original/089042000_1788575033-1001630942.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755785/original/001679200_1778657765-andri-helmansyah-dzX6fui33UA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339103/original/028102200_1788399789-Java1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341031/original/094023100_1788575033-1001630952.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341021/original/031086500_1788572688-1000627437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340802/original/068278100_1788517816-1000132358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323712/original/073654300_1786665864-1000958928.jpg)