Liputan6.com, Jakarta - Halaman rumah yang selalu becek setiap kali hujan sering membuat pemilik rumah ragu untuk menanam pohon buah. Tanah yang terlalu basah memang dapat menjadi masalah bagi tanaman tertentu, terutama jika air menggenang dalam waktu lama dan membuat akar kekurangan oksigen. Namun, bukan berarti halaman dengan kondisi lembap tidak bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon buah. Ada beberapa jenis yang relatif lebih toleran terhadap tanah lembap dan dapat dipertimbangkan selama kondisi lahannya dikelola dengan baik.
Pemilihan jenis tanaman menjadi hal penting ketika pekarangan memiliki masalah kelembapan. Selain melihat kemampuan tanaman beradaptasi dengan tanah basah, perhatikan pula jenis tanah, kedalaman genangan, paparan sinar matahari, serta seberapa cepat air dapat mengalir setelah hujan berhenti. Bahkan pohon yang cukup toleran terhadap kelembapan tetap dapat mengalami gangguan pertumbuhan jika akarnya terus-menerus terendam air. Karena itu, memperbaiki drainase atau membuat area tanam sedikit lebih tinggi dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih ideal.
Jika ingin tetap memiliki pohon buah di pekarangan yang mudah becek, pilih tanaman dengan karakter yang sesuai dan jangan hanya mengandalkan klaim tahan air. Beberapa jenis pohon buah dapat menjadi pilihan untuk kondisi tanah yang cenderung lembap dengan penanaman dan perawatan yang tepat. Lantas bagaimana apa saja pohon buah untuk rumah yang halamannya selalu becek saat hujan? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (1/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Jambu Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480394/original/090911200_1769055406-Teras_Fruit_Garden_dengan_Jambu_Air.jpg)
Jambu air dapat menjadi salah satu pilihan untuk pekarangan yang memiliki tanah cenderung lembap, terutama jika air tidak menggenang dalam waktu lama. Tanaman ini dikenal cukup adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan dan banyak ditanam di wilayah tropis. Ketika ditanam di halaman rumah, jambu air juga memiliki nilai tambah karena dapat menghasilkan buah yang bisa dikonsumsi langsung. Tajuknya yang cukup rimbun dapat sekaligus memberikan keteduhan pada area pekarangan.
Meski relatif menyukai ketersediaan air, jambu air tetap tidak ideal jika akar terendam air secara terus-menerus. Jika halaman sering becek setelah hujan, sebaiknya pohon ditanam pada bagian yang sedikit lebih tinggi atau dibuat guludan di sekitar area perakaran. Cara tersebut membantu air hujan lebih cepat menjauh dari pangkal batang. Tanah yang gembur dan memiliki saluran pembuangan air juga akan membantu akar mendapatkan keseimbangan antara kelembapan dan oksigen.
Untuk menjaga pertumbuhan dan produksi buah, jambu air membutuhkan sinar matahari yang cukup. Pemangkasan dapat dilakukan untuk mengontrol ukuran tajuk, terutama jika pohon ditanam di halaman yang tidak terlalu luas. Pemberian bahan organik matang juga dapat membantu memperbaiki struktur tanah, tetapi jangan menimbun bahan organik basah terlalu dekat dengan batang. Dengan pengaturan drainase yang tepat, jambu air dapat menjadi pilihan menarik untuk pekarangan rumah yang cenderung lembap.
Advertisement
2. Nangka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310252/original/082011100_1785311876-Cempedak.jpg)
Pohon nangka memiliki sistem perakaran yang kuat dan dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis dengan ketersediaan air yang cukup. Tanaman ini dapat dipertimbangkan untuk halaman yang tanahnya cenderung lembap, selama lokasi tidak mengalami genangan dalam waktu lama. Nangka juga menarik bagi pemilik rumah yang memiliki pekarangan cukup luas karena selain menghasilkan buah, pohonnya dapat memberikan keteduhan. Tajuknya yang lebat membuat area sekitar rumah terasa lebih hijau.
Meskipun membutuhkan air untuk mendukung pertumbuhan, kondisi terlalu basah tetap perlu dihindari. Tanah yang selalu jenuh air dapat mengganggu kondisi akar dan meningkatkan risiko masalah pada sistem perakaran. Jika halaman sering becek, penanaman di atas gundukan tanah atau bedengan tinggi dapat menjadi solusi. Posisi tersebut membuat pangkal dan sebagian besar zona akar berada lebih jauh dari genangan air setelah hujan.
Nangka juga membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup agar pertumbuhannya optimal. Sebelum menanam, pastikan tersedia ruang yang cukup karena pohon ini dapat berkembang menjadi besar. Berikan jarak yang aman dari bangunan, saluran air, dan struktur rumah. Dengan lokasi yang tepat, drainase yang baik, serta pemangkasan seperlunya, pohon nangka dapat menjadi tanaman buah sekaligus peneduh alami di halaman.
3. Sawo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8326846/original/007761200_1782196462-sawo.jpeg)
Sawo merupakan pohon buah tropis yang cukup menarik untuk ditanam di pekarangan karena dapat tumbuh menjadi pohon berukuran sedang hingga besar dan menghasilkan buah dengan rasa manis. Tanaman ini dapat beradaptasi pada berbagai kondisi tanah selama kebutuhan dasarnya terpenuhi. Untuk halaman yang cenderung lembap, sawo dapat dipertimbangkan terutama apabila tanah tidak mengalami genangan berkepanjangan setelah hujan.
Kondisi drainase tetap menjadi perhatian utama ketika menanam sawo. Tanah yang terlalu basah dalam waktu lama dapat menyebabkan akar mengalami kondisi kekurangan oksigen. Karena itu, halaman yang mudah becek sebaiknya tidak langsung digunakan sebagai lokasi tanam tanpa perbaikan. Membuat lubang tanam dengan struktur tanah yang baik, menambahkan bahan organik matang, serta meninggikan area pangkal tanaman dapat membantu air tidak terlalu lama berada di sekitar akar.
Pohon sawo juga membutuhkan sinar matahari untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah. Pilih lokasi yang mendapatkan cahaya matahari cukup sepanjang hari dan tidak terlalu dekat dengan bangunan. Jika ruang terbatas, pertumbuhan tajuk dapat dikendalikan melalui pemangkasan. Dengan memperhatikan kebutuhan air dan drainase, sawo dapat menjadi pilihan pohon buah untuk halaman rumah yang cenderung lembap tanpa harus membiarkan akar berada dalam kondisi tergenang.
Advertisement
4. Rambutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7815191/original/094682700_1780632905-ini_ajaaa.jpeg)
Rambutan merupakan tanaman buah tropis yang cocok dengan iklim hangat dan memiliki kebutuhan air yang cukup. Tanaman ini dapat menjadi pilihan untuk pekarangan dengan tanah yang cenderung lembap, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi. Buahnya juga memiliki nilai konsumsi yang menarik sehingga pohon rambutan tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan. Ketika tumbuh besar, tajuk rambutan dapat memberikan suasana teduh dan membuat halaman terasa lebih asri.
Namun, tanah lembap tetap harus dibedakan dari genangan air. Jika air hujan mengendap di sekitar akar selama berhari-hari, kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan tanaman. Untuk halaman yang mudah becek, area penanaman dapat dibuat sedikit lebih tinggi daripada permukaan halaman. Saluran drainase kecil juga dapat dibuat untuk mengarahkan kelebihan air menuju tempat pembuangan yang aman.
Rambutan membutuhkan ruang yang cukup karena tajuknya dapat berkembang lebar. Pastikan lokasi penanaman tidak terlalu dekat dengan dinding rumah, atap, kabel, atau fasilitas lain yang dapat terganggu oleh pertumbuhan cabang. Pemangkasan juga dapat dilakukan untuk menjaga bentuk tajuk dan memudahkan perawatan. Dengan mendapatkan sinar matahari cukup serta air yang tersedia tetapi tidak menggenang, rambutan dapat menjadi pilihan menarik untuk pekarangan tropis.
5. Sirsak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7603913/original/045158600_1780388087-Ide_Pohon_Kecil_yang_Rimbun_Tapi_Akar_Tetap_Aman_untuk_Rumah_Model_Pohon_Sirsak.jpeg)
Sirsak dapat dipertimbangkan untuk halaman rumah yang memiliki kondisi tanah lembap tetapi tidak mengalami genangan berkepanjangan. Tanaman ini cukup populer di daerah tropis dan memiliki buah yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman. Bentuk pohonnya juga tidak sebesar beberapa pohon buah lainnya sehingga relatif lebih mudah dikelola pada pekarangan rumah, meskipun tetap membutuhkan ruang untuk perkembangan tajuk dan akar.
Ketika menanam sirsak di halaman yang mudah becek, lokasi penanaman sebaiknya dibuat lebih tinggi. Tujuannya bukan membuat tanaman berada di tanah yang kering, melainkan mencegah air berkumpul terlalu lama di zona akar. Media tanam yang gembur dan memiliki pori-pori cukup akan membantu air mengalir sekaligus menyediakan ruang udara bagi akar. Jika tanah halaman sangat berat dan mudah menahan air, perbaikan struktur tanah perlu dilakukan sebelum penanaman.
Pencahayaan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan sirsak. Pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari cukup dan tidak terhalang bangunan atau pohon besar lainnya. Pemangkasan dapat dilakukan untuk menjaga pohon tetap memiliki ukuran yang sesuai dengan pekarangan. Perawatan seperti pemberian nutrisi dan pengendalian hama juga perlu dilakukan secara berkala agar tanaman dapat tumbuh sehat dan memiliki peluang lebih baik untuk menghasilkan buah.
Advertisement
6. Belimbing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262665/original/098688900_1781841233-belmbing.jpeg)
Belimbing termasuk pohon buah yang menarik untuk pekarangan karena bentuk pohonnya dapat dipelihara agar tidak terlalu besar dan buahnya tumbuh pada bagian-bagian tajuk yang relatif mudah dijangkau. Tanaman ini menyukai kondisi tropis dengan ketersediaan air yang cukup sehingga dapat dipertimbangkan untuk halaman yang cenderung lembap. Selain menghasilkan buah, bentuk tajuknya dapat membuat halaman terlihat lebih hijau dan produktif.
Untuk halaman yang sering becek, belimbing sebaiknya ditanam pada lokasi yang memiliki drainase lebih baik. Jangan menempatkannya di titik terendah halaman tempat air selalu berkumpul setelah hujan. Jika tidak memiliki pilihan lokasi lain, area tanam dapat dibuat lebih tinggi dengan gundukan tanah. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi lama genangan di sekitar akar setelah hujan deras.
Belimbing juga membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan produksi buah. Pemangkasan secara rutin dapat membantu mempertahankan ukuran tanaman agar sesuai dengan halaman rumah. Cabang yang terlalu rapat juga dapat dikurangi agar sirkulasi udara di dalam tajuk lebih baik. Dengan pengaturan air, cahaya, dan pemangkasan yang tepat, belimbing dapat menjadi salah satu pohon buah yang produktif sekaligus cocok untuk pekarangan.
7. Mangga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471178/original/094932900_1768279584-unnamed__1_.jpg)
Pohon mangga dapat tumbuh baik di berbagai daerah tropis dan menjadi salah satu pilihan populer untuk pekarangan rumah. Tanaman ini membutuhkan air untuk pertumbuhan, terutama ketika masih muda, tetapi bukan berarti cocok ditanam pada lokasi yang selalu tergenang. Untuk halaman yang becek saat musim hujan, mangga lebih tepat ditanam di area yang kelembapannya masih dapat dikendalikan dan air tidak bertahan terlalu lama.
Salah satu cara mengatasi kondisi halaman yang mudah becek adalah membuat area tanam lebih tinggi dari permukaan tanah sekitarnya. Lubang tanam juga perlu memiliki struktur media yang memungkinkan air keluar dengan baik. Hindari membuat cekungan di sekitar pangkal pohon yang justru menampung air hujan. Jika halaman memiliki masalah drainase yang serius, perbaikan saluran air sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum menanam pohon mangga.
Mangga membutuhkan paparan matahari yang cukup untuk pertumbuhan dan pembentukan buah. Karena ukurannya dapat menjadi besar, lokasi tanam harus dipilih dengan mempertimbangkan perkembangan tajuk dalam jangka panjang. Pemangkasan dapat membantu menjaga tinggi dan bentuk pohon, terutama jika ditanam di pekarangan rumah. Dengan pengelolaan drainase yang baik, mangga tetap dapat menjadi pilihan pohon buah yang menarik meskipun halaman cenderung lembap saat musim hujan.
Advertisement
8. Kelengkeng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329377/original/025129800_1787276759-722f8caa-874f-46fc-a841-0422d7fe4fe1.jpg)
Kelengkeng dapat menjadi pilihan lain untuk halaman rumah yang memiliki tanah cenderung lembap tetapi tidak mengalami genangan berkepanjangan. Pohon ini memiliki tajuk yang rimbun dan dapat memberikan suasana teduh ketika sudah berkembang. Selain menjadi tanaman penghijauan, kelengkeng tentu memiliki daya tarik utama berupa buahnya yang dapat dipanen dari halaman sendiri. Untuk pekarangan rumah, pilih varietas dan bibit yang sesuai dengan kondisi iklim setempat.
Sama seperti pohon buah lainnya, kelengkeng tetap membutuhkan drainase yang baik. Tanaman tidak sebaiknya ditempatkan pada titik halaman yang selalu tergenang setelah hujan. Jika tanah cukup berat dan air sulit meresap, area tanam dapat ditinggikan menggunakan gundukan atau bedengan. Langkah tersebut dapat mengurangi kemungkinan akar berada dalam kondisi jenuh air terlalu lama.
Perawatan kelengkeng mencakup penyiraman sesuai kebutuhan, pemupukan, pemangkasan, serta pengamatan terhadap hama dan penyakit. Paparan sinar matahari yang memadai juga penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Jika halaman rumah memiliki masalah becek yang cukup parah, jangan hanya mengandalkan pemilihan jenis tanaman. Perbaikan drainase tetap menjadi langkah utama agar kondisi tanah lebih sesuai untuk pertumbuhan pohon buah dalam jangka panjang.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Pohon Buah untuk Rumah yang Halamannya Selalu Becek Saat Hujan
1. Apakah pohon buah bisa ditanam di halaman yang selalu becek saat hujan?
Bisa, tetapi perlu dibedakan antara tanah lembap dan tanah yang tergenang terus-menerus. Beberapa pohon buah relatif lebih toleran terhadap kondisi lembap, tetapi sebagian besar tetap membutuhkan drainase yang baik agar akar tidak kekurangan oksigen.
2. Apa saja pohon buah yang cocok untuk halaman yang cenderung lembap?
Beberapa pohon buah yang dapat dipertimbangkan antara lain jambu air, nangka, sawo, rambutan, sirsak, belimbing, mangga, dan kelengkeng. Tingkat toleransinya terhadap tanah basah berbeda-beda sehingga kondisi drainase tetap harus diperhatikan.
3. Apakah tanah becek bisa menyebabkan pohon buah mati?
Bisa. Tanah yang terus-menerus jenuh air dapat membuat akar kekurangan oksigen dan meningkatkan risiko gangguan pada sistem perakaran. Karena itu, pohon buah sebaiknya tidak ditanam langsung di titik halaman yang selalu menjadi tempat berkumpulnya air.
4. Bagaimana cara menanam pohon buah di halaman yang mudah tergenang?
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah meninggikan area tanam menggunakan gundukan atau bedengan. Pastikan media tanam memiliki drainase baik dan buat saluran untuk mengarahkan kelebihan air menjauh dari zona akar.
5. Apakah jambu air tahan ditanam di tanah lembap?
Jambu air cukup menyukai ketersediaan air, tetapi bukan berarti dapat tumbuh optimal dalam kondisi akar yang terus-menerus tergenang. Jika halaman lembap, pastikan air tetap dapat mengalir dan tidak menggenang terlalu lama di sekitar pangkal tanaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547406/original/079069200_1775458542-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337543/original/008942700_1788249252-6a645c4c-7f15-4daa-8e15-212b1728fabc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341072/original/043340500_1788578436-5b840218-75cd-4125-865f-5d3478eae794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260840/original/085358400_1781665082-Cara_Menata_Tanaman_di_Pinggir_Pagar_agar_Kucing_Liar_Tidak_Lagi_Masuk_ke_Halaman_Rumah_Model_Serai_untuk_Menghentikan_Kucing_Liar.jpeg)